alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Terbukti Cabuli Ibu-Ibu di Pura, Oknum Bawati Dituntut 6 Tahun

DENPASAR–I Wayan M, 38, oknum bawati (sebelumnya sempat mengaku sulinggih) yang didakwa melakukan tindakan cabul terhadap seorang ibu-ibu berinisial KYD saat melukat di Pura Campuhan Pakerisan, Tampaksiring, Gianyar, Kamis (20/5) menjalani sidang tuntutan.

Digelar secara virtual atau online, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadapan Majelis Hakim pimpinan I Made Pasek akhirnya menuntut I Wayan M dengan tuntutan pidana selama 6 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Gede Putra Astawa mengungkapkan, tuntutan 6 tahun bagi terdakwa, karena JPU menilai, terdakwa Wayan M terbukti melakukan pencabulan terhadap seorang perempuan berinisial KYD saat melukat di Pura sebagaimana Pasal 289 KUHP.

“Tuntutannya enam tahun penjara sebagaimana dakwaan primer JPU,” ungkap Astawa.

Baca Juga:  SADIS! Begini Pengakuan Mengharukan Eka saat Disiram Air Panas Majikan

Tuntutan enam tahun ini di bawah ancaman hukuman maksimal dalam Pasal 289 KUHP, yakni sembilan tahun penjara.

Astawa menjelaskan, menanggapi tuntutan JPU, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan pledoi tertulis.

Pledoi terdakwa akan dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim dalam menjatuhkan putusan.

- Advertisement -

“Setelah pledoi barulah majelis hakim akan mempertimbangkan, baik itu tuntutan yang diajukan JPU maupun pembelaan dari terdakwa,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, I Wayan M mengaku sebagai sulinggih, kemudian diklarifikasi oleh PHDI Bali bahwa I Wayan M adalah bawati.

I Wayan M dilaporkan ke Polda Bali pada 9 Juli 2020 atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap korban KYD.

Korban diduga mendapat perlakukan cabul dari terdakwa saat melukat atau melakukan upacara spiritual pembersihan diri. 

Baca Juga:  Korban Penyekapan Diteror, Pelaku Penyekapan Masih Bebas Berkeliaran
- Advertisement -

DENPASAR–I Wayan M, 38, oknum bawati (sebelumnya sempat mengaku sulinggih) yang didakwa melakukan tindakan cabul terhadap seorang ibu-ibu berinisial KYD saat melukat di Pura Campuhan Pakerisan, Tampaksiring, Gianyar, Kamis (20/5) menjalani sidang tuntutan.

Digelar secara virtual atau online, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dihadapan Majelis Hakim pimpinan I Made Pasek akhirnya menuntut I Wayan M dengan tuntutan pidana selama 6 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Gede Putra Astawa mengungkapkan, tuntutan 6 tahun bagi terdakwa, karena JPU menilai, terdakwa Wayan M terbukti melakukan pencabulan terhadap seorang perempuan berinisial KYD saat melukat di Pura sebagaimana Pasal 289 KUHP.

“Tuntutannya enam tahun penjara sebagaimana dakwaan primer JPU,” ungkap Astawa.

Baca Juga:  Kepala¬†Ombudsman Bali:¬† Bebas Calo atau Calo Bebas di Sana?

Tuntutan enam tahun ini di bawah ancaman hukuman maksimal dalam Pasal 289 KUHP, yakni sembilan tahun penjara.

Astawa menjelaskan, menanggapi tuntutan JPU, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan pledoi tertulis.

Pledoi terdakwa akan dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim dalam menjatuhkan putusan.

“Setelah pledoi barulah majelis hakim akan mempertimbangkan, baik itu tuntutan yang diajukan JPU maupun pembelaan dari terdakwa,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, I Wayan M mengaku sebagai sulinggih, kemudian diklarifikasi oleh PHDI Bali bahwa I Wayan M adalah bawati.

I Wayan M dilaporkan ke Polda Bali pada 9 Juli 2020 atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap korban KYD.

Korban diduga mendapat perlakukan cabul dari terdakwa saat melukat atau melakukan upacara spiritual pembersihan diri. 

Baca Juga:  Bawa 18 Paket Sabu Siap Edar, Pria Pengangguran Dibekuk

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/