alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Jadi Kurir Narkoba Demi Rp 500 Ribu, Driver Online Terancam 20 Tahun

Jadi Kurir Narkoba Demi Rp 500 Ribu, Driver Ojek Online Terancam 20 Tahun

DENPASAR – Kecilnya pendapatan sebagai tukang ojek online membuat Wahyudi nekat mengambil jalan pintas.

Pemuda 27 tahun ini pun bekerja sampingan sebagai pengedar narkoba. Dia pun ditangkap tim Buser Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama CTOC Polda Bali, Sabtu (16/11) lalu di kosannya di Jalan Pulau Bungin, Denpasar Selatan. 

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari adannya laporan masyarakat di Jalan Pulau Bungin, Denpasar Selatan sering terjadi transaksi narkoba.

Beberapa hari petugas melakukan penyelidikan ditempat tersebut. Sabtu (16/11) sekitar pukul 19.00, petugas melihat pelaku di Jalan Pulau Bungin Denpasar Selatan, lalu petugas langsung melakukan penangkapan.

Baca Juga:  Bongkar Penyebab Kematian, Ibu-ibu yang Tewas Ditikam Suami Diotopsi

Pada saat dilakukan penggeledahan badan petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Petugas lalu melakukan penggeledahan di kamar kos tersangka.

Di sana petugas menemukan barang bukti berupa 262 kapsul warna putih hijau berisi serbuk putih MDMA, 38 paket MDMA, dan 1 paket daun dan biji kering ganja.

“Kami temukan barang bukti di dalam laci kos-kosan tersangka. Menurut keterangan tersangka barang tersebut adalah barang laki-laki

yang biasa dipanggil Hanny. Namun tersangka tidak mengetahui keberadaannya,” terang Kombes Ruddi Setiawan kemarin.

Tersangka berperan sebagai kurir dan mendapat upah sebesar Rp 500 ribu untuk sekali transaksi. Kepada penyidik, tersangka mengaku nekat menjadi kurir karena terhimpit kebutuhan ekonomi.

Baca Juga:  Tertangkap Curi Ternak, Maling Dihajar Warga Hingga Babak Belur

Atas aksinya, pelaku dikenai Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan denda Rp 800 juta sampai dengan Rp 8 miliar.

Dan, atau Pasal 111 ayat (1) UU. RI. No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 



Jadi Kurir Narkoba Demi Rp 500 Ribu, Driver Ojek Online Terancam 20 Tahun

DENPASAR – Kecilnya pendapatan sebagai tukang ojek online membuat Wahyudi nekat mengambil jalan pintas.

Pemuda 27 tahun ini pun bekerja sampingan sebagai pengedar narkoba. Dia pun ditangkap tim Buser Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama CTOC Polda Bali, Sabtu (16/11) lalu di kosannya di Jalan Pulau Bungin, Denpasar Selatan. 

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari adannya laporan masyarakat di Jalan Pulau Bungin, Denpasar Selatan sering terjadi transaksi narkoba.

Beberapa hari petugas melakukan penyelidikan ditempat tersebut. Sabtu (16/11) sekitar pukul 19.00, petugas melihat pelaku di Jalan Pulau Bungin Denpasar Selatan, lalu petugas langsung melakukan penangkapan.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Brankas Terkubur Isi Pratima di Negari Milik Pura di Kuta

Pada saat dilakukan penggeledahan badan petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Petugas lalu melakukan penggeledahan di kamar kos tersangka.

Di sana petugas menemukan barang bukti berupa 262 kapsul warna putih hijau berisi serbuk putih MDMA, 38 paket MDMA, dan 1 paket daun dan biji kering ganja.

“Kami temukan barang bukti di dalam laci kos-kosan tersangka. Menurut keterangan tersangka barang tersebut adalah barang laki-laki

yang biasa dipanggil Hanny. Namun tersangka tidak mengetahui keberadaannya,” terang Kombes Ruddi Setiawan kemarin.

Tersangka berperan sebagai kurir dan mendapat upah sebesar Rp 500 ribu untuk sekali transaksi. Kepada penyidik, tersangka mengaku nekat menjadi kurir karena terhimpit kebutuhan ekonomi.

Baca Juga:  Tanam Ratusan Pohon Ganja dengan Hidroponik, Dua WN Rusia Ditangkap

Atas aksinya, pelaku dikenai Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan denda Rp 800 juta sampai dengan Rp 8 miliar.

Dan, atau Pasal 111 ayat (1) UU. RI. No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/