alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Baru Datang 1,5 Jam, Keluarga Korban Layangan Tewas Kecewa Tim Medis

DENPASAR – Suasana duka begitu terasa di rumah I Wayan Losmen, korban kecelakaan lalu lintas karena lehernya terjerat benang layang-layang di Jalan Raya Sesetan, Kamis (18/6) kemarin.

Mereka tak menyangka almarhum begitu cepat meninggalkan keluarga. Padahal, sebelum meninggal, korban sehat walafiat.

Namun, hanya gara-gara terjerat benang layangan, korban mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sesetan setelah motor yang dikendarainya menabrak alat berat.

Satu yang disayangkan keluarga besar. Yakni lambatnya respons petugas untuk mengevakuasi almarhum dari lokasi kejadian untuk dibawa ke rumah sakit.

Itulah yang disayangkan keponakan almarhum, Nyoman Edi. Menurut Nyoman Edi, petugas evakuasi baru datang ke lokasi kecelakaan sekitar 1,5 jam setelah terjadinya kecelakaan.

“Bayangkan satu setengah jam setelah kecelakaan baru dibawah ke RSUP Sanglah. Saya sempat marah kepada petugas dari dua ambulan yang datang. Alasannya mereka penanganan harus standar protokol Covid-19,” ujar Nyoman Edi.  

Baca Juga:  Alamak‚ĶHindari Lubang di Jalur Tengkorak, Pemotor Jatuh Hingga Pingsan

Menurut dia, berdasar data di lapangan, kondisi darurat seperti itu petugas jangan menjadikan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai alasan.

Jika memang penanganan korban kecelakaan harus mengikuti standar penanganan pasien Corona, seharusnya petugas sudah selalu siap.

Bukannya mengukur waktu dengan alasan persiapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke lokasi kejadian. 

“Lalu ambil kesimpulan sendiri korban sudah meninggal. Mestinya masalah darurat itu tidak boleh menunggu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengendara motor di Denpasar, bernama I Wayan Losmen dinyatakan tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan Raya Sesetan, Denpasar, Kamis (18/6) kemarin.

Sepeda motor yang dikendarai pria yang tinggal di Serangan, Denpasar ini menabrak alat berat setelah sebelumnya leher korban terjerat benang layangan yang melintang di jalan.

Baca Juga:  TSK Penebasan dan Pengeroyokan di Monang-Maning Dijerat Pasal Berlapis

Kejadian nahas ini bermula saat sepeda motor Honda Scoopy DK 5852 QX yang dikendarai korban melaju dari arah utara ke selatan. 

Setibanyak di lokasi kejadian tiba-tiba leher korban terjerat benang layangan yang melintang di jalan. Korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya lalu oleng ke sebelah kanan jalan.

Walhasil dia kemudian menabrak sebuah alat berat mobil wheeloder yang bergerak dari arah sebaliknya. Saat itu korban pakai helm.

Korban mengalami luka keluar darah pada hidung, luka robek pada perut bagian kanan dan lebam pada bagian dada. Kasus ini sendiri masih didalami Unit Laka Polresta Denpasar.



DENPASAR – Suasana duka begitu terasa di rumah I Wayan Losmen, korban kecelakaan lalu lintas karena lehernya terjerat benang layang-layang di Jalan Raya Sesetan, Kamis (18/6) kemarin.

Mereka tak menyangka almarhum begitu cepat meninggalkan keluarga. Padahal, sebelum meninggal, korban sehat walafiat.

Namun, hanya gara-gara terjerat benang layangan, korban mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sesetan setelah motor yang dikendarainya menabrak alat berat.

Satu yang disayangkan keluarga besar. Yakni lambatnya respons petugas untuk mengevakuasi almarhum dari lokasi kejadian untuk dibawa ke rumah sakit.

Itulah yang disayangkan keponakan almarhum, Nyoman Edi. Menurut Nyoman Edi, petugas evakuasi baru datang ke lokasi kecelakaan sekitar 1,5 jam setelah terjadinya kecelakaan.

“Bayangkan satu setengah jam setelah kecelakaan baru dibawah ke RSUP Sanglah. Saya sempat marah kepada petugas dari dua ambulan yang datang. Alasannya mereka penanganan harus standar protokol Covid-19,” ujar Nyoman Edi.  

Baca Juga:  KONYOL! Ditemui Jurnalis, Kabid Humas Polda Bali Langsung Kabur

Menurut dia, berdasar data di lapangan, kondisi darurat seperti itu petugas jangan menjadikan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai alasan.

Jika memang penanganan korban kecelakaan harus mengikuti standar penanganan pasien Corona, seharusnya petugas sudah selalu siap.

Bukannya mengukur waktu dengan alasan persiapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke lokasi kejadian. 

“Lalu ambil kesimpulan sendiri korban sudah meninggal. Mestinya masalah darurat itu tidak boleh menunggu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengendara motor di Denpasar, bernama I Wayan Losmen dinyatakan tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan Raya Sesetan, Denpasar, Kamis (18/6) kemarin.

Sepeda motor yang dikendarai pria yang tinggal di Serangan, Denpasar ini menabrak alat berat setelah sebelumnya leher korban terjerat benang layangan yang melintang di jalan.

Baca Juga:  Aktivis Anak Bali Minta Oknum Guru Cabuli Dua Siswa di Mengwi Dikebiri

Kejadian nahas ini bermula saat sepeda motor Honda Scoopy DK 5852 QX yang dikendarai korban melaju dari arah utara ke selatan. 

Setibanyak di lokasi kejadian tiba-tiba leher korban terjerat benang layangan yang melintang di jalan. Korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya lalu oleng ke sebelah kanan jalan.

Walhasil dia kemudian menabrak sebuah alat berat mobil wheeloder yang bergerak dari arah sebaliknya. Saat itu korban pakai helm.

Korban mengalami luka keluar darah pada hidung, luka robek pada perut bagian kanan dan lebam pada bagian dada. Kasus ini sendiri masih didalami Unit Laka Polresta Denpasar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/