alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Dihantam Ombak, Perahu Terbalik, Dua Nelayan Tenggelam

NEGARA– Cuaca buruk yang terjadi di perairan selatan Jembrana,Bali nyaris merenggut nyawa dua nelayan asal Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (23/6).

Kedua nelayan ini sempat tenggelam setelah perahu jukung mereka dihantam ombak besar.

Beruntung, meski sempat tenggelam dan terombang-ambing ombak, dua nelayan yakni masing-masing Suratman, 55 dan Hairul Alim,25, ini berhasil diselamatkan meski satu diantaranya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, petaka yang dialami dua nelayan asal Yeh Sembul, ini bermula dari kedua korban hendak kembali dari melaut sejak Selasa lalu sekitar pukul 17.00 WITA.

Setelah semalaman mencari ikan, kedua nelayan ini kembali ke perairan Yeh Sumbul.

Baca Juga:  Terharu, Kejari Denpasar dan Badung Akhirnya Resmi Berpisah Baik-baik

Namun saat jukung keduanya hampir sampai atau sekitar 100 meter dari bibir pantai, sekitar pukul 08.30 WITA, tiba-tiba ombak besar menghantam jukung mereka hingga terbalik.

Akibat jukung yang mereka tumpangi terbalik, kedua korban ikut terjatuh ke laut dan tenggelam bersama seluruh hasil tangkapan ikan.

- Advertisement -

Beruntung, saat musibah menimpa kedua korban langsung diketahui oleh nelayan lain.

Para nelayan yang melihat jukung korban terbalik langsung merapat ke lokasi dan memberikan pertolongan.

Kedua korban berhasil diselamatkan ke darat dengan kondisi selamat.

Saat dievakuasi, Suratman masih dalam kondisi sadar. Sedangkan satu korban lagi, yakni Hairul Alim dalam kondisi lemas hingga tidak sadarkan diri dan dilarikan ke Puskesmas Pekutatan.

Baca Juga:  BMKG Himbau Masyarakat Waspada Dampak Angin Timur

Sementara, jukung yang sempat tenggelam kondisinya rusak.

Bagian depan dan belakang  jukung pecah katir patah dan peralatan menangkap ikan hilang. Dari penyelidikan polisi di TKP, terbaliknya perahu ini selain gelombang tinggi juga kemudi perahu rusak.

Sehingga saat sudah di tepi pantai, tidak bisa mengarahkan kemudi ke pantai dan diterjang ombak. “Keduanya sudah dalam kondisi sadar dan kembali ke rumah, kerusakan ada di bagian depan perahu,” ujar Kasat Polairud Jembrana AKP I Putu Raka Wiratma.

Karena cuaca dalam beberapa hari terakhir masih buruk, Wiratma mengimbau kepada nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi.

Berdasarkan informasi dari BMKG diperkirakan terjadi selama tiga hari ini di perairan Selatan Bali masih terjadi gelombang tinggi.

- Advertisement -

NEGARA– Cuaca buruk yang terjadi di perairan selatan Jembrana,Bali nyaris merenggut nyawa dua nelayan asal Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (23/6).

Kedua nelayan ini sempat tenggelam setelah perahu jukung mereka dihantam ombak besar.

Beruntung, meski sempat tenggelam dan terombang-ambing ombak, dua nelayan yakni masing-masing Suratman, 55 dan Hairul Alim,25, ini berhasil diselamatkan meski satu diantaranya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, petaka yang dialami dua nelayan asal Yeh Sembul, ini bermula dari kedua korban hendak kembali dari melaut sejak Selasa lalu sekitar pukul 17.00 WITA.

Setelah semalaman mencari ikan, kedua nelayan ini kembali ke perairan Yeh Sumbul.

Baca Juga:  Viral Video Porno Dua Bule Diduga di Gunung Batur Bali

Namun saat jukung keduanya hampir sampai atau sekitar 100 meter dari bibir pantai, sekitar pukul 08.30 WITA, tiba-tiba ombak besar menghantam jukung mereka hingga terbalik.

Akibat jukung yang mereka tumpangi terbalik, kedua korban ikut terjatuh ke laut dan tenggelam bersama seluruh hasil tangkapan ikan.

Beruntung, saat musibah menimpa kedua korban langsung diketahui oleh nelayan lain.

Para nelayan yang melihat jukung korban terbalik langsung merapat ke lokasi dan memberikan pertolongan.

Kedua korban berhasil diselamatkan ke darat dengan kondisi selamat.

Saat dievakuasi, Suratman masih dalam kondisi sadar. Sedangkan satu korban lagi, yakni Hairul Alim dalam kondisi lemas hingga tidak sadarkan diri dan dilarikan ke Puskesmas Pekutatan.

Baca Juga:  Tabanan "Dikepung" Bencana, Tanah Longsor Timbun Dapur dan Pelinggih

Sementara, jukung yang sempat tenggelam kondisinya rusak.

Bagian depan dan belakang  jukung pecah katir patah dan peralatan menangkap ikan hilang. Dari penyelidikan polisi di TKP, terbaliknya perahu ini selain gelombang tinggi juga kemudi perahu rusak.

Sehingga saat sudah di tepi pantai, tidak bisa mengarahkan kemudi ke pantai dan diterjang ombak. “Keduanya sudah dalam kondisi sadar dan kembali ke rumah, kerusakan ada di bagian depan perahu,” ujar Kasat Polairud Jembrana AKP I Putu Raka Wiratma.

Karena cuaca dalam beberapa hari terakhir masih buruk, Wiratma mengimbau kepada nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi.

Berdasarkan informasi dari BMKG diperkirakan terjadi selama tiga hari ini di perairan Selatan Bali masih terjadi gelombang tinggi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/