alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

SADIS! Bayi Mati Mengambang Dekat Kampus FE Unud Diduga Tewas Ditusuk

DENPASAR – Kematian bayi yang ditemukan di kolam proyek Kompleks Pertokoan Grand Sudirman dekat kampus Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Minggu (21/7) kemarin, sedikit demi sedikit terkuak.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Sebab, ada dugaan bayi tersebut tewas ditusuk. Sebab, ditemukan luka terbuka dari kekerasan benda tajam pada punggung kanan.

“Ada kesan luka tusuk. Untuk memastikannya perlu dilakukan otopsi,” ujar Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit kepada Jawa Pos Radar Bali, Senin siang (12/7).

Dijelaskannya, jenazah bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sudah menunjukkan tanda pembusukan berupa pengelupasan kulit dibeberapa bagian tubuh berwarna kehijauan.

Diperkirakan waktu kematian tiga sampai dengan hari sebelum diperiksa pada Minggu malam (21/7). Bayi tersebut juga memiliki berat badan 2,4 kg dan Panjang badan 47 cm.

Baca Juga:  Tumor Getah Bening Nyebar ke Organ Lain, Bayi Fendi Dirujuk ke Sanglah

Artinya, hal tersebut menunjukkan bayi sdh cukup umur kandungan (9,5 bulan). “Untuk penyebab kematiannya, menunggu otopsi. Sampai saat ini belum ada permintaan dari polisi,” pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, warga di seputaran kompleks pertokoan Grand Sudirman di Jalan PB Sudirman, Panjer, Denpasar Selatan, Minggu sore (21/7) pukul 16.30 dibuat heboh oleh penemuan jasad bayi.

Saat ditemuan, bayi malang itu sudah dalam kondisi mengapung dan membusuk.  Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kasus temuan orok itu bermula dari kedua saksi.

Yakni Riga Apriliawan, 22, warga Jalan Bisma Kampial, Kuta Selatan, dan Ricky Adi Saputra, 24, warga asal Lumajang, Jatim namun tinggal di Jalan Pratama Gang Dukuh Sari 33L Nusa Dua datang ke TKP untuk mancing.

Baca Juga:  Kompak Jadi Pengedar Sabu, Pasutri Diganjar Lima Tahun Penjara

 Di tengah asyik mancing, kedua saksi tiba-tiba mencium bau busuk di sekitar tempat saksi memancing tepatnya di kolam sebelah selatan.

Penasaran dengan bau busuk, kedua saksi kemudianmencari sumber bau. Betapa terkejutnya, setelah mencari tahu sumber bau busuk, keduanya  melihat orok mengambang di tepi kolam.

Selanjutnya atas temuan tersebut saksi dan temannya melapor kepada warga yang ada di pertokoan Grand Sudirman, dan kemudian oleh warga kasus ini dilaporkan  ke Mapolsek Densel.



DENPASAR – Kematian bayi yang ditemukan di kolam proyek Kompleks Pertokoan Grand Sudirman dekat kampus Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Minggu (21/7) kemarin, sedikit demi sedikit terkuak.

Hasilnya pun cukup mengejutkan. Sebab, ada dugaan bayi tersebut tewas ditusuk. Sebab, ditemukan luka terbuka dari kekerasan benda tajam pada punggung kanan.

“Ada kesan luka tusuk. Untuk memastikannya perlu dilakukan otopsi,” ujar Kepala Bagian Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit kepada Jawa Pos Radar Bali, Senin siang (12/7).

Dijelaskannya, jenazah bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sudah menunjukkan tanda pembusukan berupa pengelupasan kulit dibeberapa bagian tubuh berwarna kehijauan.

Diperkirakan waktu kematian tiga sampai dengan hari sebelum diperiksa pada Minggu malam (21/7). Bayi tersebut juga memiliki berat badan 2,4 kg dan Panjang badan 47 cm.

Baca Juga:  Belasan Jenazah Dikremasi, Terbanyak Potongan dan Kasus Pembunuhan

Artinya, hal tersebut menunjukkan bayi sdh cukup umur kandungan (9,5 bulan). “Untuk penyebab kematiannya, menunggu otopsi. Sampai saat ini belum ada permintaan dari polisi,” pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, warga di seputaran kompleks pertokoan Grand Sudirman di Jalan PB Sudirman, Panjer, Denpasar Selatan, Minggu sore (21/7) pukul 16.30 dibuat heboh oleh penemuan jasad bayi.

Saat ditemuan, bayi malang itu sudah dalam kondisi mengapung dan membusuk.  Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kasus temuan orok itu bermula dari kedua saksi.

Yakni Riga Apriliawan, 22, warga Jalan Bisma Kampial, Kuta Selatan, dan Ricky Adi Saputra, 24, warga asal Lumajang, Jatim namun tinggal di Jalan Pratama Gang Dukuh Sari 33L Nusa Dua datang ke TKP untuk mancing.

Baca Juga:  Miris, Gadis di Buleleng Jadi Budak Nafsu Ayah Kandung Selama 4 Tahun

 Di tengah asyik mancing, kedua saksi tiba-tiba mencium bau busuk di sekitar tempat saksi memancing tepatnya di kolam sebelah selatan.

Penasaran dengan bau busuk, kedua saksi kemudianmencari sumber bau. Betapa terkejutnya, setelah mencari tahu sumber bau busuk, keduanya  melihat orok mengambang di tepi kolam.

Selanjutnya atas temuan tersebut saksi dan temannya melapor kepada warga yang ada di pertokoan Grand Sudirman, dan kemudian oleh warga kasus ini dilaporkan  ke Mapolsek Densel.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/