alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Curiga Penyaluran BSU “Bau Amis”, Warga Kalibukbuk Geruduk Kejaksaan

SINGARAJA – Sejumlah warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Selasa (22/9) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Warga datang dengan tujuan mengadukan polemik penyaluran Bantuan Stimulan Usaha (BSU) yang digelontor ke desanya.

Masing-masing penerima mendapat Rp 1,8 juta sebagai dana stimulus modal usaha.

Warga yang datang menyebut penyaluran BSU yang diperuntukkan bagi UMKM dinilai “bau amis”. Selain tidak transparan, penyaluran dana BSU juga tidak tepat sasaran. Pasalnya oknum Kepala Dusun Celuk Buluh diduga menggulirkan BSU tersebut hanya disalurkan kepada keluarga dan kerabat dekatnya saja.

Agus Cahyadi, Ketut Sudiarta dan beberapa warga lainya yang datang mengaku ada permainan BSU di desanya. “Setelah kami cek kali cek ternyata keluarga dan kerabat dekatnya saja dari kepala dusun Celuk Buluh Putu Suardika yang mendapatkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Aniaya Jurnalis di Denpasar, Mahasiswi Cantik Asal NTT Dibui 6 Bulan

Pihaknya benar-benar sangat menyayangkan tidak ada transparansi penyaluran BSU. Padahal di desa masih banyak yang berhak mendapat BSU tersebut. “Kejadian ini sehingga kami datang mengadukan ke Kejari Buleleng,” tuturnya.

Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Jayalantara menyampaikan pihaknya sudah menerima pengaduan terkait dugaan penyelewengan BSU di Desa Kalibukbuk tersebut.

Sejatinya laporan tersebut dilayangkan oleh tiga orang perwakilan warga Desa Kalibukbuk pada Senin (22/9) kemarin.

“Dari laporan tersebut ada beberapa yang dipermasalahkan oleh warga,” ujarnya Selasa (22/9).

Lanjutnya pria yang akrab disapa Agung, dalam laporan tersebut warga mempermasalahkan penyaluran BSU yang diduga tidak tepat sasaran. Di antaranya disebutkan, ada warga yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan tersebut namun justru tidak menerima bantuan yang bersumber dari Pemprov Bali ini. Dari data, jumlah penerima BSU di Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk sekitar 70 orang. Setiap penerima mendapat Rp 1,8 juta sebagai dana stimulus.

Baca Juga:  Tujuh Oknum Pejabat Dinas Pariwisata Buleleng Akhirnya Ditahan

Pihak Kejari Singaraja sendiri sudah menelaah laporan tersebut. Dalam waktu dekat petugas penyidik akan melakukan Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut.

“Laporan tersebut sudah kami telaah. Kemungkinan besok surat perintah turun, kami akan lakukan Puldata dan Pulbaket ke lokasi,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Buleleng.

Apabila ditemukan adanya kerugian negara, maka pihak Kejari akan melaksanakan penyelidikan. Yang pasti yang dilaporkan adalah adanya indikasi dari masyarakat bahwa penyaluran BSU yang bersumber dari APBD Provinsi Bali tersebut tidak tepat sasaran.

“Kami telusuri dahulu bagaimana proses pengajuannya, siapa yang berhak menerima, bagaimana prosedur penerimaannya,” tukasnya.



SINGARAJA – Sejumlah warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Selasa (22/9) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Warga datang dengan tujuan mengadukan polemik penyaluran Bantuan Stimulan Usaha (BSU) yang digelontor ke desanya.

Masing-masing penerima mendapat Rp 1,8 juta sebagai dana stimulus modal usaha.

Warga yang datang menyebut penyaluran BSU yang diperuntukkan bagi UMKM dinilai “bau amis”. Selain tidak transparan, penyaluran dana BSU juga tidak tepat sasaran. Pasalnya oknum Kepala Dusun Celuk Buluh diduga menggulirkan BSU tersebut hanya disalurkan kepada keluarga dan kerabat dekatnya saja.

Agus Cahyadi, Ketut Sudiarta dan beberapa warga lainya yang datang mengaku ada permainan BSU di desanya. “Setelah kami cek kali cek ternyata keluarga dan kerabat dekatnya saja dari kepala dusun Celuk Buluh Putu Suardika yang mendapatkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ini Daftar Kejahatan Komplotan Dul, Pelaku Coblos Band Spesialis Bule

Pihaknya benar-benar sangat menyayangkan tidak ada transparansi penyaluran BSU. Padahal di desa masih banyak yang berhak mendapat BSU tersebut. “Kejadian ini sehingga kami datang mengadukan ke Kejari Buleleng,” tuturnya.

Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Jayalantara menyampaikan pihaknya sudah menerima pengaduan terkait dugaan penyelewengan BSU di Desa Kalibukbuk tersebut.

Sejatinya laporan tersebut dilayangkan oleh tiga orang perwakilan warga Desa Kalibukbuk pada Senin (22/9) kemarin.

“Dari laporan tersebut ada beberapa yang dipermasalahkan oleh warga,” ujarnya Selasa (22/9).

Lanjutnya pria yang akrab disapa Agung, dalam laporan tersebut warga mempermasalahkan penyaluran BSU yang diduga tidak tepat sasaran. Di antaranya disebutkan, ada warga yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan tersebut namun justru tidak menerima bantuan yang bersumber dari Pemprov Bali ini. Dari data, jumlah penerima BSU di Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk sekitar 70 orang. Setiap penerima mendapat Rp 1,8 juta sebagai dana stimulus.

Baca Juga:  Kebut Korupsi LPD Anturan, Jaksa Kejari Buleleng Tunggu Hasil Audit

Pihak Kejari Singaraja sendiri sudah menelaah laporan tersebut. Dalam waktu dekat petugas penyidik akan melakukan Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut.

“Laporan tersebut sudah kami telaah. Kemungkinan besok surat perintah turun, kami akan lakukan Puldata dan Pulbaket ke lokasi,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Buleleng.

Apabila ditemukan adanya kerugian negara, maka pihak Kejari akan melaksanakan penyelidikan. Yang pasti yang dilaporkan adalah adanya indikasi dari masyarakat bahwa penyaluran BSU yang bersumber dari APBD Provinsi Bali tersebut tidak tepat sasaran.

“Kami telusuri dahulu bagaimana proses pengajuannya, siapa yang berhak menerima, bagaimana prosedur penerimaannya,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/