alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

MEMANAS! Perbekel Tamblang Balik Polisikan Jro Mangku

SINGARAJA – Kasus dugaan pencemaran nama baik dan dugaan penghinaan “Jro Mangku” yang menyeret Perbekel Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Made Diarsa, 50, makin memanas.

Perkembangan terbaru, usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, kini giliran Diarsa melakukan upaya hukum dengan melaporkan balik Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung Jro Mangku Ketut Arsadia, 33.

Laporan Jro Mangku Ketut Arsadia oleh Perbekel Tamblang Made Diarsa itu yakni atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman di media sosial.

Seperti disampaikan Tim Kuasa Hukum Diarsa, I Nyoman Sunarta SH dkk, Rabu (21/10).

“Laporan terhadap pelapor (Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung Jro Mangku Ketut Arsadia) sudah kami lakukan pada Jumat (16/10) lalu atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman,”terang Sunarta.

Ditambahkan Sunarta, sebelum melakukan pelaporan balik, ia menyatakan bahwa berbagai upaya dan itikad telah dilakukan kliennya.

Itikad baik itu, kata Sunarta selain permintaan maaf secara niskala (upacara guru piduka), permohonan maaf secara langsung baik lisan dan tertulis juga diakui sudah disampaikan Diarsa kepada Jro Mangku Arsadia.

“Selain itu, klien kami (Diarsa) bersama pihak keluarganya (istri), para tokoh masyarakat dan adat juga beberapa kali sudah menyampaikan permohonan maaf dan memohon agar permasalahan ini dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,”terang Sunarta.  

Sayangnya, atas upaya dan itikad baik itu, Jro Mangku Arsadia kata Sunarta justru tidak merespon baik dan lebih memilih menempuh jalur hukum.

Lalu apa dasar atau bukti pelaporan dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman yang dilakukan Arsadia?

Ditanya demikian, Sunarta menjelaskan bahwa upaya melaporkan balik pemilik akun JM Arsa (Jro Mangku Arsadia) ke polisi bukan tanpa sebab.

Pelaporan itu, setelah pihaknya menelusuri percakapan kolom komentar FB di media sosial antara Perbekel Desa dengan Jro Mangku Arsadia 12 Agutus lalu.

Ternyata dari hasil penelusuran, pemilik akun JM Arsa dalam postingan menulis “Made Diarsa yang penting halal sing engken…masalah untuk ente??? Dari pada ngadeang sertifikat tanah secretariat….Cen lebih halal??? Iban ko bise bawak ngabe keneh…Sing ente gen bawak…”

Tak hanya itu dalam postingan pemilik akun JM Arsa juga menantang Made Diarsa. Dengan menulis “Made Diarsa dije metepuk??? 087860867728. Ne telepon… dini siap,”.

“Dasar inilah yang menjadi patokan kami melaporkan balik Jro Mangku Ketut Arsadia ke polisi. Melakukan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Teknologi Elektronik (UU ITE) mengenai pencemaran nama baik. Kemudian melanggar pasal 29 UU ITE tentang pengancaman melalui media sosial,”jelasnya.



SINGARAJA – Kasus dugaan pencemaran nama baik dan dugaan penghinaan “Jro Mangku” yang menyeret Perbekel Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Made Diarsa, 50, makin memanas.

Perkembangan terbaru, usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, kini giliran Diarsa melakukan upaya hukum dengan melaporkan balik Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung Jro Mangku Ketut Arsadia, 33.

Laporan Jro Mangku Ketut Arsadia oleh Perbekel Tamblang Made Diarsa itu yakni atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman di media sosial.

Seperti disampaikan Tim Kuasa Hukum Diarsa, I Nyoman Sunarta SH dkk, Rabu (21/10).

“Laporan terhadap pelapor (Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung Jro Mangku Ketut Arsadia) sudah kami lakukan pada Jumat (16/10) lalu atas dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman,”terang Sunarta.

Ditambahkan Sunarta, sebelum melakukan pelaporan balik, ia menyatakan bahwa berbagai upaya dan itikad telah dilakukan kliennya.

Itikad baik itu, kata Sunarta selain permintaan maaf secara niskala (upacara guru piduka), permohonan maaf secara langsung baik lisan dan tertulis juga diakui sudah disampaikan Diarsa kepada Jro Mangku Arsadia.

“Selain itu, klien kami (Diarsa) bersama pihak keluarganya (istri), para tokoh masyarakat dan adat juga beberapa kali sudah menyampaikan permohonan maaf dan memohon agar permasalahan ini dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,”terang Sunarta.  

Sayangnya, atas upaya dan itikad baik itu, Jro Mangku Arsadia kata Sunarta justru tidak merespon baik dan lebih memilih menempuh jalur hukum.

Lalu apa dasar atau bukti pelaporan dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman yang dilakukan Arsadia?

Ditanya demikian, Sunarta menjelaskan bahwa upaya melaporkan balik pemilik akun JM Arsa (Jro Mangku Arsadia) ke polisi bukan tanpa sebab.

Pelaporan itu, setelah pihaknya menelusuri percakapan kolom komentar FB di media sosial antara Perbekel Desa dengan Jro Mangku Arsadia 12 Agutus lalu.

Ternyata dari hasil penelusuran, pemilik akun JM Arsa dalam postingan menulis “Made Diarsa yang penting halal sing engken…masalah untuk ente??? Dari pada ngadeang sertifikat tanah secretariat….Cen lebih halal??? Iban ko bise bawak ngabe keneh…Sing ente gen bawak…”

Tak hanya itu dalam postingan pemilik akun JM Arsa juga menantang Made Diarsa. Dengan menulis “Made Diarsa dije metepuk??? 087860867728. Ne telepon… dini siap,”.

“Dasar inilah yang menjadi patokan kami melaporkan balik Jro Mangku Ketut Arsadia ke polisi. Melakukan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Teknologi Elektronik (UU ITE) mengenai pencemaran nama baik. Kemudian melanggar pasal 29 UU ITE tentang pengancaman melalui media sosial,”jelasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/