alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Diduga Nyetir Sambil Mabuk, Tiga Orang Kelenger Tabrak Gerbang Toko

DENPASAR – Kecelakaan tunggal kembali terjadi lagi.

 

Kali ini, diduga gara-gara mengemudi sambil mabuk miras, sebuah minibus Daihatsu Grandmax warna putih DK 8004 FJ mengalami ringsek usai menabrak gerbang toko Merta Bakti di sekitar Jalan Tukad Pakerisan Nomor 96, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat (22/10) sekitar pukul 03.00.

 

Bahkan selain mobil mengalami ringsek, pengemudi dan dua orang teman juga sekarat hingga dilarikan ke Rumah Sakit.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dugaan kecelakaan tunggal yang disebabkan karena pegemudi mabuk, ini terungkap dari proses evakuasi warga dan petugas di TKP.

 

Saat evakuasi, warga dan petugas menemukan pengemudi mini bus berinisial IBNP, 28, asal Mengwi, Badung. Dan dua penumpang lain SO, 24, asal Jalan Palapa, Sesetan Denpasar Selatan; dan BRP, 31, asal Jalan Wahidin, Pemecutan, Denpasar, dalam keadaan mabuk.

 

Dugaan kuat sopir dan penumpang mabuk miras, ini karena saat evakuasi, warga mencium aroma alkohol di dalam mobil.

 

“Karena kerasnya tabrakan, mereka bertiga terjepit. Diduga mabuk berat saat kejadian,” ungkap warga setempat.

Sedangkan dari keterangan pemilik toko di TKP, peristiwa berlangsung sekitar pukul 03.00.

Baca Juga:  Trauma Berat, Keluarga Minta Netizen Hapus Video Pembunuhan De Budi

 

Terkait kronologi, pasangan suami istri ini mengaku tak tahu secara persis. Hanya akibat pintu gerbang toko ditabrak, keduanya mengaku mendengar suara benturan keras.

 

“ Bunyi tabrakannya itu sangat keras, sehingga semua tetangga pada terkejut dan keluar dari rumah masing-masing untuk mengecek. Kami berdua pun terkejut. Kami bangun dari tidur lalu mengecek. Saya lihat, ternyata ada kecelakaan di depan toko dan sudah ada ambulans dan warga sudah berkumpul,” ujar Aryawan selaku pemilik toko.

 

Aryawan mengaku kejadian itu menggegerkan warga bersama beberapa driver ojek online

Dijelaskannya, dari penuturan warga, sebelum menabrak gerbang toko miliknya, minibus Daihatsu Grandmax warna putih DK 8004 FJ melaju kencang dari arah utara.

 

Sesampainya di TKP, mobil tidak bisa dikendalikan sehingga terjadi benturan hebat tak terhindarkan pada gerbang toko Merta Bakti itu.

 

“Ya gerbang hancur, begitupun bagian depan minibus ringsek. Sedangkan orang yang berada didalam minibus sempat terjepit. Diduga, kecelakaan dipicu karena pengemudi dalam keadaan mabuk,” jelasnya.

 

Ada tiga orang didalamnya, semua pria dan menderita luka, diduga mereka pada mabuk. Beruntung tiga pria termasuk sopir berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar.

Baca Juga:  Bersihkan Vila, Nyolong Dolar, Housekeeping Diciduk di Kamar Mandi

“Yang mengevakuasi adalah petugas diketahui dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan masyarakat setempat. Polisi juga datang melakukan Olah TKP,”imbuhnya.

 

Pasutri itu pun sudah didatangi kerabat para korban, dan mengaku akan mengganti kerugian gerbang yang rusak.

 

“Entah lah kerabat atau saudara korban itu, mereka datang dan mengaku mau ganti kerugian,” sebutnya.

Sementara itu, dari informasi di rumah sakit, akibat kecelakaan, IBNP mengalami patah tulang terbuka kaki kanan, patah tulang tertutup kaki kiri, luka robek pada wajah dan perdarahan aktif.

Lalu kakinya dipasangi spalk (bidai) dan diberi oksigen.

 

Kemudian SO, 24, asal Jalan Palapa, Sesetan dalam pengaruh alkohol dengan kondisi lemah, mengalami perdarahan dari hidung, nyeri dada dan  sesak, sehingga diberi oksigen. Dicurigai fraktur terbuka di kaki kiri jadi dipasangi spalk.

Terakhir BRP, 31, asal Jalan Wahidin, Pemecutan, dalam pengaruh alkohol dan tampak luka pada kepala dengan perdarahan aktif, dipasangi neck collar (penyangga leher), bebat tekan dan pemberian oksigen.

