alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Empat Komplotan Spesialis Pembobol Bengkel Dibekuk

SINGARAJA– Empat anggota komplotan maling spesialis pembobol bengkel, dibekuk aparat dari Unit Reserse Kriminal (Reskrim)  Polsek Sawan.

Dari 4 tersangka yang ditangkap, satu diantaranya masih berusia di bawah umur. Komplotan ini diketahui sudah melakukan pembobolan terhadap 6 unit bengkel di Kecamatan Sawan.

Komplotan ini diduga beraksi terakhir kali pada Sabtu (13/2) dini hari lalu.

Mereka menyatroni sebuah bengkel yang terletak di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, polisi pun mendatangi tersangka Kadek Dwi Bayu Saputra alias Bayu, 24, warga Desa Sangsit. Saat diinterogasi, Bayu mengakui perbuatannya.

Ternyata dalam menjalankan aksi, Bayu juga melibatkan tiga orang rekannya.

Para pelaku, yakni masing-masing Gede Sukrayasa alias Bletok, 31, warga Desa Bungkulan; Dika Ristanto alias Dika, 31, warga Desa Glagah Agung, Banyuwangi; serta Kadek S alias P, 16, warga Desa Bungkulan.

Baca Juga:  MIMIH! Sudikerta Coblos di Rutan Polda Bali Sambil Pakai Baju Tahanan

Keempatnya telah diamankan di Mapolsek Sawan sejak Kamis (18/2) pekan lalu.

Kapolsek Sawan AKP Ketut Karwa mengatakan, anggota komplotan ini memiliki peran berbeda-beda.

Karwa menyebut otak komplotan ini adalah tersangka Bayu. Tersangka Bayu bersama tersangka Kadek , kerap berdiskusi mengincar lokasi-lokasi yang akan disasar.

“Jadi tersangka utama bersama Kadek S ini berperan merusak kunci dan masuk melakukan pencurian. Sedangkan dua yang lain, mengawasi dari luar. Setelah berhasil diambil, hasil curiannya dibawa ke rumah tersangka utama. Kemudian dijual pada penjual rombengan,” jelasnya.

Dari enam lokasi pencurian, komplotan ini baru mengakui dua TKP saja.

Sementara 4 TKP lainnya dilakukan secara terpisah.

“Pengakuannya di dua TKP, mereka mencuri bersama-sama. Kalau yang 4 TKP, sendiri-sendiri. Tapi ujungnya nanti kembali lagi dibagi bersama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dituding Gabeng Tangani Bebotoh, Kapolres Buleleng: Kami Profesional !

Sementara itu, tersangka Bayu mengaku komplotannya itu hanya mencuri di Desa Bungkulan dan Jagaraga saja.

“Ya untuk kebutuhan saya dan teman-teman. Barangnya saya jual sama pengepul rongsokan. Kalau dapat uang, dipakai untuk beli rokok dan kebutuhan lain,” dalihnya.

Akibat perbuatannya, tiga dari empat tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Sawan.

Sementara seorang lainnya dikenakan wajib lapor karena masih di bawah umur. Mereka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 



SINGARAJA– Empat anggota komplotan maling spesialis pembobol bengkel, dibekuk aparat dari Unit Reserse Kriminal (Reskrim)  Polsek Sawan.

Dari 4 tersangka yang ditangkap, satu diantaranya masih berusia di bawah umur. Komplotan ini diketahui sudah melakukan pembobolan terhadap 6 unit bengkel di Kecamatan Sawan.

Komplotan ini diduga beraksi terakhir kali pada Sabtu (13/2) dini hari lalu.

Mereka menyatroni sebuah bengkel yang terletak di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, polisi pun mendatangi tersangka Kadek Dwi Bayu Saputra alias Bayu, 24, warga Desa Sangsit. Saat diinterogasi, Bayu mengakui perbuatannya.

Ternyata dalam menjalankan aksi, Bayu juga melibatkan tiga orang rekannya.

Para pelaku, yakni masing-masing Gede Sukrayasa alias Bletok, 31, warga Desa Bungkulan; Dika Ristanto alias Dika, 31, warga Desa Glagah Agung, Banyuwangi; serta Kadek S alias P, 16, warga Desa Bungkulan.

Baca Juga:  Korupsi BUMDes Temukus, Polres Buleleng Tetapkan Tiga Tersangka

Keempatnya telah diamankan di Mapolsek Sawan sejak Kamis (18/2) pekan lalu.

Kapolsek Sawan AKP Ketut Karwa mengatakan, anggota komplotan ini memiliki peran berbeda-beda.

Karwa menyebut otak komplotan ini adalah tersangka Bayu. Tersangka Bayu bersama tersangka Kadek , kerap berdiskusi mengincar lokasi-lokasi yang akan disasar.

“Jadi tersangka utama bersama Kadek S ini berperan merusak kunci dan masuk melakukan pencurian. Sedangkan dua yang lain, mengawasi dari luar. Setelah berhasil diambil, hasil curiannya dibawa ke rumah tersangka utama. Kemudian dijual pada penjual rombengan,” jelasnya.

Dari enam lokasi pencurian, komplotan ini baru mengakui dua TKP saja.

Sementara 4 TKP lainnya dilakukan secara terpisah.

“Pengakuannya di dua TKP, mereka mencuri bersama-sama. Kalau yang 4 TKP, sendiri-sendiri. Tapi ujungnya nanti kembali lagi dibagi bersama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengrupukan, Rumah Terbakar, Pekak Maruta Gagal Rayakan Nyepi

Sementara itu, tersangka Bayu mengaku komplotannya itu hanya mencuri di Desa Bungkulan dan Jagaraga saja.

“Ya untuk kebutuhan saya dan teman-teman. Barangnya saya jual sama pengepul rongsokan. Kalau dapat uang, dipakai untuk beli rokok dan kebutuhan lain,” dalihnya.

Akibat perbuatannya, tiga dari empat tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Sawan.

Sementara seorang lainnya dikenakan wajib lapor karena masih di bawah umur. Mereka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/