alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Amor Ring Acintya…Cuci Baju, Epilepsi Kumat, Warga Baturiti Tewas

TABANAN – Penyakit epilepsi bisa kambuh kapan saja, tidak mengenak waktu. Itu pula yang dialami warga Banjar Mojan, Mekarsari, Baturiti, Tabanan, Wayan Sudana, 35.

Korban ditemukan tewas di sungai saat mencuci pakaian kemarin. Berdasar informasi, sekitar pukul 11.00 korban pergi ke sungai yang berada didesanya untuk mencuci pakaian.

Hingga petang tiba, korban juga belum pulang ke rumahnya. Karena korban yang tak kunjung pukul, sekitar pukul 18.30 akhirnya keluarga korban I Wayan Purnayasa berangkat mencari bersama dengan ayah korban I Wayan Simpen.

Setibanya di sungai keduanya tidak melihat korban. Namun yang hanya ada pakaian yang dicuci korban. Kemudian mencari korban ke tengah sungai.

Baca Juga:  UPDATE! 1 Korban Tertimbun Jembatan Baturiti Akhirnya Ditemukan Tewas

Saat itulah kaki Purnayasa menyentuh tubuh korban di sungai. Saat diperiksa korban sudah dalam keadaan meninggal. Mayat korban langsung dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Baturiti AKP I Nengah Sudiarta membenarkan peristiwa tersebut. Pihak menerima laporan sekitar pukul 20.00.

Petugas kepolisian langsung menuju lokasi kejadian bersama petugas medis Puskemas I Baturiti. Setelah dilakukan visum luar pada jasad korban, ditemukan luka di tubuh korban akibat benturan.

Kemudian bagian dahi dan telinga keluar darah. “Petugas saat itu menyarankan kepada keluarga korban untuk dilakukan otopsi agar mengetahui penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menolak dan menerima sebagai musibah,” ujarnya.

Dituturkan AKP Sudiarta, dari keterangan keluarga korban. Korban sejak satu setengah tahun lebih menderita epilepsi dan sudah sering berobat ke rumah sakit.

Baca Juga:  Selidiki Pengadaan Xpander 63 Perbekel, Polda Bali Periksa Tiga Saksi

Kemungkinan korban saat mencuci pakaian di sungai penyakit epilepsi korban kambuh. Akhirnya  terjatuh ke sungai tanpa ada yang mengetahui.

Kemudian saat kejadian tak ada yang melihat dan memberi bantuan kepada korban. Sampai akhirnya korban ditemukan tewas. 

“Dugaan kami, penyakit epilepsi yang diderita korban kabuh saat itu. Sehingga menyebabkan korban terjatuh ke sungai dan tewas,” pungkasnya. 



TABANAN – Penyakit epilepsi bisa kambuh kapan saja, tidak mengenak waktu. Itu pula yang dialami warga Banjar Mojan, Mekarsari, Baturiti, Tabanan, Wayan Sudana, 35.

Korban ditemukan tewas di sungai saat mencuci pakaian kemarin. Berdasar informasi, sekitar pukul 11.00 korban pergi ke sungai yang berada didesanya untuk mencuci pakaian.

Hingga petang tiba, korban juga belum pulang ke rumahnya. Karena korban yang tak kunjung pukul, sekitar pukul 18.30 akhirnya keluarga korban I Wayan Purnayasa berangkat mencari bersama dengan ayah korban I Wayan Simpen.

Setibanya di sungai keduanya tidak melihat korban. Namun yang hanya ada pakaian yang dicuci korban. Kemudian mencari korban ke tengah sungai.

Baca Juga:  OMG! Dua Remaja Putri di Buleleng Baku Hantam karena Rebutan Cowok

Saat itulah kaki Purnayasa menyentuh tubuh korban di sungai. Saat diperiksa korban sudah dalam keadaan meninggal. Mayat korban langsung dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Baturiti AKP I Nengah Sudiarta membenarkan peristiwa tersebut. Pihak menerima laporan sekitar pukul 20.00.

Petugas kepolisian langsung menuju lokasi kejadian bersama petugas medis Puskemas I Baturiti. Setelah dilakukan visum luar pada jasad korban, ditemukan luka di tubuh korban akibat benturan.

Kemudian bagian dahi dan telinga keluar darah. “Petugas saat itu menyarankan kepada keluarga korban untuk dilakukan otopsi agar mengetahui penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menolak dan menerima sebagai musibah,” ujarnya.

Dituturkan AKP Sudiarta, dari keterangan keluarga korban. Korban sejak satu setengah tahun lebih menderita epilepsi dan sudah sering berobat ke rumah sakit.

Baca Juga:  Selidiki Pengadaan Xpander 63 Perbekel, Polda Bali Periksa Tiga Saksi

Kemungkinan korban saat mencuci pakaian di sungai penyakit epilepsi korban kambuh. Akhirnya  terjatuh ke sungai tanpa ada yang mengetahui.

Kemudian saat kejadian tak ada yang melihat dan memberi bantuan kepada korban. Sampai akhirnya korban ditemukan tewas. 

“Dugaan kami, penyakit epilepsi yang diderita korban kabuh saat itu. Sehingga menyebabkan korban terjatuh ke sungai dan tewas,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/