 


DENPASAR – Kecelakaan tunggal kembali terjadi lagi.

 

Kali ini, diduga gara-gara mengemudi sambil mabuk miras, sebuah minibus Daihatsu Grandmax warna putih DK 8004 FJ mengalami ringsek usai menabrak gerbang toko Merta Bakti di sekitar Jalan Tukad Pakerisan Nomor 96, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat (22/10) sekitar pukul 03.00.

 

Bahkan selain mobil mengalami ringsek, pengemudi dan dua orang teman juga sekarat hingga dilarikan ke Rumah Sakit.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dugaan kecelakaan tunggal yang disebabkan karena pegemudi mabuk, ini terungkap dari proses evakuasi warga dan petugas di TKP.

 

Saat evakuasi, warga dan petugas menemukan pengemudi mini bus berinisial IBNP, 28, asal Mengwi, Badung. Dan dua penumpang lain SO, 24, asal Jalan Palapa, Sesetan Denpasar Selatan; dan BRP, 31, asal Jalan Wahidin, Pemecutan, Denpasar, dalam keadaan mabuk.

 

Dugaan kuat sopir dan penumpang mabuk miras, ini karena saat evakuasi, warga mencium aroma alkohol di dalam mobil.

 

“Karena kerasnya tabrakan, mereka bertiga terjepit. Diduga mabuk berat saat kejadian,” ungkap warga setempat.

Sedangkan dari keterangan pemilik toko di TKP, peristiwa berlangsung sekitar pukul 03.00.

Baca Juga:  Trauma Berat, Keluarga Minta Netizen Hapus Video Pembunuhan De Budi

 

Terkait kronologi, pasangan suami istri ini mengaku tak tahu secara persis. Hanya akibat pintu gerbang toko ditabrak, keduanya mengaku mendengar suara benturan keras.

 

“ Bunyi tabrakannya itu sangat keras, sehingga semua tetangga pada terkejut dan keluar dari rumah masing-masing untuk mengecek. Kami berdua pun terkejut. Kami bangun dari tidur lalu mengecek. Saya lihat, ternyata ada kecelakaan di depan toko dan sudah ada ambulans dan warga sudah berkumpul,” ujar Aryawan selaku pemilik toko.

 

Aryawan mengaku kejadian itu menggegerkan warga bersama beberapa driver ojek online

Dijelaskannya, dari penuturan warga, sebelum menabrak gerbang toko miliknya, minibus Daihatsu Grandmax warna putih DK 8004 FJ melaju kencang dari arah utara.

 

Sesampainya di TKP, mobil tidak bisa dikendalikan sehingga terjadi benturan hebat tak terhindarkan pada gerbang toko Merta Bakti itu.

 

“Ya gerbang hancur, begitupun bagian depan minibus ringsek. Sedangkan orang yang berada didalam minibus sempat terjepit. Diduga, kecelakaan dipicu karena pengemudi dalam keadaan mabuk,” jelasnya.

 

Ada tiga orang didalamnya, semua pria dan menderita luka, diduga mereka pada mabuk. Beruntung tiga pria termasuk sopir berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar.

Baca Juga:  Cueki Protes Wayan Gendo Dkk, Sidang Kedua Jerinx Tetap Digelar Online

“Yang mengevakuasi adalah petugas diketahui dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan masyarakat setempat. Polisi juga datang melakukan Olah TKP,”imbuhnya.

 

Pasutri itu pun sudah didatangi kerabat para korban, dan mengaku akan mengganti kerugian gerbang yang rusak.

 

“Entah lah kerabat atau saudara korban itu, mereka datang dan mengaku mau ganti kerugian,” sebutnya.

Sementara itu, dari informasi di rumah sakit, akibat kecelakaan, IBNP mengalami patah tulang terbuka kaki kanan, patah tulang tertutup kaki kiri, luka robek pada wajah dan perdarahan aktif.

Lalu kakinya dipasangi spalk (bidai) dan diberi oksigen.

 

Kemudian SO, 24, asal Jalan Palapa, Sesetan dalam pengaruh alkohol dengan kondisi lemah, mengalami perdarahan dari hidung, nyeri dada dan  sesak, sehingga diberi oksigen. Dicurigai fraktur terbuka di kaki kiri jadi dipasangi spalk.

Terakhir BRP, 31, asal Jalan Wahidin, Pemecutan, dalam pengaruh alkohol dan tampak luka pada kepala dengan perdarahan aktif, dipasangi neck collar (penyangga leher), bebat tekan dan pemberian oksigen.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/