alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Sudah Keluar Duit, Ditangkap Polisi Usai Nyabu Lalu Ditinggal Pacar

BAK pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah yang dialami Misiyah, 33. Perempuan asal Srono, Banyuwangi, Jawa Timur ini harus apes berkali-kali gara-gara diajak pesta sabu bareng pacar.

Selain sudah keluar uang untuk beli sabu, ia juga ditangkap polisi. Apesnya lagi, Misiyah hanya ditangkap sendirian, sedangkan sang pacar, yakni Rudi berhasil kabur sebelum polisi datang.

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

NASIB sial dialami terdakwa Misiyah, 33.

Perempuan berstatus janda muda asal Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, itu diajak pesta sabu bareng pacarnya di kamar kosnya di bilangan Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Apesnya, setelah pesta sabu, ia ditangkap anggota Polresta Denpasar. Sementara sang pacar yang bernama Rudi selamat lantaran lebih dulu pergi sebelum polisi datang.

Baca Juga:  Geram Diomeli karena Doyan Shopping, Hajar Istri, Diganjar 2 Bulan Bui

“Yang ngajak saya nyabu Rudi, Pak Hakim,” ujar Misiyah dalam sidang daring yang dipimpin hakim Eka Mariartha, Selasa (19/10).

Sebelum penangkapan, Rudi datang ke kamar kos terdakwa meminta uang Rp300 ribu untuk membeli sabu.

“Katanya mumpung ada sabu harga murah,”ungkap Misiyah.

Tidak lama kemudian Rudi keluar. Setelah mendapatkan barang haram tersebut, Rudi kembali ke kos. Rudi bersama terdakwa lantas menikmati sabu bareng di dalam kamar kos. Mereka menikmati sabu dengan cara diisap dengan bong.

Sisa sabu kemudian disimpan terdakwa di bawah rak televisi. Saat ditimbang polisi, sisa sabu diketahui seberat 0,14 gram netto.

Hakim Eka yang dari awal geregetan mencecar terdakwa dengan sejumlah pertanyaan.

Di antaranya terdakwa sudah berapa lama memakai narkotika. “Saya memakai (sabu) sekitar sebulanan ini sudah empat kali,” jawabnya. Hakim lantas menasihati terdakwa agar tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga:  Celaka! Ternyata Tak Semua Aset yang Disita Kejati Milik Tri Nugraha

“Apa sih, enaknya nyabu. Sudah mahal, bikin sengsara lagi,” ucap hakim Eka.

 “Saya minta maaf, Yang Mulia. Saya hanya ikut-ikutan. Saya menyesal, maafkan saya,” kata terdakwa dengan nada lirih.

Hakim Eka pun menjawab sekenanya. “Ngapain minta maaf sama saya, kamu tidak ada salah sama saya,” cetus hakim Yasa disambut anggukan terdakwa.

Dalam dakwaan JPU Heppy Ardani, terdakwa ditangkap pada 9 Juli 2021 oleh anggota Polresta Denpasar. Atas perbuatannya terdakwa didakawa melanggar Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika.

Tuntutan akan dibacakan dalam sidang selanjutnya pekan depan.


BAK pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah yang dialami Misiyah, 33. Perempuan asal Srono, Banyuwangi, Jawa Timur ini harus apes berkali-kali gara-gara diajak pesta sabu bareng pacar.

Selain sudah keluar uang untuk beli sabu, ia juga ditangkap polisi. Apesnya lagi, Misiyah hanya ditangkap sendirian, sedangkan sang pacar, yakni Rudi berhasil kabur sebelum polisi datang.

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

NASIB sial dialami terdakwa Misiyah, 33.

Perempuan berstatus janda muda asal Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, itu diajak pesta sabu bareng pacarnya di kamar kosnya di bilangan Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Apesnya, setelah pesta sabu, ia ditangkap anggota Polresta Denpasar. Sementara sang pacar yang bernama Rudi selamat lantaran lebih dulu pergi sebelum polisi datang.

Baca Juga:  Sikat BB Rp 110 Juta, Perampok Bule Prancis Jaringan Bengkulu Didor

“Yang ngajak saya nyabu Rudi, Pak Hakim,” ujar Misiyah dalam sidang daring yang dipimpin hakim Eka Mariartha, Selasa (19/10).

Sebelum penangkapan, Rudi datang ke kamar kos terdakwa meminta uang Rp300 ribu untuk membeli sabu.

“Katanya mumpung ada sabu harga murah,”ungkap Misiyah.

Tidak lama kemudian Rudi keluar. Setelah mendapatkan barang haram tersebut, Rudi kembali ke kos. Rudi bersama terdakwa lantas menikmati sabu bareng di dalam kamar kos. Mereka menikmati sabu dengan cara diisap dengan bong.

Sisa sabu kemudian disimpan terdakwa di bawah rak televisi. Saat ditimbang polisi, sisa sabu diketahui seberat 0,14 gram netto.

Hakim Eka yang dari awal geregetan mencecar terdakwa dengan sejumlah pertanyaan.

Di antaranya terdakwa sudah berapa lama memakai narkotika. “Saya memakai (sabu) sekitar sebulanan ini sudah empat kali,” jawabnya. Hakim lantas menasihati terdakwa agar tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga:  Sidang Perdana, Terdakwa Penipuan CPNS Terancam 4 Tahun Penjara

“Apa sih, enaknya nyabu. Sudah mahal, bikin sengsara lagi,” ucap hakim Eka.

 “Saya minta maaf, Yang Mulia. Saya hanya ikut-ikutan. Saya menyesal, maafkan saya,” kata terdakwa dengan nada lirih.

Hakim Eka pun menjawab sekenanya. “Ngapain minta maaf sama saya, kamu tidak ada salah sama saya,” cetus hakim Yasa disambut anggukan terdakwa.

Dalam dakwaan JPU Heppy Ardani, terdakwa ditangkap pada 9 Juli 2021 oleh anggota Polresta Denpasar. Atas perbuatannya terdakwa didakawa melanggar Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika.

Tuntutan akan dibacakan dalam sidang selanjutnya pekan depan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/