alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Diduga, Ini Motif Keji Suami Bunuh Istri Depan Ibu Kandung di Badung

AKSI pembunuhan sadis yang dilakukan seorang suami (Pelaku I Made Maranada, 34) terhadap istrinya (Korban Ni Luh Putu Russiani, 24) di Banjar Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, Jumat malam (18/6) benar-benar bikin geger.

Bikin heboh, karena pembunuhan sadis ini dilakukan oleh salah satu anak perangkat desa setempat dan disaksikan oleh ibu kandungnya.

Kini di tengah polisi melakukan penyelidikan, muncul spekulasi motif pelaku tega dan sadis membunuh istrinya. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Badung

SEBELUM peristiwa berdarah, antara Pelaku I Made Maranada dengan Korban Ni Luh Putu Russiani, 24, sempat dikabarkan baik-baik saja.

Bahkan menurut orang tua pelaku dan tetangga, pasangan suami istri (pasutri) muda yang baru menikah sekitar 2 tahun dan belum dikaruniai anak, ini juga jarang cekcok.

Meskipun ada pertengkaran, hal itu dianggap sebagai perselisihan kecil dan dianggap wajar dalam rumah tangga.

Kini di tengah penyelidikan polisi mengungkap motif di balik pembunuhan sadis itu, muncul rumor jika pelaku nekat menghabisi nyawa istrinya karena sempat terlibat perselisihan saat mengobrol di garasi rumah.

Hanya saja, tidak dijelaskan hingga pelaku kalap dan tega menghabisi nyawa istrinya.

Baca Juga:  Masih Misterius, Ya Tuhan Tolong Ungkap Pelaku Pembuang Orok di Sungai

Namun dari informasi, diduga kuat, pelaku marah setelah sering “diomeli” terus oleh istrinya karena kondisinya yang masih menganggur sejak dirumahkan setahun lebih lalu akibat perusahaannya terdampak pandemi Covid-19.

“Jadi pelaku ini pernah kerja di salah satu perusahaan ekspedisi, tetapi dirumahkan dan menganggur,”terang sumber kepolisian.

Nah sejak dirumahkan, praktis pelaku tidak mendapatkan pemasukan.

Bahkan, imbuh sumber, untuk membiayai hidupnya, selain harus bergantung dengan kedua orangtuanya, pelaku juga terpaksa “menumpang hidup” dari penghasilan istrinya yang bekerja sebagai pegawai Tata Usaha (TU) dengan status kontrak di salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Darmasaba, Abiansemal.

“Dari beberapa keterangan, memang sejak dirumahkan, pelaku ini lebih sensitif. Dugaan sementara karena salah satu penyebabnya faktor ekonomi. Istrinya (Korban) terus meminta pelaku untuk mencari kerja karena sudah setahun lebih pelaku ini di rumah (menganggur). Jadi dugaan sementara karena itu,”terang sumber kepolisian.

Namun, untuk memastikan terkait motif yang sebenarnya, imbuh sumber, pihaknya meminta untuk bersabar karena polisi masih melakukan penyelidikan. “Ini (dugaan motif ekonomi) yang sedang didalami. Karena keterangan pelaku juga masih berubah-ubah,”imbuhnya.

Baca Juga:  Mengenaskan, Wanita Cantik Warga Denpasar Tewas dengan Kepala Pecah

Sementara itu, terkait informasi sumber, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi saat dikonfirmasi, Selasa (22/6) menyatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.

“Sementara ini keterangan pelaku berbeda-beda dan berubah-ubah. Untuk itu, kami akan meminta psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka (Maranada). Setelah itu,baru kami bisa menyimpulkan (motif),”terang AKBP Roby.

Apalagi, imbuh AKBP Roby, jauh sebelum peristiwa pembunuhan, dari keterangan sejumlah saksi, pria kelahiran 22 Oktober 1986 ini juga pernah menderita depresi.

 

“(Dugaan depresi) Ini yang kami buktikan terlebih dulu,”tandasnya. 

 

Sementara terkait adanya perselisihan sebelum pembunuhan, AKBP Roby juga membenarkan.

 

Dugaan kuat adanya perselisihan antara pelaku dan korban, ini terungkap dari keterangan orang tua pelaku (Saksi I made Geliduh, 60, dan Ni Nyoman Yeni,65).

 

“Sesuai keterangan saksi, keseharian mereka sebenarnya tidak ada masalah. Memang katanya ada beda pendapat sedikit saat mereka ngobrol di garasi.Tetapi untuk kepastiannya tentu harus didalami dulu,” tukas Roby.


