alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

DPO, 3 Pria Gempal Oknum Ormas Kabur Usai Korban Sebut Anggota Polisi

DENPASAR-Satu dari empat terduga pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap anggota polisi yang berdinas di Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit) Polda Bali berhasil ditangkap.

 

Putu Heryasta Putra alias Jangkrik, pria asal Banjar Gunung, Abiansemal Badung, ini Sabtu (21/12) ditangkap setelah melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi berinisial Bripka GG di depan toko baju sebelah selatan Hotel Haris, Jumat (20/12) sekitar pukul 20.00..

 

Pascatertangkap dan ditahan, pria bertato yang belakangan diketahui sebagai salah satu anggota ormas di Bali ini langsung menjalani pemeriksaan dan penyidikan di Mapolresta Denpasar.

 

Sedangkan tiga teman pelaku yang diduga ikut melakukan pengeroyokan kini masih dalam pengejaran polisi

Baca Juga:  Klaim Berjasa Bangun Tol Bali, Sudikerta Di-Bully Netizen Sejagat

 

 

Yang menarik, sebelum kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dari informasi sumber kepolisian, baik pelaku Jangkrik maupun tiga temannya yang bertubuh gempal baru menghentikan aksi penganiayaan korban setelah korban mengaku sebagai anggota polisi.

 

 

“Jadi para pelaku ini kabur setelah korban mengaku anggota polisi dari Polda Bali,”ujar sumber polisi.

 

Seperti diketahui, atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Jangkrik dkk, korban Bripka GG mengalami luka dibagian hidung bagian kanan dan mengeluarkan darah.

 

Bahkan akibat kerasnya pukulan, korban sempat tersungkur.

 

Sementara  atas kasus penganiayaan yang menimpa anggota, Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Muh. Nurul Yaqin mengatakan masih melakukan pengecekan

Baca Juga:  8 Koruptor Dana PEN Divonis Ringan

 

“Saya cek dulu ya,”tukasnya singkat.

 



DENPASAR-Satu dari empat terduga pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap anggota polisi yang berdinas di Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit) Polda Bali berhasil ditangkap.

 

Putu Heryasta Putra alias Jangkrik, pria asal Banjar Gunung, Abiansemal Badung, ini Sabtu (21/12) ditangkap setelah melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi berinisial Bripka GG di depan toko baju sebelah selatan Hotel Haris, Jumat (20/12) sekitar pukul 20.00..

 

Pascatertangkap dan ditahan, pria bertato yang belakangan diketahui sebagai salah satu anggota ormas di Bali ini langsung menjalani pemeriksaan dan penyidikan di Mapolresta Denpasar.

 

Sedangkan tiga teman pelaku yang diduga ikut melakukan pengeroyokan kini masih dalam pengejaran polisi

Baca Juga:  Edarkan Narkoba, Residivis Kambuhan Kembali Dituntut 11 Tahun

 

 

Yang menarik, sebelum kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dari informasi sumber kepolisian, baik pelaku Jangkrik maupun tiga temannya yang bertubuh gempal baru menghentikan aksi penganiayaan korban setelah korban mengaku sebagai anggota polisi.

 

 

“Jadi para pelaku ini kabur setelah korban mengaku anggota polisi dari Polda Bali,”ujar sumber polisi.

 

Seperti diketahui, atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan Jangkrik dkk, korban Bripka GG mengalami luka dibagian hidung bagian kanan dan mengeluarkan darah.

 

Bahkan akibat kerasnya pukulan, korban sempat tersungkur.

 

Sementara  atas kasus penganiayaan yang menimpa anggota, Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Muh. Nurul Yaqin mengatakan masih melakukan pengecekan

Baca Juga:  Peringatan Keras Kepada Pelaku Kejahatan di Kuta, Polisi: Silahkan Coba-coba!

 

“Saya cek dulu ya,”tukasnya singkat.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/