alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Korban dan Pelaku Asal Bali, Polisi Bantah Isu Perang Ormas dan Suku

DENPASAR-Wayan S, pelaku penebasan yang menewaskan korban Gede Budiarsana di Jalan Gunung Rinjani, Banjar Sanga Agung, Monang Maning, Denpasar Barat akhirnya ditangkap.

 

Ia ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar sesaat setelah peristiwa berdarah.

 

Kini usai ditangkap, polisi masih melakukan pendalaman dan interogasi.

Hasil penyidikan sementara, terungkap motif sekaligus latar belakang pembacokan yang menyebabkan satu orang meninggal.

 

Seperti disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, Jumat (23/7) malam.

 

Saat dikonfirmasi, Kompol Mikael membantah jika insiden berdarah yang terjadi pada pukul 15.00 WITA ini merupakan pertikaian antar dua ormas.

Menurut Kompol Mikael, aksi pembacokan ini dikatakan murni terjadi antara pihak finance dengan debitur. 

Baca Juga:  Terseret Ratusan Meter, Mayat Siswa Taruna Diduga Korban Tabrak Lari

 

“Ini bukan antara ormas. Ini antara debitur dengan kreditur. Masalah tarik finance. Antara pihak finence dan debitur,” ujar Kompol Mikael.

 

Selain itu, Kompol Mikael juga mengklarifikasi jika kasus ini merupakan bentrok antar suku.

 

“Bukan (antar suku). Pelakunya bukan orang Ambon, tapi orang Bali berinisial Wayan S. Sedangkan korbannya juga orang Bali. Jadi bukan antar suku ya,”tegas Kompol Mikael.

 

Lebih lanjut, kata Kompol Mikael, penangkapan terhadap Wayan S, ini setelah polisi menemukan fakta di lapangan. “Dia (Wayan S) yang pegang parang, dia juga yang tebas kepala dan tebas tangan korban,”ungkap Kompol Mikael.

 

Sementara itu, saat disinggung terkait adanya tersangka lain, Kompol Mikael mengaku jika saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Bandel, Kubu CPNS Lila Arsana Protes Keras

 

“Jumlah saksi masih banyak. Sementara yang kami amankan pelaku utamanya satu orang. Orang Bali,” tandas Kompol Mikael.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR-Wayan S, pelaku penebasan yang menewaskan korban Gede Budiarsana di Jalan Gunung Rinjani, Banjar Sanga Agung, Monang Maning, Denpasar Barat akhirnya ditangkap.

 

Ia ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar sesaat setelah peristiwa berdarah.


 

Kini usai ditangkap, polisi masih melakukan pendalaman dan interogasi.

Hasil penyidikan sementara, terungkap motif sekaligus latar belakang pembacokan yang menyebabkan satu orang meninggal.

 

Seperti disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, Jumat (23/7) malam.

 

Saat dikonfirmasi, Kompol Mikael membantah jika insiden berdarah yang terjadi pada pukul 15.00 WITA ini merupakan pertikaian antar dua ormas.

Menurut Kompol Mikael, aksi pembacokan ini dikatakan murni terjadi antara pihak finance dengan debitur. 

Baca Juga:  Bule Australia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel di Sanur

 

“Ini bukan antara ormas. Ini antara debitur dengan kreditur. Masalah tarik finance. Antara pihak finence dan debitur,” ujar Kompol Mikael.

 

Selain itu, Kompol Mikael juga mengklarifikasi jika kasus ini merupakan bentrok antar suku.

 

“Bukan (antar suku). Pelakunya bukan orang Ambon, tapi orang Bali berinisial Wayan S. Sedangkan korbannya juga orang Bali. Jadi bukan antar suku ya,”tegas Kompol Mikael.

 

Lebih lanjut, kata Kompol Mikael, penangkapan terhadap Wayan S, ini setelah polisi menemukan fakta di lapangan. “Dia (Wayan S) yang pegang parang, dia juga yang tebas kepala dan tebas tangan korban,”ungkap Kompol Mikael.

 

Sementara itu, saat disinggung terkait adanya tersangka lain, Kompol Mikael mengaku jika saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga:  Caleg DPD Keris Ditahan di Lapas Kerobokan, Minta Doa, Bilang…

 

“Jumlah saksi masih banyak. Sementara yang kami amankan pelaku utamanya satu orang. Orang Bali,” tandas Kompol Mikael.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/