alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

HOT NEWS! Tiga Suporter Timnas Asal Bali Ditahan Polisi Malaysia

DENPASAR-Tiga orang suporter Timnas Indonesia asal Bali ditahan Kepolisian Kerajaan Malaysia.

 

Penahanan ketiganya dilakukan terkait dugaan adanya tuduhan aksi teror bom yang dilakukan salah satu dari tiga suporter di media sosial (medsos).

 

Ketiga suporter itu masing-masing Andreas Setiawan, Rifki Chorudin dan Iyan Ptada Wibowo.

 

 

Ketiga suporter ini ditangkap Kepolisian Malaysia, Selasa (19/11) saat memasuki stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

 

Saat itu mereka hendak mendukung pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam rangka pertandingan kelima Group G, Kualifikasi Piala Dunia 2022, zona Asia. 

 

Ditemui dikediamannya di Jalan Pemuda, Denpasar Timur, Diah yang merupakan istri dari suporter Iyan Ptada Wibowo menerangkan bahwa sang suami berangkat ke Malaysia pada Minggu (17/11), dan berencana akan kembali lagi ke Bali pada Rabu (20/11). 

Baca Juga:  Resahkan Warga Lembongan, Pelaku Curanmor Dibekuk Tanpa Perlawanan

 

“Belum ada komunikasi lagi” katanya kepada awak media, Jumat (22/11) sore.

 

Menurut Diah, terakhir kali sang suami memberi kabar lewat pesan Whatsapp (WA). Inti pesan yang dikirim suami via WA itu, Iyan meminta doa dari Diah karena telah diamankan sebagai saksi dalam kasus dugaan teror bom di Medsos.

 

Diceritakan Diah, bahwa saat keberangkayan dari Bali, sang suami berangkat bersama tiga orang rekannya. Mereka adalah Andre, Rifki dan Hendrik.

 

Mereka berangkat dalam gabungan organisasi Suporter Indonesia Pulau Bali (SIPB) yanh meruoakan suporter Timnas asal pulau Bali. Dalam organisasi ini, Iyan sebagai ketua SIPB.

 

“Saya sudah dihubungi dari Polda Bali juga. Katanya, polisi di Malaysia sedang melakukan penyelidikan,” terang Diah.

Baca Juga:  Irfan Tak Pikirkan Caps di Timnas Indonesia, Puji Permainan Andhika

 

Lebih lanjut, masih menurut informasi dari Polda, proses atau waktu penyelidikan diperkirakan memakan waktu hingga dua minggu.

 

Namun penyelidikan bisa berjalan cepat jika kepolisian Malaysia sudah mendapatkan fakta bahwa ketiganya murni hanya sebagai suporter.

 

Diah juga berharap, agar KBRI di Malaysia bisa membantu.

 

Selain itu PSSI juga diharapkan bisa menjelaskan bahwa postingan yang dilakukan oleh salah satu suporter itu hanyalah candaan.

 

“Kalau PSSI cepat menjamin dan bisa memberitahu bahwa ketiganya murni suporter, mungkin bisa lebih cepat. Intinyaa ada di PSSI,” tukasnya.



DENPASAR-Tiga orang suporter Timnas Indonesia asal Bali ditahan Kepolisian Kerajaan Malaysia.

 

Penahanan ketiganya dilakukan terkait dugaan adanya tuduhan aksi teror bom yang dilakukan salah satu dari tiga suporter di media sosial (medsos).

 

Ketiga suporter itu masing-masing Andreas Setiawan, Rifki Chorudin dan Iyan Ptada Wibowo.

 

 

Ketiga suporter ini ditangkap Kepolisian Malaysia, Selasa (19/11) saat memasuki stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

 

Saat itu mereka hendak mendukung pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam rangka pertandingan kelima Group G, Kualifikasi Piala Dunia 2022, zona Asia. 

 

Ditemui dikediamannya di Jalan Pemuda, Denpasar Timur, Diah yang merupakan istri dari suporter Iyan Ptada Wibowo menerangkan bahwa sang suami berangkat ke Malaysia pada Minggu (17/11), dan berencana akan kembali lagi ke Bali pada Rabu (20/11). 

Baca Juga:  Pikat Coach Shin Tae-yong, Nadeo Siap Tunjukkan Kemampuan Terbaik

 

“Belum ada komunikasi lagi” katanya kepada awak media, Jumat (22/11) sore.

 

Menurut Diah, terakhir kali sang suami memberi kabar lewat pesan Whatsapp (WA). Inti pesan yang dikirim suami via WA itu, Iyan meminta doa dari Diah karena telah diamankan sebagai saksi dalam kasus dugaan teror bom di Medsos.

 

Diceritakan Diah, bahwa saat keberangkayan dari Bali, sang suami berangkat bersama tiga orang rekannya. Mereka adalah Andre, Rifki dan Hendrik.

 

Mereka berangkat dalam gabungan organisasi Suporter Indonesia Pulau Bali (SIPB) yanh meruoakan suporter Timnas asal pulau Bali. Dalam organisasi ini, Iyan sebagai ketua SIPB.

 

“Saya sudah dihubungi dari Polda Bali juga. Katanya, polisi di Malaysia sedang melakukan penyelidikan,” terang Diah.

Baca Juga:  Kelian Adat Sebut Warga Disanksi Kanorayang karena Langgar Aturan Adat

 

Lebih lanjut, masih menurut informasi dari Polda, proses atau waktu penyelidikan diperkirakan memakan waktu hingga dua minggu.

 

Namun penyelidikan bisa berjalan cepat jika kepolisian Malaysia sudah mendapatkan fakta bahwa ketiganya murni hanya sebagai suporter.

 

Diah juga berharap, agar KBRI di Malaysia bisa membantu.

 

Selain itu PSSI juga diharapkan bisa menjelaskan bahwa postingan yang dilakukan oleh salah satu suporter itu hanyalah candaan.

 

“Kalau PSSI cepat menjamin dan bisa memberitahu bahwa ketiganya murni suporter, mungkin bisa lebih cepat. Intinyaa ada di PSSI,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/