alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Miris, Pelajar SMP di Buleleng Disetubuhi Empat Kali Hingga Hamil

SINGARAJA– Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur kembali muncul di Kecamatan Buleleng.

Kali ini korbannya adalah seorang pelajar yang baru berusia 15 tahun. Sebut saja namanya Mawar. Mirisnya lagi, orang yang diduga menyetubuhi korban, masih memiliki hubungan kekerabatan.

Kasus tersebut dilaporkan orang tua korban ke Mapolres Buleleng pada Rabu (12/5) pekan lalu. Orang tua korban mengadukan seorang pria berinisial Nyoman A, ke polisi. Ia diduga telah menyetubuhi korban, hingga kini korban dalam kondisi hamil.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pencabulan itu diduga sudah terjadi sejak Desember 2020 lalu. Hingga Februari 2021, korban diduga telah disetubuhi sebanyak empat kali. Kebetulan terduga pelaku tinggal seatap dengan orang tua korban.

Baca Juga:  Duh Gusti, Tabung Gas Bocor, Kedua Betis Kaki IRT Melepuh Terbakar

Kini korban diduga telah berbadan dua. Nyoman A sempat memberi uang pada korban untuk membeli obat pelancar haid.

Korban pun menuruti kemauan terduga pelaku. Namun obat itu tak dikonsumsi korban, melainkan hanya disimpan di dalam tas.

Belakangan obat itu ditemukan oleh orang tua korban. Orang tua korban yang curiga kemudian menanyakan hal itu pada korban.

Korban mengaku telah disetubuhi oleh Nyoman A. Tak terima dengan hal tersebut, orang tua korban memutuskan mengadukan hal tersebut ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Menurutnya polisi baru saja menerima hasil visum dari tim forensic.

Baca Juga:  Fix! Setubuhi Siswi SMP Secara Bergiliran, 10 Orang Resmi Tersangka

“Penyidik akan memeriksa beberapa saksi lagi. Setelah itu baru akan dilakukan gelar perkara. Kalau bukti diangkap sudah cukup, akan dilakukan upaya paksa terhadap terlapor,” kata Sumarjaya.

Menurut Sumarjaya kasus tersebut baru dilaporkan pekan lalu. Sejauh ini penyidik baru meminta keterangan pada korban maupun orang tuanya.

Polisi juga telah meminta pendampingan dari pegiat anak, untuk memulihkan kondisi psikis korban.

- Advertisement -
- Advertisement -

SINGARAJA– Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur kembali muncul di Kecamatan Buleleng.

Kali ini korbannya adalah seorang pelajar yang baru berusia 15 tahun. Sebut saja namanya Mawar. Mirisnya lagi, orang yang diduga menyetubuhi korban, masih memiliki hubungan kekerabatan.

Kasus tersebut dilaporkan orang tua korban ke Mapolres Buleleng pada Rabu (12/5) pekan lalu. Orang tua korban mengadukan seorang pria berinisial Nyoman A, ke polisi. Ia diduga telah menyetubuhi korban, hingga kini korban dalam kondisi hamil.


Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pencabulan itu diduga sudah terjadi sejak Desember 2020 lalu. Hingga Februari 2021, korban diduga telah disetubuhi sebanyak empat kali. Kebetulan terduga pelaku tinggal seatap dengan orang tua korban.

Baca Juga:  [Tragis] Asyik Bikin Video, Adik Tewas Tenggelam di Kolam Villa

Kini korban diduga telah berbadan dua. Nyoman A sempat memberi uang pada korban untuk membeli obat pelancar haid.

Korban pun menuruti kemauan terduga pelaku. Namun obat itu tak dikonsumsi korban, melainkan hanya disimpan di dalam tas.

Belakangan obat itu ditemukan oleh orang tua korban. Orang tua korban yang curiga kemudian menanyakan hal itu pada korban.

Korban mengaku telah disetubuhi oleh Nyoman A. Tak terima dengan hal tersebut, orang tua korban memutuskan mengadukan hal tersebut ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Menurutnya polisi baru saja menerima hasil visum dari tim forensic.

Baca Juga:  Duh Gusti, Tabung Gas Bocor, Kedua Betis Kaki IRT Melepuh Terbakar

“Penyidik akan memeriksa beberapa saksi lagi. Setelah itu baru akan dilakukan gelar perkara. Kalau bukti diangkap sudah cukup, akan dilakukan upaya paksa terhadap terlapor,” kata Sumarjaya.

Menurut Sumarjaya kasus tersebut baru dilaporkan pekan lalu. Sejauh ini penyidik baru meminta keterangan pada korban maupun orang tuanya.

Polisi juga telah meminta pendampingan dari pegiat anak, untuk memulihkan kondisi psikis korban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/