alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Pastikan Bunuh Diri, Polisi Temukan Banyak Luka Sayat dan Pisau Cutter

WARGA Dusun Luhur, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali pada Senin pagi (20/9) sekitar pukul 09.00 WITA kemarin dibuat geger.

 

Hebor warga ini menyusul tewasnya Luc Biloudeau, 60.

 

Pria asing asal Kanada ini ditemukan bersimbah darah di kamar mandi  rumah kontrakan milik Wayan Sudiasna.

 

ZULFIKA RAHMAN, Padangbai

- Advertisement -

 

BELUM hilang ingatan warga dengan kasus ulah pati yang dilakukan siswi SMA di Kubu Karangasem berinisial Ni Kadek AM, 15, lagi-lagi kasus bunuh diri kembali terjadi di Gumi Lahar, Karangasem.

 

Bedanya, kasus bunuh diri kali ini dilakukan warga Negara asing (WNA) asal Kanada.

 

 

Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Padangbai, Kompol I Made Suadnyana mengungkapkan, korban ditemukan pertama kali oleh temannya bernama Sabrina Andrea, 40, warga negara  asal Jerman.

Baca Juga:  Ini Perkembangan Terbaru Ibu yang Tega Bunuh Anak Kandung, Bikin Perih

 

Saat akan menemui korban sekitar pukul 09.00 Senin pagi, Sabrina dibuat syok setelah melihat Luc dalam kondisi tak sadarkan diri dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya.

 

Panik dengan yang dilihatnya, Sabrina langsung menghubungi salah seorang temannya, yakni Saksi Nisa Setiati.

 

Ia meminta agar Saksi Nisa segera datang ke rumah kontrakan korban.

 

“Ketika ditemukan kondisinya sudah penuh luka dan dalam kondisi meninggal. Akhirnya dilaporkan ke Polsek Kawasan Padangbai,” ungkap Kompol Suadnyana.

 

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melibatkan tim Inafis Polres Karangasem dan tim medis, ditemukan banyak luka sayatan pada tubuh korban. Luka sayat itu ditemukan pada bagian lengan kanan dan kiri serta luka sayatan pada bagian kaki kanan dan kirinya.

Baca Juga:  Soal Lima Satgas Dana-Dipa, Polisi: Bukan Ditangkap!

 

“Luka sayatan pada pembuluh darah lengan bagian kanan dan kiri serta kedua kakinya,” terang Suadnyana.

 

Hal itu diperkuat dengan temuan pisau cutter oleh aparat kepolisian. Sehingga kuat dugaan, korban mengakhiri hidup dengan menyayat beberapa bagian tubuh yang membuatnya kehilangan darah hingga berakibat pada kematian.

 

- Advertisement -

WARGA Dusun Luhur, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali pada Senin pagi (20/9) sekitar pukul 09.00 WITA kemarin dibuat geger.

 

Hebor warga ini menyusul tewasnya Luc Biloudeau, 60.

 

Pria asing asal Kanada ini ditemukan bersimbah darah di kamar mandi  rumah kontrakan milik Wayan Sudiasna.

 

ZULFIKA RAHMAN, Padangbai

 

BELUM hilang ingatan warga dengan kasus ulah pati yang dilakukan siswi SMA di Kubu Karangasem berinisial Ni Kadek AM, 15, lagi-lagi kasus bunuh diri kembali terjadi di Gumi Lahar, Karangasem.

 

Bedanya, kasus bunuh diri kali ini dilakukan warga Negara asing (WNA) asal Kanada.

 

 

Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Padangbai, Kompol I Made Suadnyana mengungkapkan, korban ditemukan pertama kali oleh temannya bernama Sabrina Andrea, 40, warga negara  asal Jerman.

Baca Juga:  Cueki Covid-19, Nekat Gelar Tajen, Warga Datah Abang Diciduk Polisi

 

Saat akan menemui korban sekitar pukul 09.00 Senin pagi, Sabrina dibuat syok setelah melihat Luc dalam kondisi tak sadarkan diri dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya.

 

Panik dengan yang dilihatnya, Sabrina langsung menghubungi salah seorang temannya, yakni Saksi Nisa Setiati.

 

Ia meminta agar Saksi Nisa segera datang ke rumah kontrakan korban.

 

“Ketika ditemukan kondisinya sudah penuh luka dan dalam kondisi meninggal. Akhirnya dilaporkan ke Polsek Kawasan Padangbai,” ungkap Kompol Suadnyana.

 

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melibatkan tim Inafis Polres Karangasem dan tim medis, ditemukan banyak luka sayatan pada tubuh korban. Luka sayat itu ditemukan pada bagian lengan kanan dan kiri serta luka sayatan pada bagian kaki kanan dan kirinya.

Baca Juga:  Bisnis 5 Kardus Ganja, Diganjar 18 Tahun Penjara Plus Denda Rp 5 M

 

“Luka sayatan pada pembuluh darah lengan bagian kanan dan kiri serta kedua kakinya,” terang Suadnyana.

 

Hal itu diperkuat dengan temuan pisau cutter oleh aparat kepolisian. Sehingga kuat dugaan, korban mengakhiri hidup dengan menyayat beberapa bagian tubuh yang membuatnya kehilangan darah hingga berakibat pada kematian.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/