alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Maling HP di Lokasi Proyek, Piter Ngaku Terdesak Kebutuhan Hidup

BADUNG – Piter Baiyo Bili, maling HP yang ditangkap Polsek Mengwi, Badung pada Sabtu (18/12/2021) membeberkan alasan mengapa melakukan pencurian. Pria 33 tahun yang merupakan seorang residivis kasus pencurian dengan pemberatan ini mengaku motif mencuri karena terdesak kebutuhan hidup. 

Diketahui, Piter yang asal Desa Reda Wano, Kecamatan Wewena Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT itu ditangkap karena melakukan aksi pencurian. 

 

“Pelaku pernah ditangkap oleh Polsek Denpasar Selatan tahun 2016 dalam kasus pencurian yang divonis 1 tahun  penjara  dengan no perkara: 1077/PID.B/2016/PN DPS,” kata Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana.

Dijelaskannya bahwa pelaku merupakan spesialis pencurian yang kerap menyasar sejumlah bedeng dan lokasi proyek yang ada di Denpasar dan Badung.

 

Seperti saat mencuri dua unit HP dan dompet milik dua korban, Susanto asal Blora Jawa Tengah dan Tri Rinto Hartono asal Grobogan Jawa Tengah.

- Advertisement -

Pada Kamis (2/12/2022) sekitar pukul 19.00 Wita pelaku berangkat dari kosnya di Taman Sari Benoa dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixon DK 6704 AL. Dia menuju Pererenan, Mwngwi, Badung. Sesampainya di sana pelaku berhenti terlebih dahulu di sebuah warung kopi. Sekira pukul  23.00 wita pelaku berkeliling di seputaran Desa Pererenan Mengwi, untuk mencari lokasi bedeng atau proyek. 

Baca Juga:  Galungan di Padangsambian Geger, Suweca Ditemukan Tewas di Toilet

 

“Lalu pada hari jumat tangal 3 desember 2021 sekira pukul 01.00 wita pelaku  melihat sebuah proyek di perempatan antara banjar Kang Kang dan Banjar atiying Tutul. Dia lalu melancarkan aksinya,” ujar Sudana.

Di lokasi proyek lapangan tenis Banjar Kang-kang desa Pererenan, Mengwi, Badung, pelaku membawa kabur satu unit hp HP Xiomi Redmi 5 plus warna hitam, satu unit  HP Xiomi Redmi note 5a warna silver dan satu buah dompet kulit warna hitam yg berisi 1 lembar KTP,1 lembar SIM C,1 lembar ATM BNI, satu lembar STNK dan uang tunai sejumlah Rp 80 ribu. 

 

Kejadian bermula pada Kamis (2/12/2021) sekitar pukul 21.00 WITA. Korban Susanto tidur lebih awal dan menaruh HP miliknya di sisi tempat tidur. Sedangkan korban Tri Rinto Hartono masih lembur mengecat tembok. Sekitar pukul 23.30 WITA, korban Tri Hartono lalu mengecas HP-nya lalu tidur. Jumat (3/12/2021), korban Susanto bangun lebih awal sekitar pukul 05.30 WITA.

 

Dia melihat HP miliknya sudah hilang. Dia lalu membangunkan korban Tri Rinto Hartono untuk menanyakan keberadaan hp miliknya. Namun saat Tri Rinto Hartono terbangun, dia juga kaget lantaran hp miliknya beserta dompet juga tak ada di tempatnya. Atas kejadian itu kedua korban lalu membuat laporan ke Polsek Mengwi, Badung.

Baca Juga:  Antisipasi Mudik Lebih Awal, Siapkan 4 Pintu Pemeriksaan di Gilimanuk

 

Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi di lokasi kejadian, polisi menduga Piter Baiyo Bili sebagai pelakunya. Pada Sabtu (18/12/2021), polisi Polsek Mengwi, Badung melakukan pencarian terhadap terduga pelaku di sekitar kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan Badung.

“Namun anggota kami memperoleh informasi bahwa pelaku berada di Jimbaran., Selanjutnya team opsnal Polsek Mengwi melakukan pembuntutan terhadap pergerakan pelaku di Jimbaran. Pada pukul 16.00 pelaku terpantau berada di kosan di Taman Sari, Benoa dan ditangkap di sana,” beber Iptu Ketut Sudana.

 

Dari interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Saat itu dia masuk ke tempat proyek lokasi kejadian dengan cara melompati tembok pada sekitar pukul 01.00 WITA. Dia lalu mengambil HP dan dompet saat kedua korban tertidur lelap.

Setelah itu Piter membuang dompet hasil curian di kawasan Kuta. Dan dua HP yang dia curi disimpan dan untuk dijual. Kini dari penangkapan itu, polisi mengamankan dua HP curian dan sepeda motor milik pelaku.

