alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

PARAH! Kecanduan Judi Tajen, Gadaikan 14 Unit Rent Car, Eka Diciduk

DENPASAR – I Wayan Eka Antara, 37, akhirnya diamankan tim Buser Polsek Denpasar Selatan di rumahnya di Banjar Dinas Bade Gede Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan.

Eka Antara ditangkap atas tuduhan terlibat kasus penggelapan 14 unit mobil sewaan (rent car) yang dia sewa dari beberapa orang korban. 

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan, pelaku menyewa 14 mobil dari beberapa korban dengan harga 4 hingga 6 juta per bulan pada bulan September 2018 lalu.

Pelaku menyewa belasan mobil itu dengan alasan untuk mengantar tamu wisata. “Awalnya pelaku ini membayar sewa dengan lancar. Tetapi beberapa bulan kemudian mulai macet,” kata Kombes Ruddi Setiawan, Rabu (23/1) siang.

Baca Juga:  Polisi Akui Kesulitan Ungkap Pencurian Penyu di Kawasan Konservasi

Saat mulai kesulitan uang untuk membayar sewa, bukannya mobil dikembalikan ke pemiliknya, 14 unit mobil tersebut malah digadaikan pelaku beserta STNK.

Satu mobil digadai dengan kisaran harga Rp 20 juta per unit. Parahnya lagi, uang hasil gadai mobil sewaan tersebut dipakai oleh pelaku untuk judi tajen.

“Motif menggadaikan mobil oleh pelaku karena perlu uang untuk judi. Pelaku sering bermain judi tajen,” tambah Kombes Ruddi Setiawan.

 Terus-terusan menghabiskan uangnya di arena judi tajen, pelaku malah tidak pernah lagi membayar uang sewa kepada para pemilik mobil.

Hingga akhirnya salah satu pemilik mobil mendengar kabar bahwa mobil miliknya yang disewakan kepada pelaku sedang berada di Gilimanuk, korban langsung melapor ke Poksek Denpasar Selatan.  

Baca Juga:  Rizki Adam Sebut Pengacara dan Pelapor Tak Paham Dunia Aset Digital

Atas laporan itu, polisi langsung bergerak cepat. Sejumlah buser disebar ke sejumlah lokasi termasuk ke Gilimanuk hingga akhirnya berhasil mengamankan 14 mobil tersebut dari beberapa lokasi di Bali.

Nahasnya lagi, ada beberapa mobil yang oleh pemilik aslinya masih dalam masa kredit. “Anggota Buser yang kami sebar, dalam waktu 2×24 jam langsung mengamankan

sejumlah mobil ini dan juga mengamankan pelaku,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini. Atas aksinya ini pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. 



DENPASAR – I Wayan Eka Antara, 37, akhirnya diamankan tim Buser Polsek Denpasar Selatan di rumahnya di Banjar Dinas Bade Gede Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan.

Eka Antara ditangkap atas tuduhan terlibat kasus penggelapan 14 unit mobil sewaan (rent car) yang dia sewa dari beberapa orang korban. 

Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan mengatakan, pelaku menyewa 14 mobil dari beberapa korban dengan harga 4 hingga 6 juta per bulan pada bulan September 2018 lalu.

Pelaku menyewa belasan mobil itu dengan alasan untuk mengantar tamu wisata. “Awalnya pelaku ini membayar sewa dengan lancar. Tetapi beberapa bulan kemudian mulai macet,” kata Kombes Ruddi Setiawan, Rabu (23/1) siang.

Baca Juga:  Curi Motor, Pemuda Bertato Diamuk Massa Hingga Klenger

Saat mulai kesulitan uang untuk membayar sewa, bukannya mobil dikembalikan ke pemiliknya, 14 unit mobil tersebut malah digadaikan pelaku beserta STNK.

Satu mobil digadai dengan kisaran harga Rp 20 juta per unit. Parahnya lagi, uang hasil gadai mobil sewaan tersebut dipakai oleh pelaku untuk judi tajen.

“Motif menggadaikan mobil oleh pelaku karena perlu uang untuk judi. Pelaku sering bermain judi tajen,” tambah Kombes Ruddi Setiawan.

 Terus-terusan menghabiskan uangnya di arena judi tajen, pelaku malah tidak pernah lagi membayar uang sewa kepada para pemilik mobil.

Hingga akhirnya salah satu pemilik mobil mendengar kabar bahwa mobil miliknya yang disewakan kepada pelaku sedang berada di Gilimanuk, korban langsung melapor ke Poksek Denpasar Selatan.  

Baca Juga:  Mabuk Arak Oplosan, Pikap Picu Tabrakan Beruntun di Jalan Mahendratta

Atas laporan itu, polisi langsung bergerak cepat. Sejumlah buser disebar ke sejumlah lokasi termasuk ke Gilimanuk hingga akhirnya berhasil mengamankan 14 mobil tersebut dari beberapa lokasi di Bali.

Nahasnya lagi, ada beberapa mobil yang oleh pemilik aslinya masih dalam masa kredit. “Anggota Buser yang kami sebar, dalam waktu 2×24 jam langsung mengamankan

sejumlah mobil ini dan juga mengamankan pelaku,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini. Atas aksinya ini pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/