alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tangkap 9 Ekor Penyu, Nelayan di Jembrana Jadi Tersangka dan Ditahan

NEGARA – Polisi akhirnya menetapkan Sakrani, 57, sebagai tersangka yang diduga sebagai pemilik dari penyu yang diamankan di perairan Desa Pengambengan, Jembrana, Bali. Dia juga ditahan.

 

Sakrani merupakan nelayan yang setiap hari bekerja mencari ikan di perairan selat Bali. Karena mendengar kabar harga jual penyu mahal, ia mencoba untuk menangkap sendiri penyu di selatan perairan Banyuwangi.

 

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pada saat pengungkapan penyu ini memang ada satu orang yang diamankan berinisial MB. Namun dari interogasi, pria yang bekerja sebagai buruh kuras perahu ini mengaku hanya disuruh untuk memindahkan perahu fiber berisi sembilan ekor penyu dari luar kolam labuh ke dalam kolam kabuh PPN Pengambengan.

Baca Juga:  Telan Sabu saat Masuk Bali, Diciduk, Kaki & Tangan WNA Nepal Dirantai

 

Dari penyelidikan, terungkap bahwa pemilik dari sembilan ekor penyu tersebut merupakan Sakrani. Akibat perbuatannya, Sakrani dijerat dengan pasal 21 ayat 2 huruf a, junto pasal 40 ayat 2 dan atau pasal 21 ayat 2 junto pasal 40 ayat 4 Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

 

“Tersangka ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Seperti diketahui, Polres Jembrana menggagalkan upaya penyelundupan penyu ke Bali. Pengungkapan satwa dilindungi ini berawal informasi masyarakat bahwa ada aktivitas seseorang yang membawa penyu dalam perahu fiber.

 

Petugas kepolisian dari satuan polisi perairan kemudian mendatangi perahu fiber tersebut dan seorang warga berinisial MB,40.

Baca Juga:  Sakrani Tangkap Penyu karena Berharga Mahal tapi Tak Tahu Dilindungi

 

Barang bukti penyu dan pria yang berada di perahu tersebut diamankan ke Polres Jembrana. Hingga Senin (21/2), polisi masih mendalami pengungkapan penyu yang terancam punah tersebut.

 

Sementara dari penanganan awal, saat ditemukan kondisi penyu masih hidup dengan flipper penyu yang terikat. Agar kondisi penyu tetap terawat, dititipkan sementara ke tempat penangkaran penyu Kurma Asih, Desa Perancak.



NEGARA – Polisi akhirnya menetapkan Sakrani, 57, sebagai tersangka yang diduga sebagai pemilik dari penyu yang diamankan di perairan Desa Pengambengan, Jembrana, Bali. Dia juga ditahan.

 

Sakrani merupakan nelayan yang setiap hari bekerja mencari ikan di perairan selat Bali. Karena mendengar kabar harga jual penyu mahal, ia mencoba untuk menangkap sendiri penyu di selatan perairan Banyuwangi.

 

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pada saat pengungkapan penyu ini memang ada satu orang yang diamankan berinisial MB. Namun dari interogasi, pria yang bekerja sebagai buruh kuras perahu ini mengaku hanya disuruh untuk memindahkan perahu fiber berisi sembilan ekor penyu dari luar kolam labuh ke dalam kolam kabuh PPN Pengambengan.

Baca Juga:  Zaenal Tayeb Tawarkan Jalan Damai, Kubu Hendar Percayakan ke Polisi

 

Dari penyelidikan, terungkap bahwa pemilik dari sembilan ekor penyu tersebut merupakan Sakrani. Akibat perbuatannya, Sakrani dijerat dengan pasal 21 ayat 2 huruf a, junto pasal 40 ayat 2 dan atau pasal 21 ayat 2 junto pasal 40 ayat 4 Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

 

“Tersangka ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Seperti diketahui, Polres Jembrana menggagalkan upaya penyelundupan penyu ke Bali. Pengungkapan satwa dilindungi ini berawal informasi masyarakat bahwa ada aktivitas seseorang yang membawa penyu dalam perahu fiber.

 

Petugas kepolisian dari satuan polisi perairan kemudian mendatangi perahu fiber tersebut dan seorang warga berinisial MB,40.

Baca Juga:  Sakrani Tangkap Penyu karena Berharga Mahal tapi Tak Tahu Dilindungi

 

Barang bukti penyu dan pria yang berada di perahu tersebut diamankan ke Polres Jembrana. Hingga Senin (21/2), polisi masih mendalami pengungkapan penyu yang terancam punah tersebut.

 

Sementara dari penanganan awal, saat ditemukan kondisi penyu masih hidup dengan flipper penyu yang terikat. Agar kondisi penyu tetap terawat, dititipkan sementara ke tempat penangkaran penyu Kurma Asih, Desa Perancak.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/