alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

BSU Dituding “Bau Amis”, Perbekel Kalibukbuk Berdalih Cuma Salah Paham

SINGARAJA- Sejumlah warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Selasa (22/9) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Warga datang dengan tujuan mengadukan polemik penyaluran Bantuan Stimulan Usaha (BSU) yang digelontor ke desanya.

Masing-masing penerima mendapat Rp 1,8 juta sebagai dana stimulus modal usaha.

Warga yang datang menyebut penyaluran BSU yang diperuntukkan bagi UMKM tersebut dinilai “bau amis”. Selain tidak transparan, penyaluran dana BSU juga dinilai tidak tepat sasaran.

Terkait kecurigaan warga, Perbekel Kalibukbuk Ketut Suka berdalih bahwa polemik BSU di desanya hanyalah kesalahpahaman saja.

“Setelah kami telusuri hanya salah paham atau mis informasi antar warga saja. Terjadinya kisruh dasarnya ketidakpahaman atau salah menafsirkan. Karena kami di desa tidak mengajukan. Karena ini usaha, proses pengusulannya bukan di kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mimih, Dua Pelajar ABG Nyuri Emas, Hasil Penjualan Dibelikan Handpone

Ketut Suka menyebut adanya warganya yang menudingnya justru kurang memahami prosedur pengusulan BSU.

Mungkin mengira aparat di desa yang mengusulkan. Padahal bukan aparat yang ada desa. Melainkan kebijakan siapa yang mendapat BSU dari Pemerintah Provinsi. 

Selain itu soal syarat sudah jelas tertera kriterianya yang punya usaha dan terdampak pandemi Covid-19.

“Kami sudah jelaskan itu semua. Karena tidak ada hubungannya dengan Pemdes. Karena Pemdes hanya menginformasikan saja soal bantuan tersebut kepada warga,” tungkasnya. 



SINGARAJA- Sejumlah warga Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Selasa (22/9) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Warga datang dengan tujuan mengadukan polemik penyaluran Bantuan Stimulan Usaha (BSU) yang digelontor ke desanya.

Masing-masing penerima mendapat Rp 1,8 juta sebagai dana stimulus modal usaha.

Warga yang datang menyebut penyaluran BSU yang diperuntukkan bagi UMKM tersebut dinilai “bau amis”. Selain tidak transparan, penyaluran dana BSU juga dinilai tidak tepat sasaran.

Terkait kecurigaan warga, Perbekel Kalibukbuk Ketut Suka berdalih bahwa polemik BSU di desanya hanyalah kesalahpahaman saja.

“Setelah kami telusuri hanya salah paham atau mis informasi antar warga saja. Terjadinya kisruh dasarnya ketidakpahaman atau salah menafsirkan. Karena kami di desa tidak mengajukan. Karena ini usaha, proses pengusulannya bukan di kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Nyambi Jual Sabu-sabu, Gading Diciduk Polisi

Ketut Suka menyebut adanya warganya yang menudingnya justru kurang memahami prosedur pengusulan BSU.

Mungkin mengira aparat di desa yang mengusulkan. Padahal bukan aparat yang ada desa. Melainkan kebijakan siapa yang mendapat BSU dari Pemerintah Provinsi. 

Selain itu soal syarat sudah jelas tertera kriterianya yang punya usaha dan terdampak pandemi Covid-19.

“Kami sudah jelaskan itu semua. Karena tidak ada hubungannya dengan Pemdes. Karena Pemdes hanya menginformasikan saja soal bantuan tersebut kepada warga,” tungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/