27.6 C
Denpasar
Monday, May 29, 2023

Ditangkap di Kos di Kawasan Ubung, Kurir Sabu Pasrah Divonis 7 Tahun

DENPASAR– Nasib terdakwa Komang Agung Balasiwa ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Pemuda 21 tahun itu tak mendapat pengurangan pidana dari hakim. Dituntut tujuh tahun penjara oleh JPU, dijatuhi hukuman tujuh tahun pula oleh hakim PN Denpasar.

Selain dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun, Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi yang memimpin sidang juga menjatuhkan pidana denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara.

“Perbuatan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU Narkotika,” tegas hakim Adnya Dewi.

Sembilan paket itu diperoleh berat keseluruhan 9,01 gram brutto atau 7,30 gram netto. Terdakwa kelahiran Denpasar 12 Januari 2000 ini ditangkap di kosnya di kosnya di Banjar Merta Gangga, Ubung Kaja, Denpasar Utara, pada 11 Juni 2021.

Baca Juga:  Ngebet Damai dengan Bos PT. Maspion, Ini Tawaran Eks Wagub Baliā€¦

Polisi menemukan 8 paket sabu. Ketika diinterogasi, terdakwa mengaku telah menempel satu paket plastik klip sabu di sekitar Jalan Cargo. Ternyata benar, petugas yang menuju lokasi menemukan satu paket sabu.

Terdakwa mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial AC (DPO). AC adalah pemilik sabu tersebut, dan terdakwa bekerja menempel sabu.

Dari pekerjaan itu, terdakwa mendapat upah satu paket sabu secara gratis.

Terhadap putusan majelis hakim, terdakwa hanya bisa pasrah.

“ Yang Mulia, terdakwa menerima,” ujar Dewi Maria Wulandari, pengacara terdakwa. Sikap menerima putusan juga datang dari JPU Kejari Badung. 



DENPASAR– Nasib terdakwa Komang Agung Balasiwa ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Pemuda 21 tahun itu tak mendapat pengurangan pidana dari hakim. Dituntut tujuh tahun penjara oleh JPU, dijatuhi hukuman tujuh tahun pula oleh hakim PN Denpasar.

Selain dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun, Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi yang memimpin sidang juga menjatuhkan pidana denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara.

“Perbuatan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU Narkotika,” tegas hakim Adnya Dewi.

Sembilan paket itu diperoleh berat keseluruhan 9,01 gram brutto atau 7,30 gram netto. Terdakwa kelahiran Denpasar 12 Januari 2000 ini ditangkap di kosnya di kosnya di Banjar Merta Gangga, Ubung Kaja, Denpasar Utara, pada 11 Juni 2021.

Baca Juga:  Duh Gusti, Tinggalkan Bayi Masih Merah, Ayah Ini Terancam 20 Tahun Bui

Polisi menemukan 8 paket sabu. Ketika diinterogasi, terdakwa mengaku telah menempel satu paket plastik klip sabu di sekitar Jalan Cargo. Ternyata benar, petugas yang menuju lokasi menemukan satu paket sabu.

Terdakwa mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial AC (DPO). AC adalah pemilik sabu tersebut, dan terdakwa bekerja menempel sabu.

Dari pekerjaan itu, terdakwa mendapat upah satu paket sabu secara gratis.

Terhadap putusan majelis hakim, terdakwa hanya bisa pasrah.

“ Yang Mulia, terdakwa menerima,” ujar Dewi Maria Wulandari, pengacara terdakwa. Sikap menerima putusan juga datang dari JPU Kejari Badung. 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru