alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Bantu Kabur dari Tahanan, WN Rusia Pacar Buronan Interpol Dideportasi

DENPASAR – Ekatrina Trubkina perempuan yang membantu kekasihnya Andrew Ayer alias Andrei Kavalenka kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai dideportasi ke negara asalnya Rusia.

Ekatrina sebelumnya ditangkap pada 24 Februari 2021 di sebuah vila di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung.

Ekatrina kemudian dijebloskan ke dalam sel Lapas Khusus Perempuan Kelas IIA Denpasar. Ekatrina bebas pada 19 Maret 2021 pukul 10.00.

“Setelah keluar (penjara), Ekatrina dijemput tujuh orang tim dari Bidang  Inteldakim Kantor  Imigrasi  Kelas  I Khusus  TPI  Ngurah  Rai,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk melalui siaran persnya kemarin.

Dua jam kemudian Ekatrina dibawa Kantor  Imigrasi  Kelas  I  Khusus  TPI  Ngurah  Rai.  Tim melanjutkan pemeriksaan barang,

Baca Juga:  Simpan Kokain, WN Rusia Dituntut 6 Tahun

kelengkapan dokumen, dan melakukan foto sidik jari sistem penyidikan dan penindakan Imigrasi (Nyidakim).

Tepat pukul 13.00 petugas membawa Ekatrina ke terminal domestik Bandara Ngurah  Rai. Selanjutnya Ekatrina diterbangkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Setelah enam jam melalui proses check in dan lainnya, petugas membawa Ektrina menuju gate-9 Bandara Seokarno-Hatta. Pukul 21.35 WIB pesawat take off.

Sementara buron Interpol Andrew Ayer alias Andrei Kavalenka yang merupakan kekasih Ekatrina Trubkina sampai saat ini belum juga dideportasi.

Sebelumnya Andrew divonis pidana penjara 1,5 tahun. Setelah masa penjara berakhir, Andrew diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dideportasi dan diserahkan ke Interpol.

Baca Juga:  Kelian Banjar dan Pekaseh Kompak Sebut Dana Sesajen Dipotong 11,5 %

Andrew hendak dipindahkan ke Rudenim Denpasar karena keterbatasan ruang detensi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI ngurah Rai.

Saat proses administrasi untuk diserahkan kepada Interpol itulah Andrew kabur. Buronan Interpol itu memiliki barang bukti hasis 0,5 kilogram hasis.

Majelis Hakim PN Denpasar yang diketuai I Ketut Kimiarsa menyatakan, pria yang lahir di Rusia pada 12 Mei 1988 tersebut terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf A UU Narkotika.

Andrew pun divonis 1,5 tahun. Putusan hakim Kimiarsa tersebut terbilang sangat rendah. Pasalnya, berdasar pasal yang digunakan, Andrew bisa dikenakan pidana penjara paling lama empat tahun. 

DENPASAR – Ekatrina Trubkina perempuan yang membantu kekasihnya Andrew Ayer alias Andrei Kavalenka kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai dideportasi ke negara asalnya Rusia.

Ekatrina sebelumnya ditangkap pada 24 Februari 2021 di sebuah vila di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung.

Ekatrina kemudian dijebloskan ke dalam sel Lapas Khusus Perempuan Kelas IIA Denpasar. Ekatrina bebas pada 19 Maret 2021 pukul 10.00.

“Setelah keluar (penjara), Ekatrina dijemput tujuh orang tim dari Bidang  Inteldakim Kantor  Imigrasi  Kelas  I Khusus  TPI  Ngurah  Rai,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk melalui siaran persnya kemarin.

Dua jam kemudian Ekatrina dibawa Kantor  Imigrasi  Kelas  I  Khusus  TPI  Ngurah  Rai.  Tim melanjutkan pemeriksaan barang,

Baca Juga:  Tabrakan Dengan Sepeda Motor, Mobil X-Over Terbalik di Sukawati

kelengkapan dokumen, dan melakukan foto sidik jari sistem penyidikan dan penindakan Imigrasi (Nyidakim).

Tepat pukul 13.00 petugas membawa Ekatrina ke terminal domestik Bandara Ngurah  Rai. Selanjutnya Ekatrina diterbangkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Setelah enam jam melalui proses check in dan lainnya, petugas membawa Ektrina menuju gate-9 Bandara Seokarno-Hatta. Pukul 21.35 WIB pesawat take off.

Sementara buron Interpol Andrew Ayer alias Andrei Kavalenka yang merupakan kekasih Ekatrina Trubkina sampai saat ini belum juga dideportasi.

Sebelumnya Andrew divonis pidana penjara 1,5 tahun. Setelah masa penjara berakhir, Andrew diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dideportasi dan diserahkan ke Interpol.

Baca Juga:  Pastikan Bodong, Polisi Langsung Segel dan Tutup 2 TPA Milik Tersangka

Andrew hendak dipindahkan ke Rudenim Denpasar karena keterbatasan ruang detensi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI ngurah Rai.

Saat proses administrasi untuk diserahkan kepada Interpol itulah Andrew kabur. Buronan Interpol itu memiliki barang bukti hasis 0,5 kilogram hasis.

Majelis Hakim PN Denpasar yang diketuai I Ketut Kimiarsa menyatakan, pria yang lahir di Rusia pada 12 Mei 1988 tersebut terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf A UU Narkotika.

Andrew pun divonis 1,5 tahun. Putusan hakim Kimiarsa tersebut terbilang sangat rendah. Pasalnya, berdasar pasal yang digunakan, Andrew bisa dikenakan pidana penjara paling lama empat tahun. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/