alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Jaksa Senior Tangani Berkas Empat Tersangka Penusuk Prada Yanuar

RadarBali.com – Pasca menetapkan enam tersangka dalam kasus pengeroyokan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota TNI AD yang juga siswa Secapa Dikjur Infanteri, Singaraja, Prada Yanuar Setiawan,  20, penyidik Polresta Denpasar langsung menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) untuk kemudian diserahkan ke pihak penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. 

Kepala Kejari Denpasar, Erna Normawati Widodo Putri saat dikonfirmasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali,  di Renon,  Denpasar, Selasa kemarin (18/7)  membenarkan menerima SPDP tersangka pengeroyok dan penganiayaan bagi prajurit TNI AD asal Manggarai Barat,  Nusa Tenggara Timur itu.

 “SPDP untuk empat tersangka sudah kami terima. Sedangkan dua lagi menyusul menunggu tanda tangan, “ujar mantan Asisten Pidana Khusus Kejati Bali disela acara HUT Adiyaksa ke-57 kemarin. 

Baca Juga:  Satu DPO, Pelaku Penebasan Terungkap Karena Korban Kenal Tiga Pelaku

SPDP empat tersangka  masing-masing untuk Dewa Komang DA, anak anggota DPRD Bali Dewa Nyoman Rai, dan tersangka masing-masing berinisial KCA, IC,  dan KTS.

“Kesemua tersangka adalah anak-anak. Sedangkan dua lainnya menyusul, “tandas mantan Kajari Lamongan,  Jawa Timur ini. 

Bahkan, lanjut Erna,  selain sudah menerima SPDP, pihaknya juga langsung menunjuk sejumlah jaksa yang nantinya ditugaskan menangani perkara ini. 

Sejumlah jaksa yang ditugaskan diantaranya Jaksa Made Ayu Citra Mayasari, Jaksa Dewa Lanang Arya Raharja, Jaksa Cok Istri Intan Melanie Dewi, dan sejumlah jaksa lain.

“Mereka ditunjuk karena terbiasa menangani kasus anak, “ujar Kajari Erna.  Sebagaimana diketahui,  kasus penganiayaan dan pengeroyokan dengan korban Anggota TNI AD Prada Yanuar Setiawan, ini terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran.

Baca Juga:  Begini Konstruksi Perkara Korupsi Mantan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti

Selain mengakibatkan seorang prajurit tewas, akibat kasus ini juga mengakibatkan dua korban lain  yakni Muhammad Johari dan Tegar Ananta yang mengalami sejumlah luka. 



RadarBali.com – Pasca menetapkan enam tersangka dalam kasus pengeroyokan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota TNI AD yang juga siswa Secapa Dikjur Infanteri, Singaraja, Prada Yanuar Setiawan,  20, penyidik Polresta Denpasar langsung menerbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) untuk kemudian diserahkan ke pihak penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. 

Kepala Kejari Denpasar, Erna Normawati Widodo Putri saat dikonfirmasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali,  di Renon,  Denpasar, Selasa kemarin (18/7)  membenarkan menerima SPDP tersangka pengeroyok dan penganiayaan bagi prajurit TNI AD asal Manggarai Barat,  Nusa Tenggara Timur itu.

 “SPDP untuk empat tersangka sudah kami terima. Sedangkan dua lagi menyusul menunggu tanda tangan, “ujar mantan Asisten Pidana Khusus Kejati Bali disela acara HUT Adiyaksa ke-57 kemarin. 

Baca Juga:  Parah, Oknum PNS RSUD Akui Konsumsi Narkoba dengan Dua Pegawai Kontrak

SPDP empat tersangka  masing-masing untuk Dewa Komang DA, anak anggota DPRD Bali Dewa Nyoman Rai, dan tersangka masing-masing berinisial KCA, IC,  dan KTS.

“Kesemua tersangka adalah anak-anak. Sedangkan dua lainnya menyusul, “tandas mantan Kajari Lamongan,  Jawa Timur ini. 

Bahkan, lanjut Erna,  selain sudah menerima SPDP, pihaknya juga langsung menunjuk sejumlah jaksa yang nantinya ditugaskan menangani perkara ini. 

Sejumlah jaksa yang ditugaskan diantaranya Jaksa Made Ayu Citra Mayasari, Jaksa Dewa Lanang Arya Raharja, Jaksa Cok Istri Intan Melanie Dewi, dan sejumlah jaksa lain.

“Mereka ditunjuk karena terbiasa menangani kasus anak, “ujar Kajari Erna.  Sebagaimana diketahui,  kasus penganiayaan dan pengeroyokan dengan korban Anggota TNI AD Prada Yanuar Setiawan, ini terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran.

Baca Juga:  HOT NEWS! Bali Jadi Lokasi Pesta Narkoba Saat Perayaan Tahun Baru

Selain mengakibatkan seorang prajurit tewas, akibat kasus ini juga mengakibatkan dua korban lain  yakni Muhammad Johari dan Tegar Ananta yang mengalami sejumlah luka. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/