alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Korupsi Pengadaan Masker Rp 2,9 M di Dinsos Karangasem Naik Penyidikan

AMLAPURA- Kasus dugaan korupsi pengadaan masker jenis scuba di Dinas Sosial (Dinsos) Kabuapaten Karangasem terus bergulir.

Terbaru, atas kasus yang diduga merugikan keuangan Negara senilai Rp 2,9 miliar ini, penyidik dari Kejari Karangasem mulai menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Seperti diungkap Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra, Kamis (20/5).

Saat dikonfirmasi, Semara Putra mengatakan, naiknya status kasus tersebut dari yang sebelumnya penyelidikan hingga ke penyidikan ini sudah terjadi sebelum lebaran Idul Fitri.

Peningkatan status penyidikan ini ditandai adanya surat perintah penyidikan yang ditanda tangani langsung Kepala Kejari Karangasem Aji Kalbu Pribadi.

“Tanggal 17 Mei lalu itu tim penyidik mulai membuat rencana untuk tahapan selanjutnya dan Kajari sudah menunjuk tim penyidik untuk menangani kasus ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Didistribusikan, Penyidik Sita Ratusan Masker dari Pejabat Desa

Lebih lanjut Semara Putra menuturkan, langkah kedepan yang dilakukan tim penyidik tersebut akan melakukan pemeriksaan saksi mengacu hasil penyelidikan yang sebelumnya dilakukan oleh Kejari Karangasem.

“Kami sudah buat surat pemanggilan kepada saksi-saksi ini. Kami juga terus berusaha mengumpulkan bukti-bukti,” kata Semaraputra.

Beberapa saksi yang disasar yakni pihak-pihak yang dianggap memiliki keterkaitan terhadap pengadaan masker jenis scuba yang dilakukan pada tahun 2020 lalu.

“Seperti pejabat, rekanan dan lainnya yang berkaitan,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pengadaan masker jenis scuba oleh Pemkab Karangasem sudah dibidik Kejari Karangasem sejak beberapa bulan terakhir.

Kasus ini mencuat, karena Kajari Karangasem melihat adanya dugaan penyimpangan dalam pengadaan masker senilai Rp2,9 miliar untuk 512.797 masker untuk diberikan kepada masyarakat Karangasem.

Baca Juga:  Alamak, Belasan Tower Tanpa Izin di Karangasem Dibiarkan Beroperasi
- Advertisement -
- Advertisement -

AMLAPURA- Kasus dugaan korupsi pengadaan masker jenis scuba di Dinas Sosial (Dinsos) Kabuapaten Karangasem terus bergulir.

Terbaru, atas kasus yang diduga merugikan keuangan Negara senilai Rp 2,9 miliar ini, penyidik dari Kejari Karangasem mulai menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Seperti diungkap Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra, Kamis (20/5).


Saat dikonfirmasi, Semara Putra mengatakan, naiknya status kasus tersebut dari yang sebelumnya penyelidikan hingga ke penyidikan ini sudah terjadi sebelum lebaran Idul Fitri.

Peningkatan status penyidikan ini ditandai adanya surat perintah penyidikan yang ditanda tangani langsung Kepala Kejari Karangasem Aji Kalbu Pribadi.

“Tanggal 17 Mei lalu itu tim penyidik mulai membuat rencana untuk tahapan selanjutnya dan Kajari sudah menunjuk tim penyidik untuk menangani kasus ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Balap Liar Petang Hari, Pelaku & BB Motor Digelandang ke Kantor Polisi

Lebih lanjut Semara Putra menuturkan, langkah kedepan yang dilakukan tim penyidik tersebut akan melakukan pemeriksaan saksi mengacu hasil penyelidikan yang sebelumnya dilakukan oleh Kejari Karangasem.

“Kami sudah buat surat pemanggilan kepada saksi-saksi ini. Kami juga terus berusaha mengumpulkan bukti-bukti,” kata Semaraputra.

Beberapa saksi yang disasar yakni pihak-pihak yang dianggap memiliki keterkaitan terhadap pengadaan masker jenis scuba yang dilakukan pada tahun 2020 lalu.

“Seperti pejabat, rekanan dan lainnya yang berkaitan,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pengadaan masker jenis scuba oleh Pemkab Karangasem sudah dibidik Kejari Karangasem sejak beberapa bulan terakhir.

Kasus ini mencuat, karena Kajari Karangasem melihat adanya dugaan penyimpangan dalam pengadaan masker senilai Rp2,9 miliar untuk 512.797 masker untuk diberikan kepada masyarakat Karangasem.

Baca Juga:  Traffic Light Simpang Empat Subagan Dibiarkan Mati Berbulan-Bulan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/