alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Selain karena Hina Koster, Dewa Rai Laporkan Dua Akun FB karena Hoax

DENPASAR – Pemilik dua akun Facebook (FB), Sudiarsa Wayan dan Made Nanda terancam dibui.

 

Dua akun FB bernama Made Nanda dan Audiarsa Wayan dilaporkan oleh Dewa Nyoman Rai ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Bali, Senin (21/12) sekitar pukul 11.00 Wita.

 

Dua akun dugaan telah melakukan tindak pidana penghinaan dan penyebaran berita bohong alias hoax yang menyeret nama Gubernur Bali Wayan Koster.

Eks anggota dewan di DPRD Bali ini datang ke Polda Bali untuk melaporkan dua akun FB bernama Made Nanda dan Audiarsa Wayan karena dinilai terlalu berlebihan melakukan penghinaan.

Politisi asal Tembok, Singaraja, Buleleng ini mengatakan postingan akun FB atas nama Sudiarsa Wayan, pada Kamis (17/12) swkitar pukul 12.53 itu, dikatanya berita bohong.

 

Yang mana, dalam postingannya pada bagian bawa foto gubernur Wayan Koster diisi tulisan,

 

“Gubernur Bali menghimbau agar seluruh anak muda Khususnya di Bali agar mabuk pada malam tahun Baru dan  di usahakan sampai benar-benar mabuk”.

Pada postingan itu berisi caption, “Ne Gubernur ngerti ne. Buwung mundur alon-alon pak yan'”.

Foto yang diedit isi tulisan itu merupakan foto tersebut diduga diambil dari salah satu berita di portal media online, MEDCOM.ID.

 

Pada berita dengan judul “Gubernur Bali Larang Pesta Miras kecuali Arak Bali saat Natal Tahun Baru” yang terbit, pada Selasa (15/12).

Dalam berita itu, Dewa Rai mengatakan jjika Gubernur Koster sama sekali tidak ada bahasa mengajak anak muda untuk mabuk-mabukan.

 

 

 “Sebenarnya itu postingan Sudiarsa Wayan, menurut sayaadalah berita bohong,” tegas Dewa Nyoman Rai. Sedangkan akun FB atas nama Made Nanda dugaan penghinaan terhadap gubernur Wayan Koster.

 

Akun ini mengedit foto gubernur Wayan Koster dengan tulisan “Makan Klengkeng Sambil Naik Sekuter Naskleng KOSTER !”

Pada foto Koster, terdapat caption “Kanggung acepok deen be kapok akene buka tuduh ugug idup akene jani di Bali”.

  

Postingan itu ditandai kepada tujuh akun FB lainnya. Dia lalu menyagakan bahwa membuat dua laporan berbeda, yakni dugaan penghinaan dan penyebaran berita bohong.

 



DENPASAR – Pemilik dua akun Facebook (FB), Sudiarsa Wayan dan Made Nanda terancam dibui.

 

Dua akun FB bernama Made Nanda dan Audiarsa Wayan dilaporkan oleh Dewa Nyoman Rai ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Bali, Senin (21/12) sekitar pukul 11.00 Wita.

 

Dua akun dugaan telah melakukan tindak pidana penghinaan dan penyebaran berita bohong alias hoax yang menyeret nama Gubernur Bali Wayan Koster.

Eks anggota dewan di DPRD Bali ini datang ke Polda Bali untuk melaporkan dua akun FB bernama Made Nanda dan Audiarsa Wayan karena dinilai terlalu berlebihan melakukan penghinaan.

Politisi asal Tembok, Singaraja, Buleleng ini mengatakan postingan akun FB atas nama Sudiarsa Wayan, pada Kamis (17/12) swkitar pukul 12.53 itu, dikatanya berita bohong.

 

Yang mana, dalam postingannya pada bagian bawa foto gubernur Wayan Koster diisi tulisan,

 

“Gubernur Bali menghimbau agar seluruh anak muda Khususnya di Bali agar mabuk pada malam tahun Baru dan  di usahakan sampai benar-benar mabuk”.

Pada postingan itu berisi caption, “Ne Gubernur ngerti ne. Buwung mundur alon-alon pak yan'”.

Foto yang diedit isi tulisan itu merupakan foto tersebut diduga diambil dari salah satu berita di portal media online, MEDCOM.ID.

 

Pada berita dengan judul “Gubernur Bali Larang Pesta Miras kecuali Arak Bali saat Natal Tahun Baru” yang terbit, pada Selasa (15/12).

Dalam berita itu, Dewa Rai mengatakan jjika Gubernur Koster sama sekali tidak ada bahasa mengajak anak muda untuk mabuk-mabukan.

 

 

 “Sebenarnya itu postingan Sudiarsa Wayan, menurut sayaadalah berita bohong,” tegas Dewa Nyoman Rai. Sedangkan akun FB atas nama Made Nanda dugaan penghinaan terhadap gubernur Wayan Koster.

 

Akun ini mengedit foto gubernur Wayan Koster dengan tulisan “Makan Klengkeng Sambil Naik Sekuter Naskleng KOSTER !”

Pada foto Koster, terdapat caption “Kanggung acepok deen be kapok akene buka tuduh ugug idup akene jani di Bali”.

  

Postingan itu ditandai kepada tujuh akun FB lainnya. Dia lalu menyagakan bahwa membuat dua laporan berbeda, yakni dugaan penghinaan dan penyebaran berita bohong.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/