alexametrics
28.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Kapolresta Denpasar: Kasus Goldcoin Sudah Dua Tersangka, Kerugian Rp700 Juta

DENPASAR – Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas menyatakan kasus Goldkoin 2 orang tersangka dan keduanya sudah ditahan. Kini, penyidik Polresta Denpasar terus mengembangkan kasus penipuan yang menyeret bos PT Goldkoin Sevalon Internasional dan Koperasi Keluarga Goldkoin Riski Adam.

“Ya kami polisi telah menetapkan dua orang tersangka. Terhadap keduanya telah dilakukan penahanan sampai saat ini,” ujarnya, Sabtu (21/5).

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat ditemui di Mapolda Bali mengatakan dari hasil penyidikan sementara total kerugian hingga Rp. 700 juta.

“Kerugian hampir 700 juta. Sekarang terus dilakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka, keduanya juga sudah ditahan kan,” kata Yugo.

Dia menambahkan nilai kerugian yang ditimbulkan terus berkembang seiring perkembangan penyelidikan.

“Awal kasus ini mencuat nilai kerugian hanya Rp30 Juta. Kini tercatat kerugian Rp700 juta. Semakin banyak yang melapor maka nilai kerugian yang ditimbulkan terus bertambah. Berkembang terus jadi Rp700 juta, korbannya rata-rata dari Denpasar,” ucap Yugo. (dre)



DENPASAR – Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas menyatakan kasus Goldkoin 2 orang tersangka dan keduanya sudah ditahan. Kini, penyidik Polresta Denpasar terus mengembangkan kasus penipuan yang menyeret bos PT Goldkoin Sevalon Internasional dan Koperasi Keluarga Goldkoin Riski Adam.

“Ya kami polisi telah menetapkan dua orang tersangka. Terhadap keduanya telah dilakukan penahanan sampai saat ini,” ujarnya, Sabtu (21/5).

Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat ditemui di Mapolda Bali mengatakan dari hasil penyidikan sementara total kerugian hingga Rp. 700 juta.

“Kerugian hampir 700 juta. Sekarang terus dilakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka, keduanya juga sudah ditahan kan,” kata Yugo.

Dia menambahkan nilai kerugian yang ditimbulkan terus berkembang seiring perkembangan penyelidikan.

“Awal kasus ini mencuat nilai kerugian hanya Rp30 Juta. Kini tercatat kerugian Rp700 juta. Semakin banyak yang melapor maka nilai kerugian yang ditimbulkan terus bertambah. Berkembang terus jadi Rp700 juta, korbannya rata-rata dari Denpasar,” ucap Yugo. (dre)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/