31.8 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Jenazah Bripda FNS yang Tewas Ditikam di Bali Diterbangkan dan Disemayamkan

DENPASAR – Bripda berinisial FNS, 22, dikabarkan telah dikirim dari Bali ke Kampung halamannya untuk disemayamkan, Kamis siang (18/11). Kepastian ini disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas Polda Bali) Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto, Jumat (18/11).

Dikatak Kombespol Satake Bayu, proses penyidikan masih berlangsung dan ditangan Polresta Denpasar. Kedua pelajar berinisial EF, 16, dan Alvin, 15,
tersangka dijerat Pasal 351 junto 338 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia, dengan ancaman pidana tujuh tahun.

Sedangkan jenasah anggota bertugas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Poliri berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda berinisial FNS, 22, sudah di kirim dari Bali, Kamis siang (18/11). “Ya,sudah di kubur di kampung halamannya,” tutup Kabid Humas.

Seperti berita sebelumnya, persitiwa berdarah ini, berlangsung di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu (16/11) sekitar pukul 01.00. Kejadian bermula ketika FNS yang diketahui bertugas BKO dalam Pengamanan KTT G20 di Bali ini iseng-iseng melihat aplikasi Michat di ponselnya saat Stanby di Hotel Aston Denpasar.

Baca Juga:  3 Kali Masuk Penjara, Diciduk, Residivis Asal Maluku Terancam 7 Tahun

Saat itu dia berkenalan dengan cewek mengaku asli Bali berinisial Luh KDS yang  lokasinya tidak begitu jauh dari tempat penginapan anggota polisi ini. Sampat Chattingan dengan wanita Open Booking Order (BO) lalu keduanya sepakat dengan harga, Rp 700 ribu namun dapat ditawar dengan harga Net Rp 500 ribu.

Kaduanya sepakat bertemu di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu dini hari. Sampai di Depan penginapan, wanita tersebut menganjurkan oknum polisi ini jepretan bagian depan hotel, pertanda bahwa tidak ada indikasi penipuan. Sampainya di sana, wanita tersebut mengarahkan anggota Polisi kelahiran Barru, Makassar, Sulsel ini masuk ke kamar No. 37.

Dalam keadaan gelap, anggota tersebut sempat terlibat bercerita singkat. Lalu dimintalah pembayaran didepan sebelum berkencan. Setelah memberikan uang, Polisi ini menyuruh wanita tersebut hidupnya lampu kamar. Lalu lampu kamar hidup, ternyata FNS kaget dan mengurungkan niatnya untuk berhubungan badan. Sebab, profil dalam aplikasi dewasa itu beda dengan penampilan asli di profil Michat.

Baca Juga:  Putri Candrawathi Ditahan, Kapolri: Tidak Ada yang Diistimewakan!

Yang mana, PSK ini memasang foto menggunakan filter, sehingga warna kulit terlihat bersih, tubuh seksi dan senyumnya menggoda. Karena cancel secara sepihak dan meminta kembali uang. Cewek ini marah dan tidak mau mengembalikan uangnya. Luh KDS justru teriak-teriak.

Mendengar teriakan itu, datang beberapa pria diduga teman dari PSK tersebut. Mereka marah-marah. Almarhum di dorong dan di tendang. Salah satu dari mereka menusuk leher kanan. Tusukan itu diduga fatal lantaran anggota polisi (korban) alami pendarahan. Anggota polisi ini meninggal di RS Wangaya. (dre/rid)



DENPASAR – Bripda berinisial FNS, 22, dikabarkan telah dikirim dari Bali ke Kampung halamannya untuk disemayamkan, Kamis siang (18/11). Kepastian ini disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas Polda Bali) Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto, Jumat (18/11).

Dikatak Kombespol Satake Bayu, proses penyidikan masih berlangsung dan ditangan Polresta Denpasar. Kedua pelajar berinisial EF, 16, dan Alvin, 15,
tersangka dijerat Pasal 351 junto 338 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia, dengan ancaman pidana tujuh tahun.

Sedangkan jenasah anggota bertugas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Poliri berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda berinisial FNS, 22, sudah di kirim dari Bali, Kamis siang (18/11). “Ya,sudah di kubur di kampung halamannya,” tutup Kabid Humas.

Seperti berita sebelumnya, persitiwa berdarah ini, berlangsung di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu (16/11) sekitar pukul 01.00. Kejadian bermula ketika FNS yang diketahui bertugas BKO dalam Pengamanan KTT G20 di Bali ini iseng-iseng melihat aplikasi Michat di ponselnya saat Stanby di Hotel Aston Denpasar.

Baca Juga:  Putri Candrawathi Ditahan, Kapolri: Tidak Ada yang Diistimewakan!

Saat itu dia berkenalan dengan cewek mengaku asli Bali berinisial Luh KDS yang  lokasinya tidak begitu jauh dari tempat penginapan anggota polisi ini. Sampat Chattingan dengan wanita Open Booking Order (BO) lalu keduanya sepakat dengan harga, Rp 700 ribu namun dapat ditawar dengan harga Net Rp 500 ribu.

Kaduanya sepakat bertemu di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu dini hari. Sampai di Depan penginapan, wanita tersebut menganjurkan oknum polisi ini jepretan bagian depan hotel, pertanda bahwa tidak ada indikasi penipuan. Sampainya di sana, wanita tersebut mengarahkan anggota Polisi kelahiran Barru, Makassar, Sulsel ini masuk ke kamar No. 37.

Dalam keadaan gelap, anggota tersebut sempat terlibat bercerita singkat. Lalu dimintalah pembayaran didepan sebelum berkencan. Setelah memberikan uang, Polisi ini menyuruh wanita tersebut hidupnya lampu kamar. Lalu lampu kamar hidup, ternyata FNS kaget dan mengurungkan niatnya untuk berhubungan badan. Sebab, profil dalam aplikasi dewasa itu beda dengan penampilan asli di profil Michat.

Baca Juga:  Korban Sempat Menangkis Pukulan Usai Ditusuk Tersangka Berkali-kali

Yang mana, PSK ini memasang foto menggunakan filter, sehingga warna kulit terlihat bersih, tubuh seksi dan senyumnya menggoda. Karena cancel secara sepihak dan meminta kembali uang. Cewek ini marah dan tidak mau mengembalikan uangnya. Luh KDS justru teriak-teriak.

Mendengar teriakan itu, datang beberapa pria diduga teman dari PSK tersebut. Mereka marah-marah. Almarhum di dorong dan di tendang. Salah satu dari mereka menusuk leher kanan. Tusukan itu diduga fatal lantaran anggota polisi (korban) alami pendarahan. Anggota polisi ini meninggal di RS Wangaya. (dre/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/