alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Ibu-Ibu Korban Arisan Online Minta Kasus Segera Dilimpahkan ke Jaksa

DENPASAR – Setelah terbit surat perintah penunjukkan jaksa penuntut umum (JPU) atau P-16, Kejati Bali belum menerima berkas kasus tersangka penggelapan berkedok arisan online Ira Leenzo Kitchen (ILK). Kasus dengan tersangka IYK itu menimbulkan kerugian Rp8 miliar lebih.

 

JPU yang bertugas dalam kasus ini, I Ketut Sujaya dan Eddy Arta Wijaya menyatakan dalam posisi menunggu berkas dari penyidik Polda Bali. Sujaya dan Eddy sendiri merupakan jaksa senior di Kejati Bali. Keduanya bertugas dalam kasus penipuan senilai Rp150 miliar dengan tersangka mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta.

 

“Kalau berkas sudah masuk, kami akan berikan petunjuk pada penyidik tentang apa saja yang harus dilengkapi. Sementara ini kami masih menunggu berkas dari kepolisian,” ujar Sujaya dikonfirmasi kemarin (22/8).

Baca Juga:  Terpidana Penyelundup Heroin Tak Jadi Dihukum Mati

 

Sementara itu, Agus Sujoko selaku kuasa hukum ibu-ibu korban arisan online ini berharap proses hukum bisa berlanjut. Terlebih sudah ada penetapan tersangka.

 

“Biar masalah ini terang benderang, karena kasus arisan online ini sudah meresahkan masyarakat. Kami berharap polisi  koordinasi dengan jaksa,” kata Agus.

 

Pengacara kawakan itu mengaku optimistis penyidik Polda Bali bekerja profesional.

 

“Kami selaku korban dalam kasus ini yakin, penyidik Ditreskrimum Polda Bali segera melimpahkan berkas ke jaksa penuntut umum,” tukas Agus.

Dari hasil gelar perkara di Ditreskrimum Polda Bali, telah disimpulkan adanya unsur pidana penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 KUHP.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Setelah terbit surat perintah penunjukkan jaksa penuntut umum (JPU) atau P-16, Kejati Bali belum menerima berkas kasus tersangka penggelapan berkedok arisan online Ira Leenzo Kitchen (ILK). Kasus dengan tersangka IYK itu menimbulkan kerugian Rp8 miliar lebih.

 

JPU yang bertugas dalam kasus ini, I Ketut Sujaya dan Eddy Arta Wijaya menyatakan dalam posisi menunggu berkas dari penyidik Polda Bali. Sujaya dan Eddy sendiri merupakan jaksa senior di Kejati Bali. Keduanya bertugas dalam kasus penipuan senilai Rp150 miliar dengan tersangka mantan Wagub Bali I Ketut Sudikerta.


 

“Kalau berkas sudah masuk, kami akan berikan petunjuk pada penyidik tentang apa saja yang harus dilengkapi. Sementara ini kami masih menunggu berkas dari kepolisian,” ujar Sujaya dikonfirmasi kemarin (22/8).

Baca Juga:  EDAN! Begini Pengakuan Duo Pembobol Brankas di Fatboys Bar Seminyak

 

Sementara itu, Agus Sujoko selaku kuasa hukum ibu-ibu korban arisan online ini berharap proses hukum bisa berlanjut. Terlebih sudah ada penetapan tersangka.

 

“Biar masalah ini terang benderang, karena kasus arisan online ini sudah meresahkan masyarakat. Kami berharap polisi  koordinasi dengan jaksa,” kata Agus.

 

Pengacara kawakan itu mengaku optimistis penyidik Polda Bali bekerja profesional.

 

“Kami selaku korban dalam kasus ini yakin, penyidik Ditreskrimum Polda Bali segera melimpahkan berkas ke jaksa penuntut umum,” tukas Agus.

Dari hasil gelar perkara di Ditreskrimum Polda Bali, telah disimpulkan adanya unsur pidana penggelapan sebagaimana dimaksud Pasal 372 KUHP.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/