alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dugaan Kekerasan Seksual di Unud, Polisi Akan Koordinasi Kampus

DENPASAR – Pihak Polresta Denpasar mengaku belum pernah menerima adanya laporan dari para korban kekerasan seksual di kampus Universitas Udayana. Kendati demikian, pihak kepolisian Polresta Denpasar akan melakukan koordinasi dengan pihak kampus untuk menindaklanjuti isu yang beredar terkait 42 orang korban pelecehan seksual di lingkungan kampus tersebut. Dimana sebelumnya, data itu dibeberkan oleh LBH Bali kepada awak media. 

 

“Sampai saat ini belum ada laporan ke Polresta Denpasar. Tapi kita sedang konfirmasi ke Universitas (Udayana),” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat, Selasa (23/11/2021).

Sebelumnya, pihak Universitas Udayana akhirnya angkat bicara terkait isu 42 korban kekerasan seksual di kampus itu. 

 

Terkait data yang dibeberkan itu, pihak Kampus Udayana mengancam akan mengambil langkah tegas jika pihak LBH Bali membeberkan angka tidak tanpa bukti nyata.

“Kalau sampai dia memainkan angka-angka ini dengan bukti yang tidak nyata, kami bisa melakukan perlawanan secara hukum kepada LBH Bali. Kami akan membela integritas Universitas Udayana dari hal-hal yang tidak benar. Kami akan segera bekerjasama untuk melaporkan ketua LBH ini manakala hal-hal itu tidak terbukti,” tegas Rektor Universitas Udayana, Prof I Nyoman Gede Antara, di kampus Udayana, Denpasar, Senin (22/11/2021).

 

Lanjut dia, bahwa pihaknya menyayangkan tindakan LBH Bali yang tidak diajak koordinasi terlebih dahulu sebelum mempublikasi data yang mereka miliki.

“Kami akan mengambil langkah-langkah hukum karena menyebarkan isu yang tidak baik dan tidak obyektif sesuai dengan undang-undang IT. kami sudah sangat keberatan gaya-gaya model begini kami sudah berkomunikasi jauh-jauh sebelumnya. Mestinya kami diajak dulu sebelum publish,” ujarnya. 

 

Menurutnya harusnya pihak LBH Bali paham bagiamana menyikapi data itu. Apalagi pihak LBH Bali dianggap pihak yang paham akan hukum. Di sisi lain, menurut Prof Antara bahwa Ni Kadek Vany Primaliraning selaku Direktur LBH Bali yang mempublish data dugaan pelecehan itu merupakan mantan pengurus Bem kampus Unud.

“Mestinya dia lebih banyak tau internal kami. Tapi kok begitu caranya. Itu yang saya anggap tidak profesional memberikan angka ini kepada masyaraat. Berkaitan dengan posisi kami sekarang ini adalah mencari data itu. Kemudian akan kami tindaklanjuti,” tandasnya.



DENPASAR – Pihak Polresta Denpasar mengaku belum pernah menerima adanya laporan dari para korban kekerasan seksual di kampus Universitas Udayana. Kendati demikian, pihak kepolisian Polresta Denpasar akan melakukan koordinasi dengan pihak kampus untuk menindaklanjuti isu yang beredar terkait 42 orang korban pelecehan seksual di lingkungan kampus tersebut. Dimana sebelumnya, data itu dibeberkan oleh LBH Bali kepada awak media. 

 

“Sampai saat ini belum ada laporan ke Polresta Denpasar. Tapi kita sedang konfirmasi ke Universitas (Udayana),” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat, Selasa (23/11/2021).

Sebelumnya, pihak Universitas Udayana akhirnya angkat bicara terkait isu 42 korban kekerasan seksual di kampus itu. 

 

Terkait data yang dibeberkan itu, pihak Kampus Udayana mengancam akan mengambil langkah tegas jika pihak LBH Bali membeberkan angka tidak tanpa bukti nyata.

“Kalau sampai dia memainkan angka-angka ini dengan bukti yang tidak nyata, kami bisa melakukan perlawanan secara hukum kepada LBH Bali. Kami akan membela integritas Universitas Udayana dari hal-hal yang tidak benar. Kami akan segera bekerjasama untuk melaporkan ketua LBH ini manakala hal-hal itu tidak terbukti,” tegas Rektor Universitas Udayana, Prof I Nyoman Gede Antara, di kampus Udayana, Denpasar, Senin (22/11/2021).

 

Lanjut dia, bahwa pihaknya menyayangkan tindakan LBH Bali yang tidak diajak koordinasi terlebih dahulu sebelum mempublikasi data yang mereka miliki.

“Kami akan mengambil langkah-langkah hukum karena menyebarkan isu yang tidak baik dan tidak obyektif sesuai dengan undang-undang IT. kami sudah sangat keberatan gaya-gaya model begini kami sudah berkomunikasi jauh-jauh sebelumnya. Mestinya kami diajak dulu sebelum publish,” ujarnya. 

 

Menurutnya harusnya pihak LBH Bali paham bagiamana menyikapi data itu. Apalagi pihak LBH Bali dianggap pihak yang paham akan hukum. Di sisi lain, menurut Prof Antara bahwa Ni Kadek Vany Primaliraning selaku Direktur LBH Bali yang mempublish data dugaan pelecehan itu merupakan mantan pengurus Bem kampus Unud.

“Mestinya dia lebih banyak tau internal kami. Tapi kok begitu caranya. Itu yang saya anggap tidak profesional memberikan angka ini kepada masyaraat. Berkaitan dengan posisi kami sekarang ini adalah mencari data itu. Kemudian akan kami tindaklanjuti,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/