alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Dari Lapas Kerobokan, Candra Bikin Pernyataan Sanggup Bayar Kerugian

 

SEMARAPURA- Mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra, terpidana 18 tahun bui dan denda Rp 10 miliar hingga kini belum juga mengembalikan kerugian Negara. Kerugian Nagara yang harus diganti sebesar Rp 46,6 Miliar.

 

Menariknya, dari dalam Lapas Kerobokan Candra yang melakukan korupsi pembangunan dermaga Gunaksa mengaku sanggup mengganti kerugian Negara. Hal itu dia tegaskan saat didatangi tim yang dipimpin Kasi Tindak Pidana Khusus, Kejari Klungkung, Bintarno pada Kamis (18/3) lalu.

 

Candra yang sedang menjalani pidana penjara di Lapas Kelas II A Kerobokan menyatakan sanggup membayar uang pengganti disertai dengan pembuatan surat pernyataan.

 

- Advertisement -

 

Terkait harta benda yang telah dirampas negara berkaitan dengan kasus Candra tersebut, selain ada 53 bidang tanah dan bangunan, juga terdapat uang sebesar Rp 827,4 juta. Kejari belum mengetahui apakah harta benda yang dirampas negara itu mampu menutupi kerugian negara. Sebab hingga saat ini baru satu bidang tanah beserta bangunan di wilayah Kelurahan Tonja, Denpasar Timur  yang berhasil dilelang 3 Maret 2021 lalu dengan nilai Rp 614 juta.

Baca Juga:  Pengacara Sebut Penangkapan Bos Hotel Kuta Paradiso Cacat Hukum

 

Sementara dua aset lainnya tidak laku yakni sebidang tanah yang terletak di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung seluas 850 meter persegi dengan harga limit Rp 431.800.000.  Kemudian sebidang tanah beserta bangunan yang terletak di Kelurahan Seminya, Kecamatan Kuta, Badung seluas 87 meter persegi dengan harga limit Rp 837.308.000.

 

“Sementara aset lainnya akan kami nilai dulu,” tegas Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung, Erfandy Kurnia Rachman, Sabtu (18/9).

- Advertisement -

- Advertisement -

 

SEMARAPURA- Mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra, terpidana 18 tahun bui dan denda Rp 10 miliar hingga kini belum juga mengembalikan kerugian Negara. Kerugian Nagara yang harus diganti sebesar Rp 46,6 Miliar.

 


Menariknya, dari dalam Lapas Kerobokan Candra yang melakukan korupsi pembangunan dermaga Gunaksa mengaku sanggup mengganti kerugian Negara. Hal itu dia tegaskan saat didatangi tim yang dipimpin Kasi Tindak Pidana Khusus, Kejari Klungkung, Bintarno pada Kamis (18/3) lalu.

 

Candra yang sedang menjalani pidana penjara di Lapas Kelas II A Kerobokan menyatakan sanggup membayar uang pengganti disertai dengan pembuatan surat pernyataan.

 

 

Terkait harta benda yang telah dirampas negara berkaitan dengan kasus Candra tersebut, selain ada 53 bidang tanah dan bangunan, juga terdapat uang sebesar Rp 827,4 juta. Kejari belum mengetahui apakah harta benda yang dirampas negara itu mampu menutupi kerugian negara. Sebab hingga saat ini baru satu bidang tanah beserta bangunan di wilayah Kelurahan Tonja, Denpasar Timur  yang berhasil dilelang 3 Maret 2021 lalu dengan nilai Rp 614 juta.

Baca Juga:  Sita Mobil & Tanah, Berikut Daftar BB Tomy Kecil dkk yang Ikut Disita

 

Sementara dua aset lainnya tidak laku yakni sebidang tanah yang terletak di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung seluas 850 meter persegi dengan harga limit Rp 431.800.000.  Kemudian sebidang tanah beserta bangunan yang terletak di Kelurahan Seminya, Kecamatan Kuta, Badung seluas 87 meter persegi dengan harga limit Rp 837.308.000.

 

“Sementara aset lainnya akan kami nilai dulu,” tegas Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung, Erfandy Kurnia Rachman, Sabtu (18/9).

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/