- Advertisement -

BADUNG – Piter Baiyo Bili, maling HP yang ditangkap Polsek Mengwi, Badung pada Sabtu (18/12/2021) membeberkan alasan mengapa melakukan pencurian. Pria 33 tahun yang merupakan seorang residivis kasus pencurian dengan pemberatan ini mengaku motif mencuri karena terdesak kebutuhan hidup. 

Diketahui, Piter yang asal Desa Reda Wano, Kecamatan Wewena Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT itu ditangkap karena melakukan aksi pencurian. 

 

“Pelaku pernah ditangkap oleh Polsek Denpasar Selatan tahun 2016 dalam kasus pencurian yang divonis 1 tahun  penjara  dengan no perkara: 1077/PID.B/2016/PN DPS,” kata Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana.

Dijelaskannya bahwa pelaku merupakan spesialis pencurian yang kerap menyasar sejumlah bedeng dan lokasi proyek yang ada di Denpasar dan Badung.

 

Seperti saat mencuri dua unit HP dan dompet milik dua korban, Susanto asal Blora Jawa Tengah dan Tri Rinto Hartono asal Grobogan Jawa Tengah.

Pada Kamis (2/12/2022) sekitar pukul 19.00 Wita pelaku berangkat dari kosnya di Taman Sari Benoa dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixon DK 6704 AL. Dia menuju Pererenan, Mwngwi, Badung. Sesampainya di sana pelaku berhenti terlebih dahulu di sebuah warung kopi. Sekira pukul  23.00 wita pelaku berkeliling di seputaran Desa Pererenan Mengwi, untuk mencari lokasi bedeng atau proyek. 

Baca Juga:  NGERI! Lampu Depan Motor Mati, Pemotor Tabrak Pikap Tewas Mengenaskan

 

“Lalu pada hari jumat tangal 3 desember 2021 sekira pukul 01.00 wita pelaku  melihat sebuah proyek di perempatan antara banjar Kang Kang dan Banjar atiying Tutul. Dia lalu melancarkan aksinya,” ujar Sudana.

Di lokasi proyek lapangan tenis Banjar Kang-kang desa Pererenan, Mengwi, Badung, pelaku membawa kabur satu unit hp HP Xiomi Redmi 5 plus warna hitam, satu unit  HP Xiomi Redmi note 5a warna silver dan satu buah dompet kulit warna hitam yg berisi 1 lembar KTP,1 lembar SIM C,1 lembar ATM BNI, satu lembar STNK dan uang tunai sejumlah Rp 80 ribu. 

 

Kejadian bermula pada Kamis (2/12/2021) sekitar pukul 21.00 WITA. Korban Susanto tidur lebih awal dan menaruh HP miliknya di sisi tempat tidur. Sedangkan korban Tri Rinto Hartono masih lembur mengecat tembok. Sekitar pukul 23.30 WITA, korban Tri Hartono lalu mengecas HP-nya lalu tidur. Jumat (3/12/2021), korban Susanto bangun lebih awal sekitar pukul 05.30 WITA.

 

Dia melihat HP miliknya sudah hilang. Dia lalu membangunkan korban Tri Rinto Hartono untuk menanyakan keberadaan hp miliknya. Namun saat Tri Rinto Hartono terbangun, dia juga kaget lantaran hp miliknya beserta dompet juga tak ada di tempatnya. Atas kejadian itu kedua korban lalu membuat laporan ke Polsek Mengwi, Badung.

Baca Juga:  Galungan di Padangsambian Geger, Suweca Ditemukan Tewas di Toilet

 

Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi di lokasi kejadian, polisi menduga Piter Baiyo Bili sebagai pelakunya. Pada Sabtu (18/12/2021), polisi Polsek Mengwi, Badung melakukan pencarian terhadap terduga pelaku di sekitar kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan Badung.

“Namun anggota kami memperoleh informasi bahwa pelaku berada di Jimbaran., Selanjutnya team opsnal Polsek Mengwi melakukan pembuntutan terhadap pergerakan pelaku di Jimbaran. Pada pukul 16.00 pelaku terpantau berada di kosan di Taman Sari, Benoa dan ditangkap di sana,” beber Iptu Ketut Sudana.

 

Dari interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Saat itu dia masuk ke tempat proyek lokasi kejadian dengan cara melompati tembok pada sekitar pukul 01.00 WITA. Dia lalu mengambil HP dan dompet saat kedua korban tertidur lelap.

Setelah itu Piter membuang dompet hasil curian di kawasan Kuta. Dan dua HP yang dia curi disimpan dan untuk dijual. Kini dari penangkapan itu, polisi mengamankan dua HP curian dan sepeda motor milik pelaku.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/