alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sekali Tempel Dapat Rp500 Ribu, Apes Setelah Dicokok di Aksi Kesebelas

SEPANDAI-pandai tupai melompat pasti jatuh juga. Pepatah tersebut tepat menggambarkan nasib terdakwa Ahmad Nurdin, 33.

Setelah sepuluh kali sukses mengambil dan menempel paket sabu, pada aksi yang kesebelas, Nurdin apes.

Dia digulung anggota Polda Bali di kamar kosnya. Kok bisa?

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

PRIA asal Bandung, Jawa Barat, itu pun hanya bisa pasrah saat didudukkan menjadi terdakwa. Ia terancam 20 tahun penjara lantaran terbukti menguasai sabu dengan berat bersih 20,45 gram netto.

JPU Ni Made Lumisensi memasang dua pasal sekaligus, yakni Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika.

Terdakwa sendiri mengakui dalam bertugas disuruh seseorang yang dipanggil Saha, orang yang baru dikenalnya sebulan lewat WhatsAPp (WA).

Baca Juga:  Nyabu Bareng, Sepasang Kekasih Diganjar 2 Tahun Bui

Terdakwa ditawari mengambil, memecah, dan menempel sabu-sabu sesuai perintah Saha.

“Satu kali melakukan pekerjaan (mengambil dan menempel sabu), terdakwa diberi imbalan uang sebesar Rp500 ribu,” beber JPU Lumisensi, Rabu (22/12).

“Sampai terdakwa ditangkap sudah melakukan pekerjaan sebanyak sepuluh kali,” imbuh JPU Kejati Bali itu.

Terdakwa tak menyangkal dakwaan JPU. Pun saat kronologi penangkapan dibeberkan di muka persidangan. Dijelaskan JPU, terdakwa ditangkap anggota Polda Bali di kamar kosnya di Jalan Kerta Dalem Sari, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, pada 9 Oktober 2021.

Ketika dilakukan penggeledahan, terdakwa menyembunyikan enam paket sabu di beberapa titik. Misalnya di bawah wastafel ditemukan satu buah plastik klip berisi sabu seberat 13,42 gram netto.

Baca Juga:  Sembunyikan Paket Sabu di Rumah, Sopir Truk di Bangli Diciduk

Terdakwa kemudian menyembunyikan barang terlarang itu di dalam sakelar lampu.

“Di dalam sakelar ditemkan sabu seberat  4,90 gram netto. Petugas juga menemukan satu paket sabu di dalam termos kecil, bungkus kopi, dan bungkus permen,” beber JPU.

Terdakwa mengaku sabu seberat 20,45 gram netto itu diperoleh dari Saha. Terdakwa diminta untuk mengambil paket sabu di daerah Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Terdakwa mengenal Saha (buron) sejak September 2021 melalui pesan dari WhatsApp (WA). Sejak berkenalan itu dia langsung menyanggupi menjadi kurir sabu. 


SEPANDAI-pandai tupai melompat pasti jatuh juga. Pepatah tersebut tepat menggambarkan nasib terdakwa Ahmad Nurdin, 33.

Setelah sepuluh kali sukses mengambil dan menempel paket sabu, pada aksi yang kesebelas, Nurdin apes.

Dia digulung anggota Polda Bali di kamar kosnya. Kok bisa?

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

PRIA asal Bandung, Jawa Barat, itu pun hanya bisa pasrah saat didudukkan menjadi terdakwa. Ia terancam 20 tahun penjara lantaran terbukti menguasai sabu dengan berat bersih 20,45 gram netto.

JPU Ni Made Lumisensi memasang dua pasal sekaligus, yakni Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika.

Terdakwa sendiri mengakui dalam bertugas disuruh seseorang yang dipanggil Saha, orang yang baru dikenalnya sebulan lewat WhatsAPp (WA).

Baca Juga:  Bersepakat Damai, Korban Cabut Laporan Polisi, Pelaku Minta Maaf

Terdakwa ditawari mengambil, memecah, dan menempel sabu-sabu sesuai perintah Saha.

“Satu kali melakukan pekerjaan (mengambil dan menempel sabu), terdakwa diberi imbalan uang sebesar Rp500 ribu,” beber JPU Lumisensi, Rabu (22/12).

“Sampai terdakwa ditangkap sudah melakukan pekerjaan sebanyak sepuluh kali,” imbuh JPU Kejati Bali itu.

Terdakwa tak menyangkal dakwaan JPU. Pun saat kronologi penangkapan dibeberkan di muka persidangan. Dijelaskan JPU, terdakwa ditangkap anggota Polda Bali di kamar kosnya di Jalan Kerta Dalem Sari, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, pada 9 Oktober 2021.

Ketika dilakukan penggeledahan, terdakwa menyembunyikan enam paket sabu di beberapa titik. Misalnya di bawah wastafel ditemukan satu buah plastik klip berisi sabu seberat 13,42 gram netto.

Baca Juga:  Pelaku Tabrak Lari Mahasiswa Sumba Misterius, Ini Respons Kapolresta…

Terdakwa kemudian menyembunyikan barang terlarang itu di dalam sakelar lampu.

“Di dalam sakelar ditemkan sabu seberat  4,90 gram netto. Petugas juga menemukan satu paket sabu di dalam termos kecil, bungkus kopi, dan bungkus permen,” beber JPU.

Terdakwa mengaku sabu seberat 20,45 gram netto itu diperoleh dari Saha. Terdakwa diminta untuk mengambil paket sabu di daerah Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Terdakwa mengenal Saha (buron) sejak September 2021 melalui pesan dari WhatsApp (WA). Sejak berkenalan itu dia langsung menyanggupi menjadi kurir sabu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/