alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Rugikan Negara Rp 157,5 Juta, Eks Kepala Pasar Kumbasari Dibui 3 Tahun

DENPASAR I Made Alit Nuada, 51, Mantan Kepala Pasar Kumbasari yang sebelumnya didakwa melakukan korupsi, Kamis (20/5) menjalani sidang vonis secara daring.

 

Didampingi tim penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar, Terdakwa Alit Nuada akhirnya diganjar hukuman pidana penjara selama tiga tahun.

 

“Menjatuhkan pidana penjara tiga tahun terhadap terdawka I Made Alit Nuada,” tegas hakim I Wayan Gede Rumega.

 

Hakim menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18, atau kedua Pasal 12 huruf E UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

- Advertisement -

 

Hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Selain itu terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 157.500.000. Dengan ketentuan apabila tidak membayar, harta benda terdakwa dapat disita dan dilelang.

Baca Juga:  [Update] Begini Kronologi Pria Yang Diamuk Massa Hingga Tewas di Kuta

 

“Jika tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa dipidana penjara selama satu bulan,” tegas hakim Rumega. 

 

Atas putusan hakim, terdakwa langsung menyatakan menerima. “Saya menerima, Yang Mulia,” ujar I Made Alit Nuada, 51, sesaat setelah mendegar putusan hakim Pengadilan Tipikor Denpasar.

 

Sedangkan pihak JPU masih menyatakan pikir-pikir.

 

Untuk diketahui, putusan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU. Begitu juga terkait pasal yang didakwakan oleh JPU berbeda dengan putusan majelis hakim.

 

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa I Made Alit Nuada dengan pidana penjara selama 4,5 tahun,dan denda Rp 250 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Baca Juga:  Perkosa Karyawan Tiara Dewata, Driver Ojol Diganjar 6 Tahun Penjara

 

Terdakwa dalam kurun waktu Maret 2018 hingga Mei 2019 memerintahkan petugas parkir untuk menyisihkan uang parkir setiap hari yang besarannya bervariasi. Uang itu harus disetorkan ke terdakwa setiap bulannya.

 

Awal ditangkapnya terdakwa bermula saat petugas kepolisian Polresta Denpasar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menangkap seorang petugas parkir inisial IKA di Pos Securiti Pasar Kumbasari, Selasa, 28 Mei 2019 sekitar pukul 11.00.

 

Dari IKA petugas kepolisian mengamankan uang Rp 6 juta. Perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara/daerah sebesar Rp 157.500.000. 

- Advertisement -

DENPASAR I Made Alit Nuada, 51, Mantan Kepala Pasar Kumbasari yang sebelumnya didakwa melakukan korupsi, Kamis (20/5) menjalani sidang vonis secara daring.

 

Didampingi tim penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar, Terdakwa Alit Nuada akhirnya diganjar hukuman pidana penjara selama tiga tahun.

 

“Menjatuhkan pidana penjara tiga tahun terhadap terdawka I Made Alit Nuada,” tegas hakim I Wayan Gede Rumega.

 

Hakim menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18, atau kedua Pasal 12 huruf E UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

 

Hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Selain itu terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 157.500.000. Dengan ketentuan apabila tidak membayar, harta benda terdakwa dapat disita dan dilelang.

Baca Juga:  Dua Pelaku Pelemparan Mobil Tertangkap, Polisi Kejar Tiga Pelaku Lain

 

“Jika tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa dipidana penjara selama satu bulan,” tegas hakim Rumega. 

 

Atas putusan hakim, terdakwa langsung menyatakan menerima. “Saya menerima, Yang Mulia,” ujar I Made Alit Nuada, 51, sesaat setelah mendegar putusan hakim Pengadilan Tipikor Denpasar.

 

Sedangkan pihak JPU masih menyatakan pikir-pikir.

 

Untuk diketahui, putusan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU. Begitu juga terkait pasal yang didakwakan oleh JPU berbeda dengan putusan majelis hakim.

 

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa I Made Alit Nuada dengan pidana penjara selama 4,5 tahun,dan denda Rp 250 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Baca Juga:  Diganjar 1 Tahun Penjara, Penyelundup Orang Utan Pikir-pikir

 

Terdakwa dalam kurun waktu Maret 2018 hingga Mei 2019 memerintahkan petugas parkir untuk menyisihkan uang parkir setiap hari yang besarannya bervariasi. Uang itu harus disetorkan ke terdakwa setiap bulannya.

 

Awal ditangkapnya terdakwa bermula saat petugas kepolisian Polresta Denpasar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menangkap seorang petugas parkir inisial IKA di Pos Securiti Pasar Kumbasari, Selasa, 28 Mei 2019 sekitar pukul 11.00.

 

Dari IKA petugas kepolisian mengamankan uang Rp 6 juta. Perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara/daerah sebesar Rp 157.500.000. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/