alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

KKP Akui Sering Temukan Warga Pakai Suket Palsu Saat Keluar-Masuk Bali

NEGARA-Penggunaan surat keterangan (suket) rapid test antigen dan sertifikat vaksin palsu bukan hal baru bagi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk.

Bahkan praktek penggunaan suket rapid dan sertifikat palsu itu diakui sering ditemukan saat melakukan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Seperti disampaikan Koordinator KKP Gilimanuk Yeti Sugiarti. Saat dikonfirmasi, Kamis (19/8) kemarin, pihaknya mengakui sudah sering menemukan adanya modus menggunakan rapid test dan sertifikat vaksin diduga palsu.

Bahkan imbuh Yeti, saat pemeriksaan, pihaknya juga sering menemukan pelaku perjalanan dari dan keluar Bali yang menggunakan surat keterangan milik orang lain.

“Yang keluar Bali juga ada, yang masuk Bali juga ada. Karena yang tahu surat palsu kan benarnya KKP. Dan modus ini sebenarnya sudah lama” ungkapnya.

Baca Juga:  Soal Salam Tempel di Gilimanuk, Dandim Jembrana Minta Polisi Mengusut

Selama ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib jika menemukan adanya surat keterangan diduga palsu dan milik orang lain yang digunakan pelaku perjalanan.

Meski tidak setiap hari terjadi, modus tersebut diakui sudah sering terjadi.

“Setiap pemeriksaan kami teliti dulu. selain memeriksa berkas dan identitas, pelaku perjalanan juga harus buka masker untuk memastikan. Karena kalau lihat sepintas tidak kelihatan,” ungkapnya.


NEGARA-Penggunaan surat keterangan (suket) rapid test antigen dan sertifikat vaksin palsu bukan hal baru bagi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk.

Bahkan praktek penggunaan suket rapid dan sertifikat palsu itu diakui sering ditemukan saat melakukan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Seperti disampaikan Koordinator KKP Gilimanuk Yeti Sugiarti. Saat dikonfirmasi, Kamis (19/8) kemarin, pihaknya mengakui sudah sering menemukan adanya modus menggunakan rapid test dan sertifikat vaksin diduga palsu.

Bahkan imbuh Yeti, saat pemeriksaan, pihaknya juga sering menemukan pelaku perjalanan dari dan keluar Bali yang menggunakan surat keterangan milik orang lain.

“Yang keluar Bali juga ada, yang masuk Bali juga ada. Karena yang tahu surat palsu kan benarnya KKP. Dan modus ini sebenarnya sudah lama” ungkapnya.

Baca Juga:  Dituntut 17 Tahun, Pengedar Narkoba Kelas Kakap Kena 13 Tahun Penjara

Selama ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib jika menemukan adanya surat keterangan diduga palsu dan milik orang lain yang digunakan pelaku perjalanan.

Meski tidak setiap hari terjadi, modus tersebut diakui sudah sering terjadi.

“Setiap pemeriksaan kami teliti dulu. selain memeriksa berkas dan identitas, pelaku perjalanan juga harus buka masker untuk memastikan. Karena kalau lihat sepintas tidak kelihatan,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/