alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Karaoke Boshe Terbukti Langgar PPKM Darurat, Kapolresta Ogah Pidanakan

KUTA – Karaoke Boshe VVIP di Jalan By Pas I Gusti Ngurah Rai, Kuta terbukti melanggar yakni beroperasi saat PPKM darurat. Namun, atas pelanggaran tersebut, karaoke tersebut hanya diberi denda.

 

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan yang dikonfirmasi terpisah terkait pelanggaran Boshe tersebut mengatakan, pihaknya akan mengecek rekaman CCTV tempat tersebut. 

 

“Bila benar (Beroperasi saat PPKM), kita pastikan sesuai ketentuan yang ada kita proses,” tegasnya.

 

Dijelaskannya, bahwa pihak kepolisian akan tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku dalam memberikan sanksi. Meski demikian, soal potensi pidana bagi pengelola Boshe yang nyata-nyata melanggar PPKM darurat, pihaknya belum sampai sampai sana. Katanya, langkah pidana saat ini belum perlu dilakukan.

Baca Juga:  Diciduk di Teras Kos, Maling Laptop SMP PGRI 7 Denpasar Didor Kakinya

 

“Kita tetap ikuti aturan dan ketentuan. Pemidanaan sebagai upaya atau langkah terakhir,” katanya berkelit.

 

Namun jika pihak Boshe VVIP Club’ masih bandel, kata Jansen, maka langkah pidana bahkan pencabutan izin bisa dilakukan.

 

“Bila berulang, berarti menantang untuk dipidana. Bahkan juga sampai pencabutan izin usaha,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini.

 

Sebelumnya radarbali.id mengungkap bahwa Karaoke Boshe beroperasi saat PPKM darurat. Itu terungkap Minggu (18/7) lalu. Untuk mengelabuhi agar tak terlihat ada keramaian, pengunjung karaoke ini mengambil jalan samping.

 

Setelah terungkap, apparat baru bergerak. Satpol PP Badung pun mengklaim sudah melakukan pengusutan. Dan hasilnya terbukti salah satu tempat hiburan terbesar di Bali itu beroperasi saat PPKM darurat.

Baca Juga:  Korupsi LPD Tabanan Capai Rp7,3 Miliar, Terungkap Karena Ini

 

Namun, Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara menyebut bahwa pihak pengelola Boshe hanya diberikan sanksi adminisitratif berupa denda Rp1 juta.


KUTA – Karaoke Boshe VVIP di Jalan By Pas I Gusti Ngurah Rai, Kuta terbukti melanggar yakni beroperasi saat PPKM darurat. Namun, atas pelanggaran tersebut, karaoke tersebut hanya diberi denda.

 

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan yang dikonfirmasi terpisah terkait pelanggaran Boshe tersebut mengatakan, pihaknya akan mengecek rekaman CCTV tempat tersebut. 

 

“Bila benar (Beroperasi saat PPKM), kita pastikan sesuai ketentuan yang ada kita proses,” tegasnya.

 

Dijelaskannya, bahwa pihak kepolisian akan tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku dalam memberikan sanksi. Meski demikian, soal potensi pidana bagi pengelola Boshe yang nyata-nyata melanggar PPKM darurat, pihaknya belum sampai sampai sana. Katanya, langkah pidana saat ini belum perlu dilakukan.

Baca Juga:  Bebas Karantina dan PCR/ Antigen, Wisman dan Wisdom ke Bali Meningkat

 

“Kita tetap ikuti aturan dan ketentuan. Pemidanaan sebagai upaya atau langkah terakhir,” katanya berkelit.

 

Namun jika pihak Boshe VVIP Club’ masih bandel, kata Jansen, maka langkah pidana bahkan pencabutan izin bisa dilakukan.

 

“Bila berulang, berarti menantang untuk dipidana. Bahkan juga sampai pencabutan izin usaha,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini.

 

Sebelumnya radarbali.id mengungkap bahwa Karaoke Boshe beroperasi saat PPKM darurat. Itu terungkap Minggu (18/7) lalu. Untuk mengelabuhi agar tak terlihat ada keramaian, pengunjung karaoke ini mengambil jalan samping.

 

Setelah terungkap, apparat baru bergerak. Satpol PP Badung pun mengklaim sudah melakukan pengusutan. Dan hasilnya terbukti salah satu tempat hiburan terbesar di Bali itu beroperasi saat PPKM darurat.

Baca Juga:  Kenalan Lewat FB, Memadu Kasih di Bali, Maria yang Membiayai Semuanya

 

Namun, Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara menyebut bahwa pihak pengelola Boshe hanya diberikan sanksi adminisitratif berupa denda Rp1 juta.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/