alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Bandarnya Tak Ditangkap, Dony Sendiri yang Terancam 20 Tahun Penjara

DENPASAR – Sidang dengan agenda dakwaan terdakwa Dony Setiawan menyisakan fakta janggal. Dia ditangkap sendiri. Sedangkan bandar atau orang yang mengajaknya cuma jadi buron alias belum ditangkap.

Dalam dakwaan JPU, pria 27 tahun itu didatangi polisi di kamar kosnya hanya berselang semalam dari pengambilan sabu-sabu. Dony pun tak berkutik. Kini, pria yang kesehariannya bekerja di bengkel itu terancam 20 tahun penjara.

Dijelaskan JPU Ni Made Desi Mega Pratiwi, keterlibatan Dony ke dunia narkoba berawal dihubungi Roy.

“Terdakwa diajak menempel paket sabu-sabu dengan imbalan Rp 300 ribu setiap kali menempel. Terdakwa juga dijanjikan sabu untuk dikonsumsi sendiri,” jelas JPU Desi.

Tawaran itu membuat Dony tergiur. Dia pun menyanggupi mengambil paket sabu. Malam harinya Dony diperintahkan mengambil sabu di Jalan Raya Kerobokan, tepatnya di bawah sebuah tiang listrik.

“Selain menemukan sabu-sabu, terdakwa juga berisi timbangan elektrik. Terdakwa lantas membawa paket terlarang itu pulang ke kamar kosnya di Jalan Drupadi, Denpasar,” ungkap JPU Kejari Denpasar itu.

Nah, di sinilah cerita ganjil itu terjadi. Keesokan harinya, Dony yang berada di dalam kamar kos didatangi Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Polisi menyebut mendapat informasi dari masyarakat. Polisi lalu melakukan penggeledahan menemukan dua paket sabu-sabu seberat 19 gram netto.

JPU memasang Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika atau Pasal 112 ayat (2) UU yang sama. Sedangkan bandarnya atau orang yang mengajaknya bernama Roy sampai saat ini tak ditangkap. Dan disebut masih buron.



DENPASAR – Sidang dengan agenda dakwaan terdakwa Dony Setiawan menyisakan fakta janggal. Dia ditangkap sendiri. Sedangkan bandar atau orang yang mengajaknya cuma jadi buron alias belum ditangkap.

Dalam dakwaan JPU, pria 27 tahun itu didatangi polisi di kamar kosnya hanya berselang semalam dari pengambilan sabu-sabu. Dony pun tak berkutik. Kini, pria yang kesehariannya bekerja di bengkel itu terancam 20 tahun penjara.

Dijelaskan JPU Ni Made Desi Mega Pratiwi, keterlibatan Dony ke dunia narkoba berawal dihubungi Roy.

“Terdakwa diajak menempel paket sabu-sabu dengan imbalan Rp 300 ribu setiap kali menempel. Terdakwa juga dijanjikan sabu untuk dikonsumsi sendiri,” jelas JPU Desi.

Tawaran itu membuat Dony tergiur. Dia pun menyanggupi mengambil paket sabu. Malam harinya Dony diperintahkan mengambil sabu di Jalan Raya Kerobokan, tepatnya di bawah sebuah tiang listrik.

“Selain menemukan sabu-sabu, terdakwa juga berisi timbangan elektrik. Terdakwa lantas membawa paket terlarang itu pulang ke kamar kosnya di Jalan Drupadi, Denpasar,” ungkap JPU Kejari Denpasar itu.

Nah, di sinilah cerita ganjil itu terjadi. Keesokan harinya, Dony yang berada di dalam kamar kos didatangi Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Polisi menyebut mendapat informasi dari masyarakat. Polisi lalu melakukan penggeledahan menemukan dua paket sabu-sabu seberat 19 gram netto.

JPU memasang Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika atau Pasal 112 ayat (2) UU yang sama. Sedangkan bandarnya atau orang yang mengajaknya bernama Roy sampai saat ini tak ditangkap. Dan disebut masih buron.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/