alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Polisi Sebut Ada Dua Versi Penganiayaan Antara Tiga Bule di Canggu

BADUNG – Polda Bali telah menerima dua laporan dalam perkelahian di diskotek Behind The Green Door, Jalan Subak Sari Nomor 90A, Brawa, Canggu, Kuta Utara, Badung. Dua laporan ini mengandung dua versi berbeda terjadinya perkelahian tersebut.

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombespol Surawan, Minggu (20/2) menjelaskan, setelah menerima laporan dari bule Rusia bernama Titov Sergey, 37, yang mengaku dikeroyok, polisi menerima laporan dari Masters Aaron Paul, 46, warga Australia dan Frazer William Alexander, 40, asal Inggris.

 

“Kami sudah menerima laporan dari bule Rusia. Juga bule Australia dan Inggris telah lapor balik. Ya, saling lapor mereka,” jelas Kombespol Surawan.

Kombespol Surawan pun menyatakan sejauh ini ada dua versi berbeda berdasarkan dua laporan mereka yang bertikai. Oleh sebab itu, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Baik terhadap pelapor dan terlapor. Termasuk bukti petunjuk pun masih didalami.

 

“Kita masih memeriksa saksi dan mengecek CCTV terkait dugaan tindak pidana penganiayaan. Kedua pelah pihak klaim jadi korban. Kita masih dalami,” pungkas Surawan.

Baca Juga:  Nekat Jadi Pengedar Narkoba, Pasangan Kumpul Kebo Dibekuk

 

Sebagaimana berita sebelumnya, bule Rusia bernama Titov Sergey mengaku dikeroyok Masters Aaron Paul, 46, asal Australia dan Frazer William Alexader, 40, asal Inggris. Dia pun melapor ke polisi dengan nomor STTL/94/11/2022/SPKT/Polda Bali, tanggal 19 Februari 2022.

 

Dalam laporan tersebut, Titov Sergey mengaku menjelaskan, perkara ini berawal ketika dia bersama teman-teman datang ke tempat hiburan malam Behind The Green Door sekitar pukul 23.30. Titov Sergey mengaku diajak ke TKP oleh Masters Aaron Paul. Sampainya di sana baru berkenalan dengan Frazer William Alexader.

Di tempat hiburan tersebut, ada juga dua teman lagi bernama Inne Tresna Dewi asal Jakarta, dan warga asing bernama Ohtsubo Mudsunori. Memang, lima orang ini saling kenal.

 

Kelima orang ini lalu memesan makanan dan minuman di tempat hiburan terdapat Cocktail Lounge & Music Emporium itu. Mereka lalu menyantap makanan dan minum sambil mendengarkan musik sambil menikmati malam di TKP.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Bandel, Kubu CPNS Lila Arsana Protes Keras

Ketika pelayan datang membawa nota tagihan kepada kelima WNA ini sekitar pukul 03.00, terjadi ketegangan antara mereka. Pelayan awalnya menyerahkan nota kepada Titov Sergey. Lalu diserahkan Masters Aaron Paul dan Frazer William Alexader, yang ada di sampingnya. Masters Aaron Paul dan Frazer William Alexander menolak menolak dengan alasan terlalu banyak tagihan.

Terjadilah perdebatan. Setelah beberapa saat, Titov Sergey ditampar diduga oleh Masters hingga jatuh dan keseleo pada tiga jari. Saat bangun, giliran Frazer menggigit tangan kanan Titov.

Selanjutnya Titov Sergey bersedia membayar 20 persen dan sisanya 80 persen dibayar oleh Masters Aaron Paul dan Frazer William Alexader.

Setelah itu, Titov Sergey pergi meninggalkan tempat kejadian. Namun, dia disusul oleh kedua bule tersebut ke pintu bagian depan tempat hiburan tersebut. Di sana, Titov Sergey dianiaya di bagian wajah, pelipis kanan, rahang kanan, alis kiri dan telinganya pun memar. Ia mendapatkan luka jahitan juga.



