alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Ayah dan Anak Jadi Tersangka

SINGARAJA – Polisi akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan berdarah yang terjadi di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Penetapan tersangka itu baru dilakukan setelah 2 pekan melakukan penyelidikan kasus tersebut.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, saat ini salah satu laporan polisi telah ditingkatkan menjadi penyidikan. Laporan yang dimaksud adalah laporan yang dilayangkan Luh Ayu Widiani.

 

Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan 2 orang tersangka. Mereka adalah Kadek Arsana alias Kadek Toris dan Gede Pariasa alias Gede Porda. Keduanya merupakan ayah dan anak.

“Keduanya sudah diamankan di Mapolres Buleleng,” kata Sumarjaya saat ditemui Senin (21/3).

 

Dari hasil penyelidikan polisi, keduanya diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP.

 

“Berdasarkan hal tersebut, kami menetapkan 2 orang sebagai tersangka. Keduanya diduga bertanggungjawab terhadap perbuatan penganiayaan,” tegas Sumarjaya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Keluarga yang bertetangga, yakni keluarga Putu Mas Merta dan keluarga Kadek Arsana alias Kadek Toris.

 

Versi keluarga Putu Mas Merta, Kadek Arsana alias Kadek Toris mengeroyok keluarga mereka menggunakan parang dan linggis. Sementara versi keluarga Kadek Toris, justru Putu Mas Merta yang menantang Kadek Toris berkelahi.

 

Akibatnya dalam peristiwa tersebut ada 4 orang keluarga Putu Mas Merta yang mengalami luka. Mereka adalah Putu Mas Merta, 47, yang mengalami luka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam; Kadek Bayu Widana, 18, yang mengalami luka tusuk di perut kiri dan kepala belakang sebelah kiri;

Komang NM, 14, yang mengalami luka dalam di bagian kepala dan dada; serta Luh Ayu Widiani, 47, yang mengalami luka memar pada kepala dan tangan kanan. Seluruhnya kini dirawat di RSUD Buleleng.

 

Sementara dari pihak keluarga Kadek Arsana, ada 2 orang yang menjadi korban. yakni Kadek Arsana alias Toris yang mengalami luka pada bagian kepala atas sebelah kanan; serta Gede Porda, 30, yang mengalami patah tulang pada tangan kiri. Keduanya sempat dirawat di RS Parama Sidhi.



SINGARAJA – Polisi akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan berdarah yang terjadi di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Penetapan tersangka itu baru dilakukan setelah 2 pekan melakukan penyelidikan kasus tersebut.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, saat ini salah satu laporan polisi telah ditingkatkan menjadi penyidikan. Laporan yang dimaksud adalah laporan yang dilayangkan Luh Ayu Widiani.

 

Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan 2 orang tersangka. Mereka adalah Kadek Arsana alias Kadek Toris dan Gede Pariasa alias Gede Porda. Keduanya merupakan ayah dan anak.

“Keduanya sudah diamankan di Mapolres Buleleng,” kata Sumarjaya saat ditemui Senin (21/3).

 

Dari hasil penyelidikan polisi, keduanya diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP.

 

“Berdasarkan hal tersebut, kami menetapkan 2 orang sebagai tersangka. Keduanya diduga bertanggungjawab terhadap perbuatan penganiayaan,” tegas Sumarjaya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Keluarga yang bertetangga, yakni keluarga Putu Mas Merta dan keluarga Kadek Arsana alias Kadek Toris.

 

Versi keluarga Putu Mas Merta, Kadek Arsana alias Kadek Toris mengeroyok keluarga mereka menggunakan parang dan linggis. Sementara versi keluarga Kadek Toris, justru Putu Mas Merta yang menantang Kadek Toris berkelahi.

 

Akibatnya dalam peristiwa tersebut ada 4 orang keluarga Putu Mas Merta yang mengalami luka. Mereka adalah Putu Mas Merta, 47, yang mengalami luka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam; Kadek Bayu Widana, 18, yang mengalami luka tusuk di perut kiri dan kepala belakang sebelah kiri;

Komang NM, 14, yang mengalami luka dalam di bagian kepala dan dada; serta Luh Ayu Widiani, 47, yang mengalami luka memar pada kepala dan tangan kanan. Seluruhnya kini dirawat di RSUD Buleleng.

 

Sementara dari pihak keluarga Kadek Arsana, ada 2 orang yang menjadi korban. yakni Kadek Arsana alias Toris yang mengalami luka pada bagian kepala atas sebelah kanan; serta Gede Porda, 30, yang mengalami patah tulang pada tangan kiri. Keduanya sempat dirawat di RS Parama Sidhi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/