alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Fakta Baru! Balon Gas Daihatsu itu Ternyata Untuk Promosi Mobil Baru

DENPASAR – Warga kota di kawasan jalan Teuku Umar dan sekitarnya kembali digegerkan dengan meledaknya Balon Gas Logo Kantor Daihatsu, Senin (18/12) sekitar pukul 13.15.

Akibat kejadian itu, enam karyawan nyaris tewas dengan luka terbakar di sekujur tubuh. Korban dalam insiden maut itu adalah Rino Iswandi dengan jabatan Kepala Cabang Daihatsu Hayam Wuruk;

Tolib, berstatus Kepala Bengkel;  Darma, sebagai CRO Service; Umbu dan Rony yang merupakan security; Juga Kadek berstatus CS.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di RS Sanglah, beberapa korban wajahnya gosong dan ada yang sudah  dibalut perban.

Banyak rekan-rekan kerjanya yang datang ke IGD, RS Sanglah. Bahkan, dari mereka ada yang menangis, panik ketakutan melihat rekannya menjadi korban ledakan balon gas.

Baca Juga:  Antisipasi Teror Bom saat Weekend, Polisi Pertebal Keamanan

Menurut keterangan salah seorang supervisor Daihatsu, Wahyu, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00.

Awalnya pihak Daihatsu hendak memasang balon gas untuk promosi salah satu merk mobil mereka. Ukuran balon cukup besar, namun gagal terpasang.

Entah apa kesalahan teknisnya, balon itu tiba-tiba meledak. “Mungkin ada ketidaktahuan teknis saat pemasangan itu.

Waktu mau menaikkan balon gas tersebut, ditonton ramai-ramai, termasuk kepala cabang kami,” katanya.

Sayangnya pihak Daihatsu enggan berkomentar banyak tentang kejadian itu. Untuk saat  ini keenam korban masih mendapatkan penanganan tim medis RSUP Sanglah.

Pantauan di RS Sanglah, beberapa di antaranya mengalami luka bakar cukup serius yakni di bagian wajah maupun badan.  Dan beberapa  lagi mengalami luka bakar di lengan dan tangan. 

Baca Juga:  UPDATE! Kondisi Nicole Bule Pembuang Bayi Membaik, BAP Tunggu Waktu

Jawa Pos Radar Bali sempat berbincang dengan salah satu korban yang bekerja menjadi Sekuriti di Daihatsu.

Seluruh tubuhnya terpasang perban, dia juga dikenakan alat-alat medis. Dia masih bisa bicara tapi, terbata-bata dan suaranya lirih. 

“Saya bantu memasang saja. Ya langsung tiba-tiba meledak dan sampai kena kepala cabang dan kepala bengkel,” terangnya. 

Menurutnya, pemasangan balon gas itu dalam rangka promosi salah satu merk mobil. 



DENPASAR – Warga kota di kawasan jalan Teuku Umar dan sekitarnya kembali digegerkan dengan meledaknya Balon Gas Logo Kantor Daihatsu, Senin (18/12) sekitar pukul 13.15.

Akibat kejadian itu, enam karyawan nyaris tewas dengan luka terbakar di sekujur tubuh. Korban dalam insiden maut itu adalah Rino Iswandi dengan jabatan Kepala Cabang Daihatsu Hayam Wuruk;

Tolib, berstatus Kepala Bengkel;  Darma, sebagai CRO Service; Umbu dan Rony yang merupakan security; Juga Kadek berstatus CS.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di RS Sanglah, beberapa korban wajahnya gosong dan ada yang sudah  dibalut perban.

Banyak rekan-rekan kerjanya yang datang ke IGD, RS Sanglah. Bahkan, dari mereka ada yang menangis, panik ketakutan melihat rekannya menjadi korban ledakan balon gas.

Baca Juga:  UPDATE! Kondisi Nicole Bule Pembuang Bayi Membaik, BAP Tunggu Waktu

Menurut keterangan salah seorang supervisor Daihatsu, Wahyu, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00.

Awalnya pihak Daihatsu hendak memasang balon gas untuk promosi salah satu merk mobil mereka. Ukuran balon cukup besar, namun gagal terpasang.

Entah apa kesalahan teknisnya, balon itu tiba-tiba meledak. “Mungkin ada ketidaktahuan teknis saat pemasangan itu.

Waktu mau menaikkan balon gas tersebut, ditonton ramai-ramai, termasuk kepala cabang kami,” katanya.

Sayangnya pihak Daihatsu enggan berkomentar banyak tentang kejadian itu. Untuk saat  ini keenam korban masih mendapatkan penanganan tim medis RSUP Sanglah.

Pantauan di RS Sanglah, beberapa di antaranya mengalami luka bakar cukup serius yakni di bagian wajah maupun badan.  Dan beberapa  lagi mengalami luka bakar di lengan dan tangan. 

Baca Juga:  CATAT! Sidang Lanjutan JRX pada 29 September 2020

Jawa Pos Radar Bali sempat berbincang dengan salah satu korban yang bekerja menjadi Sekuriti di Daihatsu.

Seluruh tubuhnya terpasang perban, dia juga dikenakan alat-alat medis. Dia masih bisa bicara tapi, terbata-bata dan suaranya lirih. 

“Saya bantu memasang saja. Ya langsung tiba-tiba meledak dan sampai kena kepala cabang dan kepala bengkel,” terangnya. 

Menurutnya, pemasangan balon gas itu dalam rangka promosi salah satu merk mobil. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/