AKSI pembunuhan sadis yang dilakukan seorang suami (Pelaku I Made Maranada, 34) terhadap istrinya (Korban Ni Luh Putu Russiani, 24) di Banjar Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, Jumat malam (18/6) benar-benar bikin geger.

Bikin heboh, karena pembunuhan sadis ini dilakukan oleh salah satu anak perangkat desa setempat dan disaksikan oleh ibu kandungnya.

Kini di tengah polisi melakukan penyelidikan, muncul spekulasi motif pelaku tega dan sadis membunuh istrinya. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Badung

SEBELUM peristiwa berdarah, antara Pelaku I Made Maranada dengan Korban Ni Luh Putu Russiani, 24, sempat dikabarkan baik-baik saja.

Bahkan menurut orang tua pelaku dan tetangga, pasangan suami istri (pasutri) muda yang baru menikah sekitar 2 tahun dan belum dikaruniai anak, ini juga jarang cekcok.

Meskipun ada pertengkaran, hal itu dianggap sebagai perselisihan kecil dan dianggap wajar dalam rumah tangga.

Kini di tengah penyelidikan polisi mengungkap motif di balik pembunuhan sadis itu, muncul rumor jika pelaku nekat menghabisi nyawa istrinya karena sempat terlibat perselisihan saat mengobrol di garasi rumah.

Hanya saja, tidak dijelaskan hingga pelaku kalap dan tega menghabisi nyawa istrinya.

Baca Juga:  Pembunuh Wanita Pemilik Warung Barokah di Sanur Divonis 11 Tahun

Namun dari informasi, diduga kuat, pelaku marah setelah sering “diomeli” terus oleh istrinya karena kondisinya yang masih menganggur sejak dirumahkan setahun lebih lalu akibat perusahaannya terdampak pandemi Covid-19.

“Jadi pelaku ini pernah kerja di salah satu perusahaan ekspedisi, tetapi dirumahkan dan menganggur,”terang sumber kepolisian.

Nah sejak dirumahkan, praktis pelaku tidak mendapatkan pemasukan.

Bahkan, imbuh sumber, untuk membiayai hidupnya, selain harus bergantung dengan kedua orangtuanya, pelaku juga terpaksa “menumpang hidup” dari penghasilan istrinya yang bekerja sebagai pegawai Tata Usaha (TU) dengan status kontrak di salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Darmasaba, Abiansemal.

“Dari beberapa keterangan, memang sejak dirumahkan, pelaku ini lebih sensitif. Dugaan sementara karena salah satu penyebabnya faktor ekonomi. Istrinya (Korban) terus meminta pelaku untuk mencari kerja karena sudah setahun lebih pelaku ini di rumah (menganggur). Jadi dugaan sementara karena itu,”terang sumber kepolisian.

Namun, untuk memastikan terkait motif yang sebenarnya, imbuh sumber, pihaknya meminta untuk bersabar karena polisi masih melakukan penyelidikan. “Ini (dugaan motif ekonomi) yang sedang didalami. Karena keterangan pelaku juga masih berubah-ubah,”imbuhnya.

Baca Juga:  Setelah Sita KTA Polisi, Pelaku Tantang Berkelahi, Terpaksa Dor…Dor...

Sementara itu, terkait informasi sumber, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi saat dikonfirmasi, Selasa (22/6) menyatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.

“Sementara ini keterangan pelaku berbeda-beda dan berubah-ubah. Untuk itu, kami akan meminta psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka (Maranada). Setelah itu,baru kami bisa menyimpulkan (motif),”terang AKBP Roby.

Apalagi, imbuh AKBP Roby, jauh sebelum peristiwa pembunuhan, dari keterangan sejumlah saksi, pria kelahiran 22 Oktober 1986 ini juga pernah menderita depresi.

 

“(Dugaan depresi) Ini yang kami buktikan terlebih dulu,”tandasnya. 

 

Sementara terkait adanya perselisihan sebelum pembunuhan, AKBP Roby juga membenarkan.

 

Dugaan kuat adanya perselisihan antara pelaku dan korban, ini terungkap dari keterangan orang tua pelaku (Saksi I made Geliduh, 60, dan Ni Nyoman Yeni,65).

 

“Sesuai keterangan saksi, keseharian mereka sebenarnya tidak ada masalah. Memang katanya ada beda pendapat sedikit saat mereka ngobrol di garasi.Tetapi untuk kepastiannya tentu harus didalami dulu,” tukas Roby.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/