Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jaksa Agung Buka Rekernis Intelijen, Ini Pesan Pentingnya

Acara Digelar Virtual dan Prokes Ketat

22 September 2021, 14: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Jaksa Agung Buka Rekernis Intelijen, Ini Pesan Pentingnya

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin saat membuka Rakernis Bidang Intelijen Kejagung RI Tahun 2021, Rabu (22/9) (IST)

Share this      

DENPASAR – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Intelijen Kejaksaan RI Tahun 2021.

Rapat digelar secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/9). Rapat akan berlangsung selama dua hari, dari 22-23 September 2021.

Hadir secara virtual dalam Wakil Jaksa Agung RI, Setia Untung Arimuladi, para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak, Para Pejabat Eselon II, Eselon III, dan Eselon IV pada Jaksa Agung Muda Intelijen.

Baca juga: Dijuluki Pemersatu Bangsa, Begini Aksi Erotis "Kuda Poni" di Mango

Selain itu juga hadir para Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Intelijen, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia beserta jajarannya dari kantor masing-masing.

Burhanudin mengingatkan kembali kepada Bidang Intelijen untuk mengoptimalkan fungsi pengamanan pembangunan strategis, guna menyukseskan jalannya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Ciptakan kondisi yang sinergis dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif,” tegasnya.

Bidang Intelijen juga harus melakukan tindakan preventif terhadap masalah-masalah hukum yang telah terdeteksi sejak dini.

“Jangan menunggu masalah yang ada mengemuka ke permukaan, lalu menimbulkan kegaduhan,” tukasnya.

Di samping itu, perlu menjadi kajian Bidang Intelijen untuk kembali menyelaraskan fungsi penegakan hukum sebagaimana Undang-Undang Nomor 7/2011 tentang Intelijen Negara.

Bidang Intelijen adalah mata dan telinga Kejaksaan. Karena itu, ukuran keberhasilan intelijen adalah kemampuan menghilangkan potensi-potensi atas segala Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan (ATHG) yang dapat mengganggu kebijakan penegakan hukum.

“Selain itu tolong pastikan perangkat digital Kejaksaan aman, tidak ada kebocoran,” kata Burhanudin mewanti-wanti.

Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Intelijen untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat.

Bidang Intelijen diharapkan adaptif dalam menghadapi situasi saat ini. Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai budaya yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

SDM merupakan kunci dan peran utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas intelijen. Bidang Intelijen khususnya Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) diminta bersaing memberikan informasi yang benar kepada masyarakat yang dibanjiri berita hoax.

Jaksa Agung RI memberikan apresiasi kepada Jajaran Intelijen khususnya Puspenkum yang telah mengadakan program Podcast Kejaksaan RI. Program tersebut sebagai salah satu cara untuk mendekatkan Kejaksaan dengan masyarakat melalui media kekinian.

Jaksa Agung berharap melalui rakernis bidang Intelijen dapat memahami jati diri dan peran Intelijen. Di antaranya penegakan hukum dalam menjaga keutuhan NKRI di era digital

Sementara itu, Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjutak menambahakn, Rakernis Bidang Intelijen Kejaksaan RI dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan.(rba)

(rb/san/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia