alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Pengunggah Status Pembegalan di Kubutambahan Akhirnya Minta Maaf

KUBUTAMBAHAN-– Gara-gara mengunggah status pembegalan, seorang warga Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosial.

Status di akun media sosial Gdsumarjaye itu, sempat membuat warga resah. Polisi akhirnya melakukan penelusuran dan mendapat fakta bahwa status itu hanya hoaks semata.

Kabar itu bermula dari unggahan status akun facebook Gdsumarjaye. Sekitar pukul 23.21 akun tersebut mengunggah tulisan “Pedalem timpal e mare nepuk unduk kene. Kanggoang jani pekapain mesu peteng. Be ade pemegalan di desa Bulian”.

Unggahan itu pun viral di media sosial. Unggahan tersebut juga sempat membuat resah warga, utamanya di Desa Bulian.

Polisi pun langsung melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi tersebut. Belakangan diketahui bahwa akun tersebut dimiliki oleh I Gede Sumarjaya, warga Desa Depaha.

Baca Juga:  Miris, Perempuan Muda Ini Dipastikan Akan Lahirkan Bayi di Penjara

Kamis (21/5), aparat dari Polsek Kubutambahan melakukan penelusuran kebenaran informasi tersebut. Polisi melakukan penjajagan ke Desa Bulian dan Desa Depaha. Setelah ditelusuri, polisi memastikan bahwa unggahan itu hoaks belaka.

Pemilik akun I Gede Sumarjaya sempat dipanggil ke Kantor Perbekel Bulian.

Pemilik akun juga langsung menyampaikan permohonan maaf kepada aparat desa, para tokoh, dan pihak kepolisian. Pemilik akun juga mengunggah video permohonan maaf itu ke akun facebook-nya.

“Mengenai status tyang tentang terjadinya pembegalan di Desa Bulian, bahwasanya itu tidak benar. Dengan klarifikasi ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Sumarjaya dalam video tersebut.

Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, permasalahan itu sebenarnya bermula dari kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Desa Kubutambahan-Desa Bulian. Saat itu Kadek Agus Sumarsana, warga Banjar Dinas Bingin, Desa Depaha, baru saja bertemu dengan pacarnya yang tinggal di Desa Kubutambahan.

Baca Juga:  Proyek Bandara Bali Utara Memanas, Pengulu Desa Pilih Lapor Polisi

Saat melintas di perbatasan Bulian-Kubutambahan, Agus Sumarsana mendapati suasana sepi dan gelap. Sehingga ia langsung tancap gas. Karena kurang hati-hati, Sumarsana mengalami kecelakaan tunggal. Sekujur tubuhnya mengalami luka, hingga ke bagian wajah.

“Sampai di Depeha, teman-temannya ini datang. Termasuk salah satunya Gede Sumarjaya ini. Karena tidak tega lihat tetangganya seperti itu, dia mengunggah status bahwa si Agus Sumarsana ini luka karena terjadi pembegalan. Padahal dia belum tahu persis masalahnya seperti apa. Ini sudah kami klarifikasi langsung ke korban laka, termasuk ke pemilik akun facebook itu,” ujar Mustiada. 



KUBUTAMBAHAN-– Gara-gara mengunggah status pembegalan, seorang warga Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media sosial.

Status di akun media sosial Gdsumarjaye itu, sempat membuat warga resah. Polisi akhirnya melakukan penelusuran dan mendapat fakta bahwa status itu hanya hoaks semata.

Kabar itu bermula dari unggahan status akun facebook Gdsumarjaye. Sekitar pukul 23.21 akun tersebut mengunggah tulisan “Pedalem timpal e mare nepuk unduk kene. Kanggoang jani pekapain mesu peteng. Be ade pemegalan di desa Bulian”.

Unggahan itu pun viral di media sosial. Unggahan tersebut juga sempat membuat resah warga, utamanya di Desa Bulian.

Polisi pun langsung melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi tersebut. Belakangan diketahui bahwa akun tersebut dimiliki oleh I Gede Sumarjaya, warga Desa Depaha.

Baca Juga:  Kecam Pembatasan Liputan Sidang, LBH: Suburkan Praktik Mafia Hukum

Kamis (21/5), aparat dari Polsek Kubutambahan melakukan penelusuran kebenaran informasi tersebut. Polisi melakukan penjajagan ke Desa Bulian dan Desa Depaha. Setelah ditelusuri, polisi memastikan bahwa unggahan itu hoaks belaka.

Pemilik akun I Gede Sumarjaya sempat dipanggil ke Kantor Perbekel Bulian.

Pemilik akun juga langsung menyampaikan permohonan maaf kepada aparat desa, para tokoh, dan pihak kepolisian. Pemilik akun juga mengunggah video permohonan maaf itu ke akun facebook-nya.

“Mengenai status tyang tentang terjadinya pembegalan di Desa Bulian, bahwasanya itu tidak benar. Dengan klarifikasi ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Sumarjaya dalam video tersebut.

Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, permasalahan itu sebenarnya bermula dari kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Desa Kubutambahan-Desa Bulian. Saat itu Kadek Agus Sumarsana, warga Banjar Dinas Bingin, Desa Depaha, baru saja bertemu dengan pacarnya yang tinggal di Desa Kubutambahan.

Baca Juga:  Saat Kondisi Setengah Bugil Usai Wik Wik, Korban Pergoki TSK Ambil HP

Saat melintas di perbatasan Bulian-Kubutambahan, Agus Sumarsana mendapati suasana sepi dan gelap. Sehingga ia langsung tancap gas. Karena kurang hati-hati, Sumarsana mengalami kecelakaan tunggal. Sekujur tubuhnya mengalami luka, hingga ke bagian wajah.

“Sampai di Depeha, teman-temannya ini datang. Termasuk salah satunya Gede Sumarjaya ini. Karena tidak tega lihat tetangganya seperti itu, dia mengunggah status bahwa si Agus Sumarsana ini luka karena terjadi pembegalan. Padahal dia belum tahu persis masalahnya seperti apa. Ini sudah kami klarifikasi langsung ke korban laka, termasuk ke pemilik akun facebook itu,” ujar Mustiada. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/