alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Soal Tangkapan Setengah Kg Ganja Anak Anggota DPRD, Ini Kata Kepala BNNP Bali

DENPASAR – Melihat temuan polresta Denpasar tekait temuan ganja yang total hampir setengah kilogram (Kg), menjadi tanya besar. Hal ini pun menjadi kewenangan penyidik, apakah pelakunya merupakan seorang pengedar atau pemakai.

 

“Penyidik yang akan menentukan apakah dia seorang pengedar/bandar, penyalah guna, korban penyalah guna berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol Drs Gede Sugianyar Dwi Putra S.H M.Si pada Jumat (20/5/2022).

 

Hal ini disampaikan terkait kasus penangkapan terhadap Putu NCA, seorang pengacara yang juga anak Ketua salah satu DPRD di Bali berinisal Putu P atas pengembangan ditangkapnya Putu SA, rekan Putu NCA.

 

Tak main-main, sejumlah barang bukti seperti tas plastik berisi daun, biji dan batang kering narkoba jenis ganja, dan plastik kuning berisi biji ganja berbentuk batang kering yang totalnya 495 gram pun ditemukan.

 

Lanjut Sugianyar, pada dasarnya penyalahgunaan narkoba bisa mengenai siapa saja, tidak mengenal golongan, umur, status dan lain-lainnya. Dari data yang ada sebagian besar adalah usia produktif.

 

“Pendekatan soft power yang dicanangkan sekaeang ini oleh Ka BNN RI Bapak Komjen Pol Dr Petrus Golose, melalui giat edukasi, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi,” katanya.

 

Edukasi melalui social media sekarang masif dilakukan, selain edukasi secara langsung terjun ke kelompok masyarakat. Akan tetapi peran orang terdekat adalah yang terpenting untuk menjaga orang terdekat kita dari bahaya narkoba.

 

“Seandainya terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba, silakan datang secara sukarela ke kantor BNN terdekat, tidak akan diproses hukum/dipenjara, privasi dijamin dan gratis rehabilitasi kalau menggunakan layanan rehab milik BNN,” ungkapnya.

 

Untuk pecandu narkoba tidak ada istilah sembuh, potensi atau keinginan memakai narkoba akan selalu ada setiap saat ,tergantung situasi yang mempengaruhi individu baik internal atau eksternal dalam diri pecandu.

 

“Selesai melaksanakan program rehabilitasi bukan berarti jaminan yang bersangkutan tidak menggunakan lagi, untuk itu peran orang terdekat sangat diperlukan dalam proses pemulihan dan mempertahankan keterpulihannya,” pungkasnya. (ara)



DENPASAR – Melihat temuan polresta Denpasar tekait temuan ganja yang total hampir setengah kilogram (Kg), menjadi tanya besar. Hal ini pun menjadi kewenangan penyidik, apakah pelakunya merupakan seorang pengedar atau pemakai.

 

“Penyidik yang akan menentukan apakah dia seorang pengedar/bandar, penyalah guna, korban penyalah guna berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol Drs Gede Sugianyar Dwi Putra S.H M.Si pada Jumat (20/5/2022).

 

Hal ini disampaikan terkait kasus penangkapan terhadap Putu NCA, seorang pengacara yang juga anak Ketua salah satu DPRD di Bali berinisal Putu P atas pengembangan ditangkapnya Putu SA, rekan Putu NCA.

 

Tak main-main, sejumlah barang bukti seperti tas plastik berisi daun, biji dan batang kering narkoba jenis ganja, dan plastik kuning berisi biji ganja berbentuk batang kering yang totalnya 495 gram pun ditemukan.

 

Lanjut Sugianyar, pada dasarnya penyalahgunaan narkoba bisa mengenai siapa saja, tidak mengenal golongan, umur, status dan lain-lainnya. Dari data yang ada sebagian besar adalah usia produktif.

 

“Pendekatan soft power yang dicanangkan sekaeang ini oleh Ka BNN RI Bapak Komjen Pol Dr Petrus Golose, melalui giat edukasi, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi,” katanya.

 

Edukasi melalui social media sekarang masif dilakukan, selain edukasi secara langsung terjun ke kelompok masyarakat. Akan tetapi peran orang terdekat adalah yang terpenting untuk menjaga orang terdekat kita dari bahaya narkoba.

 

“Seandainya terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba, silakan datang secara sukarela ke kantor BNN terdekat, tidak akan diproses hukum/dipenjara, privasi dijamin dan gratis rehabilitasi kalau menggunakan layanan rehab milik BNN,” ungkapnya.

 

Untuk pecandu narkoba tidak ada istilah sembuh, potensi atau keinginan memakai narkoba akan selalu ada setiap saat ,tergantung situasi yang mempengaruhi individu baik internal atau eksternal dalam diri pecandu.

 

“Selesai melaksanakan program rehabilitasi bukan berarti jaminan yang bersangkutan tidak menggunakan lagi, untuk itu peran orang terdekat sangat diperlukan dalam proses pemulihan dan mempertahankan keterpulihannya,” pungkasnya. (ara)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/