alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Buntut Warga AS Pakai Seragam Polri, 9 Pedagang Dipanggil Polisi

DENPASAR – Kelakuan RLB yang nyanyi di kafe dengan mengenakan seragam Polri membuat pemilik toko atribut Polri di Kota Denpasar kena getahnya. Sebanyak sembilan pedagang pun dipanggil polisi.

“Kami meminta kepada para pedagang agar saat menjual atribut Polri agar lebih selektif dan teliti seperti meminta identitas KTA atau KTP bagi personel Polri,” kata Kasipropam Polresta Denpasar, Iptu Harun Budiyanto, Jumat (18/11/2021).

 

Dia menegaskan, calon pembeli atribut Polri juga harus didata dengan mencatat dalam buku mutasi dan melaporkan kegiatan penjualan pakaian dinas Polri ke Polres terdekat untuk antisipasi penyalahgunaa atribut Polri oleh oknum tidak bertanggung jawab.  

 

“Apabila sewaktu-waktu ada hal yang mencurigakan kami mohon para pedagang dan pemilik toko atribut segera melakukan koordinasi atau melaporkan hal tersebut ke Sipropam Polresta Denpasar,” tambahnya.

Baca Juga:  Turis AS di Pantai Bingin Diduga Tergelincir dari Tebing 20 Meter

 

- Advertisement -

Sebelumnya diberitakan, seorang WNA asal Amerika berinisial RLB dimintai keterangan oleh kepolisian Polresta Denpasar. Pria paruh baya itu dimintai klarifikasi terkait video dirinya mengenakan baju seragam Polri saat bernyanyi di sebuah kafe di kawasan Sanur, Denpasar Selatan. 

 

Pasca viralnya video itu, pelaku sudah dimintai keterangan dan dia mengakui meminta maaf atas kejadian itu. Dalam permintaan maafnya, pelaku mengaku jika dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan institusi Polri.

 

“Pelaku mengaku tidak bermaksud merendahkan institusi polri,” ujarnya. 

 

Dari keterangannya, bahwa baju polisi yang lengkap dengan jahitan pangkat di bahu kiri dan kanannya itu dibeli dari sebuah toko yang khusus menjual seragam Polri. Lalu pada perayaan Halloween pada 31 Oktober 2021 lalu, pelaku memutuskan untuk membeli seragam itu. Dia lalu mengenakannya saat perayaan tersebut.

Baca Juga:  Jadi Tersangka, Polda Metro Jaya Rencana Panggil JRX Senin 9 Agustus

 

Di sebuah kafe di kawasan Sanur, Denpasar selatan, pelaku lalu mengenakannya sambil bernyanyi. Videonya pun akhirnya viral di media sosial setelah ada seseorang merekam dia menyanyi dengan mengenakan baju polisi tersebut. Dalam video itu juga dia menyanyikan lagu pop bahasa Indonesia.  Hingga akhirnya polisi mencari keberadaan pelaku dan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

- Advertisement -

DENPASAR – Kelakuan RLB yang nyanyi di kafe dengan mengenakan seragam Polri membuat pemilik toko atribut Polri di Kota Denpasar kena getahnya. Sebanyak sembilan pedagang pun dipanggil polisi.

“Kami meminta kepada para pedagang agar saat menjual atribut Polri agar lebih selektif dan teliti seperti meminta identitas KTA atau KTP bagi personel Polri,” kata Kasipropam Polresta Denpasar, Iptu Harun Budiyanto, Jumat (18/11/2021).

 

Dia menegaskan, calon pembeli atribut Polri juga harus didata dengan mencatat dalam buku mutasi dan melaporkan kegiatan penjualan pakaian dinas Polri ke Polres terdekat untuk antisipasi penyalahgunaa atribut Polri oleh oknum tidak bertanggung jawab.  

 

“Apabila sewaktu-waktu ada hal yang mencurigakan kami mohon para pedagang dan pemilik toko atribut segera melakukan koordinasi atau melaporkan hal tersebut ke Sipropam Polresta Denpasar,” tambahnya.

Baca Juga:  Minta Dikremasi di Monkey Forest, Jasad Robert Dibawa ke RS Sanglah

 

Sebelumnya diberitakan, seorang WNA asal Amerika berinisial RLB dimintai keterangan oleh kepolisian Polresta Denpasar. Pria paruh baya itu dimintai klarifikasi terkait video dirinya mengenakan baju seragam Polri saat bernyanyi di sebuah kafe di kawasan Sanur, Denpasar Selatan. 

 

Pasca viralnya video itu, pelaku sudah dimintai keterangan dan dia mengakui meminta maaf atas kejadian itu. Dalam permintaan maafnya, pelaku mengaku jika dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan institusi Polri.

 

“Pelaku mengaku tidak bermaksud merendahkan institusi polri,” ujarnya. 

 

Dari keterangannya, bahwa baju polisi yang lengkap dengan jahitan pangkat di bahu kiri dan kanannya itu dibeli dari sebuah toko yang khusus menjual seragam Polri. Lalu pada perayaan Halloween pada 31 Oktober 2021 lalu, pelaku memutuskan untuk membeli seragam itu. Dia lalu mengenakannya saat perayaan tersebut.

Baca Juga:  Sebut Bali Ramah Bagi LGBT, Duo Lesbian asal AS Akhirnya Diusir

 

Di sebuah kafe di kawasan Sanur, Denpasar selatan, pelaku lalu mengenakannya sambil bernyanyi. Videonya pun akhirnya viral di media sosial setelah ada seseorang merekam dia menyanyi dengan mengenakan baju polisi tersebut. Dalam video itu juga dia menyanyikan lagu pop bahasa Indonesia.  Hingga akhirnya polisi mencari keberadaan pelaku dan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/