alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Khawatir Gempa Susulan, Pemerintah Perpanjang Status Tanggap Darurat

AMLAPURA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Karangasem untuk tujuh hari ke depan.

 

Hal itu diungkapkan langsung Bupati Karangasem I Gede Dana, Jumat (22/10) kematin.

 

“Status tanggap darurat bencana gempa bumi sebenarnya berakhir hari ini (Jumat), tapi dari hasil rapat dengan beberapa pihak terkait, kami putuskan untuk memperpanjang status tersebut selama tujuh hari ke depan,” kata Gede Dana.

 

Dia menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena sampai saat ini dampak dari gempa bumi tersebut masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

Selain itu, pihaknya juga masih khawatir akan terjadinya gempa susulan.

 

“Penanganan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi masih belum bisa diselesaikan secara tuntas, sehingga kami putuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana tersebut agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Korupsi Rp 200 Juta, Bendesa Pakraman Candikuning Ditahan

 

Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang itu menyebut, hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi adalah tempat tinggal.

 

Sehingga mereka nantinya bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang. Gempa yang menerjang ribuan rumab membuat banyak masyarakat di Desa Ban kehilangan tempat tinggal karena hancur.

 

Selain itu, kesehatan masyarakat di lokasi bencana juga sangat perlu untuk diperhatikan, mengingat akibat gempa tersebut tidak sedikit warga yang trauma, sehingga akan sangat mengganggu kesehatan mereka apalagi saat ini warga memilih tidur di luar dengan menggunakan atap terpal.

 

“Kami sudah menurunkan tim kesehatan untuk datang langsung ke titik-titik yang sangat terdampak, baik di Desa Ban maupun Pempatan, Kecamatan Rendang,  dengan harapan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” harap dia.

Baca Juga:  Ratusan Pekerja Migran di Gianyar Urus Dokumen Keluar Negeri

 

Sementara untuk kebutuhan air bersih diakuinya menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

 

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya terus berusaha agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan menyalurkan air melalui BPBD dan yang lainnya, sehingga masyarakat tidak sampai kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

“Sedangkan untuk kebutuhan sembako, saya kira masih tercukupi, mengingat bantuan masih terus berdatangan dari berbagai pihak hingga hari ini. Itu artinya, ada banyak pihak yang peduli kepada para korban gempa bumi di Karangasem,” tandasnya.

AMLAPURA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Karangasem untuk tujuh hari ke depan.

 

Hal itu diungkapkan langsung Bupati Karangasem I Gede Dana, Jumat (22/10) kematin.

 

“Status tanggap darurat bencana gempa bumi sebenarnya berakhir hari ini (Jumat), tapi dari hasil rapat dengan beberapa pihak terkait, kami putuskan untuk memperpanjang status tersebut selama tujuh hari ke depan,” kata Gede Dana.

 

Dia menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena sampai saat ini dampak dari gempa bumi tersebut masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

Selain itu, pihaknya juga masih khawatir akan terjadinya gempa susulan.

 

“Penanganan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi masih belum bisa diselesaikan secara tuntas, sehingga kami putuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana tersebut agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Korupsi Rp 200 Juta, Bendesa Pakraman Candikuning Ditahan

 

Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang itu menyebut, hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi adalah tempat tinggal.

 

Sehingga mereka nantinya bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang. Gempa yang menerjang ribuan rumab membuat banyak masyarakat di Desa Ban kehilangan tempat tinggal karena hancur.

 

Selain itu, kesehatan masyarakat di lokasi bencana juga sangat perlu untuk diperhatikan, mengingat akibat gempa tersebut tidak sedikit warga yang trauma, sehingga akan sangat mengganggu kesehatan mereka apalagi saat ini warga memilih tidur di luar dengan menggunakan atap terpal.

 

“Kami sudah menurunkan tim kesehatan untuk datang langsung ke titik-titik yang sangat terdampak, baik di Desa Ban maupun Pempatan, Kecamatan Rendang,  dengan harapan kesehatan masyarakat tetap terjaga,” harap dia.

Baca Juga:  UPDATE! Kapolda Minta Gubernur Segera Bekukan Tiga Ormas Besar di Bali

 

Sementara untuk kebutuhan air bersih diakuinya menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

 

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya terus berusaha agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan menyalurkan air melalui BPBD dan yang lainnya, sehingga masyarakat tidak sampai kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 

“Sedangkan untuk kebutuhan sembako, saya kira masih tercukupi, mengingat bantuan masih terus berdatangan dari berbagai pihak hingga hari ini. Itu artinya, ada banyak pihak yang peduli kepada para korban gempa bumi di Karangasem,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/