alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Foto Selfie di Devil’s Tear, Turis Tiongkok Pulang-pulang Jadi Mayat

SEMARAPURA – Objek wisata Devil’s Tears, Kecamatan Nusa Penida kembali memakan korban, Selasa (21/1) kemarin.

Wisatawan asal Tiongkok, Xu. Xinyue, 22 meninggal dunia setelah jatuh ke laut akibat dihempas ombak saat berfoto bersama rekan-rekannya di pinggir tebing objek wisata tersebut.

Pasalnya korban dan rekannya yang lain berfoto di pinggir tebing yang tidak dilindungi pagar pengaman.

Kasubaghumas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dituturkannya, kejadian itu berawal ketika korban beserta rekannya yang lain tiba di Devil’s Tears sekitar pukul 10.00.

Setiba di objek wisata tersebut, korban dan rombongan tour lainnya yang total berjumlah 20 orang mengabadikan momen dengan melakukan foto bersama.

“Sekitar pukul 10.20, korban yang saat itu didampingi sang suami, Zhang Yichi, 24 dan sejumlah temannya hendak melakukan foto terakhir di TKP. Namun pada saat berfoto, tiba-tiba datang ombak besar,” katanya.

Ombak besar tersebut langsung menyeret tubuh korban hingga terjatuh ke laut. Melihat peristiwa tersebut, suami korban pun panik dan memanggil pemandu wisata mereka, Jasuki, 33 untuk meminta bantuan.

“Selang beberapa menit, datang boat Ocean Seven bersama Boat Pol Air Polres Klungkung untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

Setelah dilakukan evakuasi, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II dan korban telah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, korban dan rekannya yang lain ternyata berfoto bersama di pinggir tebing yang tidak dipasangi pagar pengaman.

Tidak hanya itu, rombongan wisatawan tersebut juga tidak didampingi oleh pemandu wisata karena pemandu wisata mereka berada di mobil.

Untuk itu pihaknya kembali mewanti-wanti agar pelaku pariwisata turut serta dalam mengawasi wisatawannya.

Begitu juga wisatawan dihadapkan menaati himbauan yang ada agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kalau wisatawan mengambil foto di sekitar tebing yang telah berisi pagar pengaman, saya rasa peristiwa ini tidak akan terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, Pemkab Klungkung telah menganggarkan sekitar Rp 1,5 miliar untuk penataan Objek wisata Devil’s Tears.

Adapun anggaran itu diperuntukkan untuk membuat pos retribusi, gazebo, penataan parkir, tempat berfoto, dan pagar objek wisata.

Namun, tahun ini pihaknya tidak menganggarkan untuk melanjutkan pemasangan pagar penganan di bibir tebing Devil’s Tears.

Karena keberadaan pagar pengaman yang ada saat ini menurutnya sudah cukup. “Kalau kami pagari seluruh bibir tebing kan membutuhkan biaya yang besar.

Pagar pengaman yang ada saat ini sudah tepat di lokasi yang menjadi daya tarik objek wisata Devil’s Tears,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Objek wisata Devil’s Tears, Kecamatan Nusa Penida kembali memakan korban, Selasa (21/1) kemarin.

Wisatawan asal Tiongkok, Xu. Xinyue, 22 meninggal dunia setelah jatuh ke laut akibat dihempas ombak saat berfoto bersama rekan-rekannya di pinggir tebing objek wisata tersebut.

Pasalnya korban dan rekannya yang lain berfoto di pinggir tebing yang tidak dilindungi pagar pengaman.

Kasubaghumas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dituturkannya, kejadian itu berawal ketika korban beserta rekannya yang lain tiba di Devil’s Tears sekitar pukul 10.00.

Setiba di objek wisata tersebut, korban dan rombongan tour lainnya yang total berjumlah 20 orang mengabadikan momen dengan melakukan foto bersama.

“Sekitar pukul 10.20, korban yang saat itu didampingi sang suami, Zhang Yichi, 24 dan sejumlah temannya hendak melakukan foto terakhir di TKP. Namun pada saat berfoto, tiba-tiba datang ombak besar,” katanya.

Ombak besar tersebut langsung menyeret tubuh korban hingga terjatuh ke laut. Melihat peristiwa tersebut, suami korban pun panik dan memanggil pemandu wisata mereka, Jasuki, 33 untuk meminta bantuan.

“Selang beberapa menit, datang boat Ocean Seven bersama Boat Pol Air Polres Klungkung untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

Setelah dilakukan evakuasi, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II dan korban telah dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, korban dan rekannya yang lain ternyata berfoto bersama di pinggir tebing yang tidak dipasangi pagar pengaman.

Tidak hanya itu, rombongan wisatawan tersebut juga tidak didampingi oleh pemandu wisata karena pemandu wisata mereka berada di mobil.

Untuk itu pihaknya kembali mewanti-wanti agar pelaku pariwisata turut serta dalam mengawasi wisatawannya.

Begitu juga wisatawan dihadapkan menaati himbauan yang ada agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kalau wisatawan mengambil foto di sekitar tebing yang telah berisi pagar pengaman, saya rasa peristiwa ini tidak akan terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, Pemkab Klungkung telah menganggarkan sekitar Rp 1,5 miliar untuk penataan Objek wisata Devil’s Tears.

Adapun anggaran itu diperuntukkan untuk membuat pos retribusi, gazebo, penataan parkir, tempat berfoto, dan pagar objek wisata.

Namun, tahun ini pihaknya tidak menganggarkan untuk melanjutkan pemasangan pagar penganan di bibir tebing Devil’s Tears.

Karena keberadaan pagar pengaman yang ada saat ini menurutnya sudah cukup. “Kalau kami pagari seluruh bibir tebing kan membutuhkan biaya yang besar.

Pagar pengaman yang ada saat ini sudah tepat di lokasi yang menjadi daya tarik objek wisata Devil’s Tears,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/