alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Jual Teman ke Pria Hidung Belang,Wanita Mucikari Hanya Divonis 4 Bulan

NEGARA– Kasus prostitusi dengan terdakwa Ni Luh S, akhirnya menjalani sidang vonis secara daring alias online, Senin (20/4).

Saat sidang vonis dengan Ketua Majelis Hakim Haryuning Respanti, wanita mucikari berusia 46 tahun dan sempat bikin heboh jagad Bali ini akhirnya hanya diganjar dengan hukuman 4 bulan penjara dikurangi masa terdakwa menjalani penahanan sementara.

 Sesuai amar putusan, vonis hakim yang confirm (sama) dengan tuntutan jaksa penuntut umum, inikarena hakim menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 506 KUHP.

“Terdakwa Ni Luh S terbukti melakukan tindak pidana dengan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian,”tegas Ketua Majelis Hakim Haryuning Respanti.

Mendengar vonis majelis hakim, terdakwa langsung menerima putusan dan tidak mengajukan banding.

Seangkan pihak JPU melalui Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan juga menyatakan menerima

“Terdakwa menerima putusan, kami (JPU) juga menerima,” ujarnya.

Sesuai surat dakwaan, kasus yang menjerat Ni Luh S ini berawal dari perbuatan terdakwa menawarkan jasa seorang wanita pada pria untuk melayani hubungan intim di sebuah pondok wisata di Desa Baluk dengan tarif Rp 340 ribu.

Namun saat saksi korban Ayu EP dan saksi I Made S diamankan polisi, keduanya mengaku belum melakukan hubungan.

Atas perbuatannya sebagai mucikari, terdakwa mengaku hanya mendapat imbalan Rp 100 ribu.  

Seperti diketahui, sidang secara daring digelar sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Majelis hakim berada di ruang sidang PN Negara, jaksa penutut umum berada di Kejari Jembrana dan terdakwa berada dalam rumah tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Negara).



NEGARA– Kasus prostitusi dengan terdakwa Ni Luh S, akhirnya menjalani sidang vonis secara daring alias online, Senin (20/4).

Saat sidang vonis dengan Ketua Majelis Hakim Haryuning Respanti, wanita mucikari berusia 46 tahun dan sempat bikin heboh jagad Bali ini akhirnya hanya diganjar dengan hukuman 4 bulan penjara dikurangi masa terdakwa menjalani penahanan sementara.

 Sesuai amar putusan, vonis hakim yang confirm (sama) dengan tuntutan jaksa penuntut umum, inikarena hakim menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 506 KUHP.

“Terdakwa Ni Luh S terbukti melakukan tindak pidana dengan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian,”tegas Ketua Majelis Hakim Haryuning Respanti.

Mendengar vonis majelis hakim, terdakwa langsung menerima putusan dan tidak mengajukan banding.

Seangkan pihak JPU melalui Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan juga menyatakan menerima

“Terdakwa menerima putusan, kami (JPU) juga menerima,” ujarnya.

Sesuai surat dakwaan, kasus yang menjerat Ni Luh S ini berawal dari perbuatan terdakwa menawarkan jasa seorang wanita pada pria untuk melayani hubungan intim di sebuah pondok wisata di Desa Baluk dengan tarif Rp 340 ribu.

Namun saat saksi korban Ayu EP dan saksi I Made S diamankan polisi, keduanya mengaku belum melakukan hubungan.

Atas perbuatannya sebagai mucikari, terdakwa mengaku hanya mendapat imbalan Rp 100 ribu.  

Seperti diketahui, sidang secara daring digelar sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Majelis hakim berada di ruang sidang PN Negara, jaksa penutut umum berada di Kejari Jembrana dan terdakwa berada dalam rumah tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Negara).



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/