alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Ternyata, Dana Koperasi Kosong karena Dipinjam Pejabat & Anggota DPRD

GEGARA tak bisa mencairkan dana tabungan dan dan deposito milik nasabahnya, koperasi simpan pinjam (KSP) 99 (Sembilan Sembilan) di Tabanan dilaporkan ke Dinas Kopetasi dan UMKM Tabanan.

KSP 99 dilaporkan karena endapkan dana milik nasabahnya. Usai dilaporkan, ternyata ada banyak alasan terungkap hingga koperasi ini tak bisa mencairkan dana milik nasabahnya. Seperti apa?

JULIADI, Tabanan

USAI Melaporkan pihak KSP 99 Tabanana ke Diskop dan UMKM Tabanan, pada Senin (18/10) kemarin, KS pun mengungkap dalih koperasi yang tak bisa mencairkan dana miliknya (bentuk tabungan dan deposito) yang diakui bernilai hingga Rp 120 juta.

Menurutnya, dari pengakuan pihak koperasi, dana miliknya yang gagal ditarik dari sejak 2 tahun lalu itu, karena selain banyak kredit macet dan nasabah koperasi yang meminjam uang belum mengembalikan.

Dari pengakuan pihak SKP 99, juga disebabkan karena dana kosong akibat banyak para pejabat dan anggota DPRD yang meminjam uang tanpa jaminan (agunan).

“Jadi alasan koperasi Sembilan Sembilan demikian. Katanya sih pejabat yang pinjam uang di koperasi tanpa jaminan belum dikembalikan. Padahal pemilik koperasi juga salah seorang anggota DPRD Tabanan,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan alasan koperasi yang dinilai tak masuk akal, pihaknya kemudian berinisiatif untuk melaporkan kasus ini ke Diskop dan UMKM Tabanan.

Menurutnya, upaya pelaporan ke Diskop dan UMKM Tabanan itu, agar pihak Diskop bisa mencari jalan keluar dan dapat mencairkan uang tabungan dan deposito miliknya. 



GEGARA tak bisa mencairkan dana tabungan dan dan deposito milik nasabahnya, koperasi simpan pinjam (KSP) 99 (Sembilan Sembilan) di Tabanan dilaporkan ke Dinas Kopetasi dan UMKM Tabanan.

KSP 99 dilaporkan karena endapkan dana milik nasabahnya. Usai dilaporkan, ternyata ada banyak alasan terungkap hingga koperasi ini tak bisa mencairkan dana milik nasabahnya. Seperti apa?

JULIADI, Tabanan

USAI Melaporkan pihak KSP 99 Tabanana ke Diskop dan UMKM Tabanan, pada Senin (18/10) kemarin, KS pun mengungkap dalih koperasi yang tak bisa mencairkan dana miliknya (bentuk tabungan dan deposito) yang diakui bernilai hingga Rp 120 juta.

Menurutnya, dari pengakuan pihak koperasi, dana miliknya yang gagal ditarik dari sejak 2 tahun lalu itu, karena selain banyak kredit macet dan nasabah koperasi yang meminjam uang belum mengembalikan.

Dari pengakuan pihak SKP 99, juga disebabkan karena dana kosong akibat banyak para pejabat dan anggota DPRD yang meminjam uang tanpa jaminan (agunan).

“Jadi alasan koperasi Sembilan Sembilan demikian. Katanya sih pejabat yang pinjam uang di koperasi tanpa jaminan belum dikembalikan. Padahal pemilik koperasi juga salah seorang anggota DPRD Tabanan,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan alasan koperasi yang dinilai tak masuk akal, pihaknya kemudian berinisiatif untuk melaporkan kasus ini ke Diskop dan UMKM Tabanan.

Menurutnya, upaya pelaporan ke Diskop dan UMKM Tabanan itu, agar pihak Diskop bisa mencari jalan keluar dan dapat mencairkan uang tabungan dan deposito miliknya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/