alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Mau Pesta Sabu, Digerebek Polisi, Dua Pemuda Klungkung Gagal Nge-Fly

BANGLI-Rencana menggelar pesta sabu di kawasan Jalan Tirta Empul LC Subak Aya, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, dua pemuda asal Klungkung malah digerebek polisi.

 

Alhasil, keduanya pun langsung gagal ‘Nge-fly’ setelah polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli menangkap keduanya.

 

Kedua pemuda yang ditangkap itu, yakni masing-masing berinisial IKEA dan INS.

 

Keduanya ditangkap Satuan Resnarkoba Polres Bangli, pada Kamis pekan lalu (14/1).

 

Kasat Resnarkoba Polres Bangli, AKP I Nyoman Sudarma, didampingi Kasubbag Humas, AKP Sulhadi menjelaskan, pelaku inisial IKEA bersasal dari Lingkungan Bendul, Kota Semarapura Tengah.

 

Dia ditangkap bersama temannya inisial INS yang berasal dari Kecamatan Banjarangkan.

 

Saat digerebek polisi, mereka berdua sedang berada di kawasan Jalan Tirta Empul, LC Uma Aya.

 

“Pelaku IKEA dan INS ditangkap saat akan melakukan pesta sabu di seputaran tempat tersebut,” ujar AKP Sudarma, saat press rilis, Kamis kemarin (21/1).

 

Dalam penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu klip bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 0,19 gram.

 

Satu potong pipet yang digunakan untuk menghisap sabu, satu buah botol kaca, satu buah Handphone dan satu unit sepeda motor milik pelaku.

 

Dari hasil pemeriksaan, INS merupakan pekerja serabutan ini mengaku telah mengkonsumsi sabu sejak 2019.

 

“Karena depresi ditinggal istri. Sedangkan pelaku IKEA bekerja sebagai pedagang makanan khas Bali, mengaku menggunakan sejak 2020 dengan alasan doping saat lelah bekerja,” jelasnya.

 

Keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang bertempat tinggal di wilayah Denpasar.

 

Kini, atas perbuatannya, selain harus meringkuk di balik jeruji besi rutan Polres Bangli, kedua tersangka juga dijerat dengan Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 8 miliar,” pungkas AKP Sudarma.



BANGLI-Rencana menggelar pesta sabu di kawasan Jalan Tirta Empul LC Subak Aya, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, dua pemuda asal Klungkung malah digerebek polisi.

 

Alhasil, keduanya pun langsung gagal ‘Nge-fly’ setelah polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli menangkap keduanya.

 

Kedua pemuda yang ditangkap itu, yakni masing-masing berinisial IKEA dan INS.

 

Keduanya ditangkap Satuan Resnarkoba Polres Bangli, pada Kamis pekan lalu (14/1).

 

Kasat Resnarkoba Polres Bangli, AKP I Nyoman Sudarma, didampingi Kasubbag Humas, AKP Sulhadi menjelaskan, pelaku inisial IKEA bersasal dari Lingkungan Bendul, Kota Semarapura Tengah.

 

Dia ditangkap bersama temannya inisial INS yang berasal dari Kecamatan Banjarangkan.

 

Saat digerebek polisi, mereka berdua sedang berada di kawasan Jalan Tirta Empul, LC Uma Aya.

 

“Pelaku IKEA dan INS ditangkap saat akan melakukan pesta sabu di seputaran tempat tersebut,” ujar AKP Sudarma, saat press rilis, Kamis kemarin (21/1).

 

Dalam penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu klip bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 0,19 gram.

 

Satu potong pipet yang digunakan untuk menghisap sabu, satu buah botol kaca, satu buah Handphone dan satu unit sepeda motor milik pelaku.

 

Dari hasil pemeriksaan, INS merupakan pekerja serabutan ini mengaku telah mengkonsumsi sabu sejak 2019.

 

“Karena depresi ditinggal istri. Sedangkan pelaku IKEA bekerja sebagai pedagang makanan khas Bali, mengaku menggunakan sejak 2020 dengan alasan doping saat lelah bekerja,” jelasnya.

 

Keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang bertempat tinggal di wilayah Denpasar.

 

Kini, atas perbuatannya, selain harus meringkuk di balik jeruji besi rutan Polres Bangli, kedua tersangka juga dijerat dengan Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp 8 miliar,” pungkas AKP Sudarma.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/