alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Dari Bentrok Dua Kelompok Pemuda di Denpasar

Polisi Tegaskan Bukan Pertikaian Antar Etnis

DENPASAR-Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas secara tegas mengatakan, pertikaian antara dua kelompok pemuda di Simpang Jalan Batas Dukuh Sari-Jalan Pulau Roti, pada Selasa (21/6/2022) pukul 00.30 WITA bukanlah perkelahian antara etnis. Menurutnya, perkelahian itu merupakan permasalahan individu.

 

Hal itu disampaikan Kapolresta saat menemui Wakil Bendesa Adat Pedungan serta pihak Paguyuban yang menaungi orang-orang yang bertikai di desa adat Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (21/6/2022). Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan paguyuban keluarga dua kelompok yang bertikai.

 

“Kami kedepankan penegakan hukumnya dan sudah mengantongi calon tersangka, kedua kami berdayakan Sipandu Beradat,” katanya. Dijelaskannya bahwa pertikaian itu memang bermula dari adanya salah paham dua kelompok pemuda di kawasan pelabuhan Benoa, Denpasar.

 

Diduga, di lokasi pertama permasalahan itu belum terselesaikan. Hingga akhirnya salah satu kelompok datang untuk menyerang kawasan tempat tinggal salah satu kelompok lain di wilayah Jalan Batas Dukuh Sari, Denpasar Selatan. Di sana, mereka saling serang menggunakan batu hingga kayu balok.

 

Namun akhirnya, warga dan polisi berhasil melerai pertikaian itu. Polisi juga mengamankan 14 orang terduga pelaku ke Polsek Denpasar Selatan. Setibanya di Polsek Denpasar Selatan, perwakilan dari kedua kelompok itu juga dipanggil untuk menjadi penengah. Agar akar permasalahan itu bisa diurai secara baik-baik.

 

“Ketua Paguyuban yang menaungi orang-orang yang bertikai juga membantu memediasi,” tambah AKBP Bambang. Sehingga, lanjut Kapolresta, pertikaian ini bukan antara etnis Sumba atau Ambon. Ini merupakan permasalahan individu.

 

Pada kesempatan yang sama, Marthen Rwa Kasedu sebagai Ketua Satgas salah satu paguyuban yang juga hadir di kesempatan yang sama secara tegas mengatakan bahwa hal itu bukanlah masalah etnis.

 

Menurutnya, di perkumpulan orang Ambon sendiri juga sebagian bergabung orang-orang Sumba. Begitu pula sebaliknya. “Jadi, masalahnya ini sekarang murni oknum dan kami sudah serahkan ke Kepolisian,” pungkasnya.






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur


DENPASAR-Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas secara tegas mengatakan, pertikaian antara dua kelompok pemuda di Simpang Jalan Batas Dukuh Sari-Jalan Pulau Roti, pada Selasa (21/6/2022) pukul 00.30 WITA bukanlah perkelahian antara etnis. Menurutnya, perkelahian itu merupakan permasalahan individu.

 

Hal itu disampaikan Kapolresta saat menemui Wakil Bendesa Adat Pedungan serta pihak Paguyuban yang menaungi orang-orang yang bertikai di desa adat Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (21/6/2022). Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan paguyuban keluarga dua kelompok yang bertikai.

 

“Kami kedepankan penegakan hukumnya dan sudah mengantongi calon tersangka, kedua kami berdayakan Sipandu Beradat,” katanya. Dijelaskannya bahwa pertikaian itu memang bermula dari adanya salah paham dua kelompok pemuda di kawasan pelabuhan Benoa, Denpasar.

 

Diduga, di lokasi pertama permasalahan itu belum terselesaikan. Hingga akhirnya salah satu kelompok datang untuk menyerang kawasan tempat tinggal salah satu kelompok lain di wilayah Jalan Batas Dukuh Sari, Denpasar Selatan. Di sana, mereka saling serang menggunakan batu hingga kayu balok.

 

Namun akhirnya, warga dan polisi berhasil melerai pertikaian itu. Polisi juga mengamankan 14 orang terduga pelaku ke Polsek Denpasar Selatan. Setibanya di Polsek Denpasar Selatan, perwakilan dari kedua kelompok itu juga dipanggil untuk menjadi penengah. Agar akar permasalahan itu bisa diurai secara baik-baik.

 

“Ketua Paguyuban yang menaungi orang-orang yang bertikai juga membantu memediasi,” tambah AKBP Bambang. Sehingga, lanjut Kapolresta, pertikaian ini bukan antara etnis Sumba atau Ambon. Ini merupakan permasalahan individu.

 

Pada kesempatan yang sama, Marthen Rwa Kasedu sebagai Ketua Satgas salah satu paguyuban yang juga hadir di kesempatan yang sama secara tegas mengatakan bahwa hal itu bukanlah masalah etnis.

 

Menurutnya, di perkumpulan orang Ambon sendiri juga sebagian bergabung orang-orang Sumba. Begitu pula sebaliknya. “Jadi, masalahnya ini sekarang murni oknum dan kami sudah serahkan ke Kepolisian,” pungkasnya.






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/