BADUNG – Polda Bali telah menerima dua laporan dalam perkelahian di diskotek Behind The Green Door, Jalan Subak Sari Nomor 90A, Brawa, Canggu, Kuta Utara, Badung. Dua laporan ini mengandung dua versi berbeda terjadinya perkelahian tersebut.

 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombespol Surawan, Minggu (20/2) menjelaskan, setelah menerima laporan dari bule Rusia bernama Titov Sergey, 37, yang mengaku dikeroyok, polisi menerima laporan dari Masters Aaron Paul, 46, warga Australia dan Frazer William Alexander, 40, asal Inggris.

 

“Kami sudah menerima laporan dari bule Rusia. Juga bule Australia dan Inggris telah lapor balik. Ya, saling lapor mereka,” jelas Kombespol Surawan.

Kombespol Surawan pun menyatakan sejauh ini ada dua versi berbeda berdasarkan dua laporan mereka yang bertikai. Oleh sebab itu, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Baik terhadap pelapor dan terlapor. Termasuk bukti petunjuk pun masih didalami.

 

“Kita masih memeriksa saksi dan mengecek CCTV terkait dugaan tindak pidana penganiayaan. Kedua pelah pihak klaim jadi korban. Kita masih dalami,” pungkas Surawan.

Baca Juga:  UPDATE! Visum Bule Jerman, Tim Dokter Forensik Temukan Dua Luka Tembak

 

Sebagaimana berita sebelumnya, bule Rusia bernama Titov Sergey mengaku dikeroyok Masters Aaron Paul, 46, asal Australia dan Frazer William Alexader, 40, asal Inggris. Dia pun melapor ke polisi dengan nomor STTL/94/11/2022/SPKT/Polda Bali, tanggal 19 Februari 2022.

 

Dalam laporan tersebut, Titov Sergey mengaku menjelaskan, perkara ini berawal ketika dia bersama teman-teman datang ke tempat hiburan malam Behind The Green Door sekitar pukul 23.30. Titov Sergey mengaku diajak ke TKP oleh Masters Aaron Paul. Sampainya di sana baru berkenalan dengan Frazer William Alexader.

Di tempat hiburan tersebut, ada juga dua teman lagi bernama Inne Tresna Dewi asal Jakarta, dan warga asing bernama Ohtsubo Mudsunori. Memang, lima orang ini saling kenal.

 

Kelima orang ini lalu memesan makanan dan minuman di tempat hiburan terdapat Cocktail Lounge & Music Emporium itu. Mereka lalu menyantap makanan dan minum sambil mendengarkan musik sambil menikmati malam di TKP.

Baca Juga:  Batu Berserakan Di Badan Jalan & Membahayakan, Warga Protes

Ketika pelayan datang membawa nota tagihan kepada kelima WNA ini sekitar pukul 03.00, terjadi ketegangan antara mereka. Pelayan awalnya menyerahkan nota kepada Titov Sergey. Lalu diserahkan Masters Aaron Paul dan Frazer William Alexader, yang ada di sampingnya. Masters Aaron Paul dan Frazer William Alexander menolak menolak dengan alasan terlalu banyak tagihan.

Terjadilah perdebatan. Setelah beberapa saat, Titov Sergey ditampar diduga oleh Masters hingga jatuh dan keseleo pada tiga jari. Saat bangun, giliran Frazer menggigit tangan kanan Titov.

Selanjutnya Titov Sergey bersedia membayar 20 persen dan sisanya 80 persen dibayar oleh Masters Aaron Paul dan Frazer William Alexader.

Setelah itu, Titov Sergey pergi meninggalkan tempat kejadian. Namun, dia disusul oleh kedua bule tersebut ke pintu bagian depan tempat hiburan tersebut. Di sana, Titov Sergey dianiaya di bagian wajah, pelipis kanan, rahang kanan, alis kiri dan telinganya pun memar. Ia mendapatkan luka jahitan juga.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/