alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Puluhan Napi di Blok Sanur Reaktif Covid-19, LP Kerobokan Di-lockdown

BADUNG-Rapid test massal dan lockdown terpaksa dilakukan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Badung, Bali.

Pelaksanaan tes cepat dan penutupan aktivitas di Lapas terbesar di Bali, itu menyusul dengan munculnya keluhan deman sejumlah warga binaan pemasyarakat (WBP) di Blok Sanur pada dua minggu lalu.

Seperti dibenarkan Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Yulius Sahruzah, Selasa (20/10).

Menurutnya, adanya keluhan sejumlah warga binaan itu terungkap berdasarkan laporan dokter lapas.

Sesuai laporan, ada sekitar 4 (Empat)-5 (Lima) warga binaan di Blok Sanur yang mengeluhkan sakit demam dengan beberapa orang diantaranya mengaku kehilangan rasa pada indra pengecapnya.
.

“Sekarang ini lagi masa pancaroba juga, jadi kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” akunya.

Baca Juga:  Bawa Happy Five dari Malaysia, DJ Ternama Terancam 10 Tahun

Selanjutnya, atas keluhan WBP itu, pihak Lapas Kelas II A Kerobokan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Badung melakukan langkah antisipasi dengan menggelar rapid test massal.

Dari hasil rapid test massal yang dilakukan di Blok Sanur yang saat itu berpenghuni 100 orang, 21 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19.

“Yang reaktif ini langsung kami pisahkan. Tetapi mereka ini sehat dan tidak ada keluhan sakit,”imbuhnya.

Selanjutnya, selain melakukan rapid test di Blok Sanur, untuk antisipasi, seluruh petugas dan WBP di Lapas Kerobokan yang saat ini berjumlah 1.315 orang juga dilakukan tindakan serupa (rapid test massal).

“Semuanya di rapid test, termasuk petugas. Kemungkinan rapid test masal itu baru selesai besok (Rabu (21/10)). Saat ini pihak Lapas masih menunggu, dan jika nantinya ada yang reaktif kita rencananya akan melanjutkan dengan swab test,”jelasnya.

Baca Juga:  Depresi Sakit Maag Tak Sembuh, Emak-emak Warga Ubud Tewas Gantung Diri

 

Sementara itu, dengan temuan WBP reaktif dari hasil rapid test, Yulius menegaskan jika saat ini, pihaknya langsung melakukan lockdown di Lapas Kerobokan sampai situasi dirasa aman.

 

“Lockdown sudah kami dilakukan sejak dua minggu lalu,”tandasnya.

Selama lockdown, pihak Lapas Kerobokan imbuh Yulius tidak menerima tahanan baru, termasuk meniadakan kunjungan.

 



BADUNG-Rapid test massal dan lockdown terpaksa dilakukan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Badung, Bali.

Pelaksanaan tes cepat dan penutupan aktivitas di Lapas terbesar di Bali, itu menyusul dengan munculnya keluhan deman sejumlah warga binaan pemasyarakat (WBP) di Blok Sanur pada dua minggu lalu.

Seperti dibenarkan Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Yulius Sahruzah, Selasa (20/10).

Menurutnya, adanya keluhan sejumlah warga binaan itu terungkap berdasarkan laporan dokter lapas.

Sesuai laporan, ada sekitar 4 (Empat)-5 (Lima) warga binaan di Blok Sanur yang mengeluhkan sakit demam dengan beberapa orang diantaranya mengaku kehilangan rasa pada indra pengecapnya.
.

“Sekarang ini lagi masa pancaroba juga, jadi kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” akunya.

Baca Juga:  Duh Gusti, Tinggalkan Bayi Masih Merah, Ayah Ini Terancam 20 Tahun Bui

Selanjutnya, atas keluhan WBP itu, pihak Lapas Kelas II A Kerobokan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Badung melakukan langkah antisipasi dengan menggelar rapid test massal.

Dari hasil rapid test massal yang dilakukan di Blok Sanur yang saat itu berpenghuni 100 orang, 21 orang diantaranya dinyatakan reaktif Covid-19.

“Yang reaktif ini langsung kami pisahkan. Tetapi mereka ini sehat dan tidak ada keluhan sakit,”imbuhnya.

Selanjutnya, selain melakukan rapid test di Blok Sanur, untuk antisipasi, seluruh petugas dan WBP di Lapas Kerobokan yang saat ini berjumlah 1.315 orang juga dilakukan tindakan serupa (rapid test massal).

“Semuanya di rapid test, termasuk petugas. Kemungkinan rapid test masal itu baru selesai besok (Rabu (21/10)). Saat ini pihak Lapas masih menunggu, dan jika nantinya ada yang reaktif kita rencananya akan melanjutkan dengan swab test,”jelasnya.

Baca Juga:  New Normal Belum Dibuka, AMD Berbagi Dengan Warga Terdampak Covid-19

 

Sementara itu, dengan temuan WBP reaktif dari hasil rapid test, Yulius menegaskan jika saat ini, pihaknya langsung melakukan lockdown di Lapas Kerobokan sampai situasi dirasa aman.

 

“Lockdown sudah kami dilakukan sejak dua minggu lalu,”tandasnya.

Selama lockdown, pihak Lapas Kerobokan imbuh Yulius tidak menerima tahanan baru, termasuk meniadakan kunjungan.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/